Thursday, June 15, 2017

Anak Remajaku Sahabatku

Haiiiii..............
Gimana puasanya temans..semoga lancar ya.  Btw saya habis pulkam dari Salatiga nih capek banget. Pulang sampai rumah jam 19.30. Sempat tertidur sebentar usai menemani si kecil tidur, kemudian tidak bisa tidur lagi. Kangen menulis he he. 
Hari ini saya belajar banyak hal bahwa kita terkadang melihat seseorang itu hanya tampak luarnya. Kadang kita melihat diri kita itu paling menderita, padahal masih banyak orang di luar sana yang hidupnya kurang beruntung dibanding kita. 

Mengapa saya bilang seperti itu?Karena kemaren waktu di Salatiga ada kejadian waktu bermain di tempat kakak, ban sepeda motor saya gembos. Untunglah, masih dekat dengan tukang tambal ban. Saya agak kaget soalnya yang melayani adalah anak perempuannya yang saya perkirakan masih SMP,  orangnya cantik dan modis. Dengan cekatan dia melayani saya, membuka ban. Sepertinya dia kurang suka membantu ayahnya di tambal ban, karena beberapa kali saya melihatnya agak melamun. Sampai-sampai ditegur ayahnya. Kasihan sebenarnya.Tapi yah, memang itulah perjuangan hidup. 

Saya jadi ingat anak perempuan saya, yang tahun ini menginjak remaja. Tahun ini si kakak Lia  masuk SMP. Waktu terasa begitu cepat berlalu. Saya masih ingat benar ketika masih tinggal di tempat mertua saya di Banyumanik. Kalau pagi biasanya kakak bayi dijemur di depan rumah oleh bapak mertua saya. Terlihat kulitnya yang sangat putih. Mirip ayah dan utinya. Matanya agak sipit mirip dengan mereka berdua. Sementara mata saya belo. Belum ada yang benar-benar mirip saya, matanya belo. Tapi ya tidak apa-apalah yang penting sehat. 





Memiliki anak remaja itu memang membuat saya harus rajin-rajin membaca buku. Bagaimana tidak, dikata anak-anak juga bukan, dikata orang dewasa bukan. Dia sudah mulai tidak terlalu suka diatur-atur dan lebih suka pilihannya sendiri. Contoh kecil saja soal baju. Kalau dulu saya yang mengatur semua soal baju yang dikenakan anak-anak. Dia sekarang lebih suka memecing-mecingkan baju-bajunya sendiri ketika pergi. 

Contoh lainnya misalnya di akhir pekan biasanya kita suka pergi jalan-jalan. Saya mulai dari kecil bebaskan anak-anak untuk berpendapat. Ada kalanya dia tidak setuju dengan ide kami orang tuanya atau ide adiknya. Ya, dia tidak mau berangkat. 
Memiliki anak remaja itu harus mempunyai stok kata-kata yang halus namun tegas, karena kalau tidak bisa-bisa dia ngambek dan masuk kamar. 

Selain itu dia mulai suka dengan pembicaraan orang dewasa. Semisal saya ada sesuatu masalah dengan ayahnya dia mulai kepo tanya ini tanya itu. Kalau belum dijelasin dia belum puas dan tanya terus he he. Setelah itu dia menghibur. So sweet banget.
Makanya terkadang bila saya ada masalah dengan seseorang dia sudah mulai bisa memberi masukan. Dan dia adalah sahabat yang paling jujur. Juga soal penampilan saya...dia suka memberi masukan. Di adalah termasuk salah satu sahabat saya disamping sahabat-sahabat saya yang lain. Jadikan anak-anak kita sahabat kita, jangan sampai dia takut dengan ortunya. Mau menyampaikan uneg-uneg saja susah. Atau kita kurang menyempatkan waktu untuk mereka bersenda gurau, bisa-bisa mereka menyampaikan ke temannya yang terkadang sarannya kurang tepat. 

Akhir kata semoga tulisan saya ini bermanfaat dan tuntas sudah tugas saya untuk arisan link periode ke 3 ini dengan pemenangnya adalah mbak Agustina atau lebih dikenal dengan mbak Tina yang jago membuat nugget, dan pemenang lainnya adalah mbak Nurul Aldise
Good luck. 

Selamat menjalankan ibadah puasa semua ^_^.





16 comments:

  1. Setuju, mba. Maisng-masing anak memiliki perkembangan yang berbeda-beda. Kalau anak remaja menurutku harus bisa jaid tempat ngobrol yang asik biar akrab terus ya :)

    ReplyDelete
  2. Hai juga, alhamdulilah puasanya lancar teh. Wah, asik nih udah pulkam. Dan ini langsung nulis di blog teh? Keren!

    Betul teh, terkadang dengan belajar begitu kita suka tersadar ya. Dan belajar juga tak melulu kita dapat dari yang lebih tua dari kita..

    Dan, anak-anak juga gak semuanya bisa sesuai dengan apa yang orangtua ajarkan. Ya, karena setiap anak memiliki daya tanggap sendiri. Tapi tetap, disaat menginjak remajalah, anak harus di didik benar-benar. Diajak diskusi, agar mudah bercerita atau sekedar ngoblog perkara yang misalnya ada problem dengan temannya, ataupun yang lainnya..

    Aku sendiri sampe saat ini, lebih suka curhat sama ibu, karena dengan begitu, mejadikan anak dan orangtua lebih dekat, dan tentu ada solusi yang diberikan oleh orangtua :)

    Selamat menjalankan ibadah puasa juga teh :)

    ReplyDelete
  3. Enak kali ya kalau anak saya udah seumur anakmu Mbka, Bisa jadi temen hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hiya mbak...tidak terasa tahu2 udah mau remaja aja

      Delete
  4. Kadang suka merasa kok sdh smp lagi ya, eh sdh sma lagi.. hihi... saya jg perasaan baru kemarin melahirkan si sulung sekarang dah mau kuliah deh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak ida...wow anaknya udah mau kuliah...seneng ya mbak pastinya

      Delete
  5. Nanti aku mau ah sahabatan sama anakku hehe

    ReplyDelete
  6. Serunyaaa sobatan dgn bocahmu ya mbaa, curcol bebaas..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak...nanti mbak dew juga gitu kalau anaknya udah remaja...seru

      Delete
  7. Anak perempuan bisa jadi sahabat terbaik juga ya mba Ningrum, senengnyaaa

    ReplyDelete
  8. Wah jadi belajar dari mb ningrum ni ttg anak remajanya..sepakat mb, d usia segitu jadikan anak sbg sahabat :)

    ReplyDelete

Mana komentar HOREnya?..agar kita semakin akrab. Insya Allah pasti saya komen balik. Mohon maaf, karena banyaknya komentar spam, maka komentar yang masuk saya moderasi.
Terimakasih telah berkunjung, dan berkomentar dengan sopan ^_^
Jangan meninggalkan link hidup ya sis/bro

""Kita tidak bisa mengubah masa lalu, namun kita bisa mengubah masa depan kita""