Showing posts with label Ceritaku. Show all posts
Showing posts with label Ceritaku. Show all posts

Tips dan Trik Mengetahui Travel Umroh yang Baik

Friday, February 9, 2018

Image result for umroh
Diambil dari Google.Image

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Anda pastinya pernah dong melihat iklan berikut ? Hooo...hooo....hooo kena tipu....barang palsu. Iklan yang sangat easy listening dan mudah dicerna menjadikannya salah satu iklan yang disukai publik. Di dalamnya terdapat pesan agar kita berhati-hati kala berbelanja online, dikarenakan ada juga penjual online yang menjual barang-barang KW. Saya soalnya sudah pernah punya pengalaman tertipu kala berbelanja online. Saya lumayan suka berbelanja online, tetapi biasanya untuk beberapa produk yang susah di cari di offline. Ceritanya waktu itu harbolnas (hari berbelanja online nasional). Seperti biasa banyak toko-toko online yang jor-joran dalam memberikan diskon. Ada beberapa jam bermerk bagus yang tadinya harga jualnya ratusan ribu, hanya dijual dengan harga puluhan/belasan ribu. Siapa sih yang tidak pingin? Namun, biasanya dalam hitungan menit jam tersebut langsung terjual ha ha. Saya  tertipu saat berbelanja online di sebuah toko online yang tidak perlu saya sebutkan namanya kala harbolnas tersebut. Niat hati ingin membeli sepatu branded. Kalau tidak salah merek sepatunya CB...di harbolnas tersebut harganya 60 ribu...ya mana ada sih sepatu branded harganya dibandrol jadi 60 ribu, ya sudah pasti kualitasnya sesuai harga tersebut, dan usut punya usut ternyata sepatunya abal-abal buatan sekitaran Bandung. Grrr gemes deh. Saya jadi menyadari kebodohan saya. Namun, tidak semua toko online itu penipu ya sobat. Banyak juga yang baik. Ini sekedar contoh saja. 

Ilustrasi di atas bisa menjadi sentilan juga kepada kita yang hendak melaksanakan umroh. Jangan mudah tertipu dengan travel umroh yang menawarkan harga-harga murah di bawah harga yang ditetapkan pemerintah. Biasanya tarifnya sekitar 20 juta ke atas tergantung hotel dan pesawatnya. Jika, dibawah harga tersebut Anda patut untuk waspada. Bisa, jadi hotelnya jauh ..atau Anda bisa ditelantarkan ketika sampai disana, lebih buruk lagi Anda tidak jadi diberangkatkan seperti kasus yang terjadi di First Travel. Sudah ribuan orang yang menjadi korban dari First Travel dan bulan ini muncul lagi korban dari agen travel yang lain yaitu Hannien Tour di Solo. Saya juga heran mengapa banyak orang yang tidak berhati-hati dalam memilih travel umroh. Harusnya pengalaman dari First Travel menjadikan pelajaran yang berharga. Namun tetap saja masih ada korban dari travel umroh. Rupa-rupanya masih banyak orang Indonesia yang tergiur umroh dengan harga murah seperti kasus First Travel yaitu 16 jutaan. Menurut saya pemerintah harus secepatnya turut tangan, karena sudah banyak korban yang dirugikan.

Nah, Anda tentunya tidak ingin jadi korban kan? Simak tips berikut ya :

1 Pilih Travel Resmi Yang Terdaftar Di Kementerian Agama
Untuk dapat terdaftar secara resmi di Kementerian Agama, sebuah travel Umroh harus memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan dan memiliki surat-surat izin berikut ini, yaitu:
  • Surat Izin Tetap Usaha Pariwisata
  • Tanda Daftar Perusahaan
  • NPWP Perusahaan
  • Surat Keterangan Domisili Perusahaan
  • SK Menteri Kehakimah: Akta Pendirian Perusahaan
  • SK Depag. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (sebagai penyelenggara perjalanan Ibadah Haji Khusus)
  • SK Depag. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (sebagai penyelenggara perjalanan Ibadah Umroh)
  • Sertifikat Anggota Amphuri
  • Sertifikat Lembaga Bisnis Syariah dari Dewan Syariah Nasional MUI
2 Periksa Alamat Kantor Travel
Sebelum kita tentukan akan memilih jasa travel yang mana, pastikan lakukan survei atau pengecekan kantor travel yang akan kita gunakan jasanya.
Pastikan wujud kantornya ada dan bisa dipercaya.
3 Perhatikan (Track Record) Rekam Jejaknya
Travel Umroh yang baik dan dapat dipercaya pastinya memiliki rekam jejak yang bagus juga.
Untuk melihat rekam jejak travel Umroh tersebut, kita dapat memperhatikan mulai tanggal didirikannya travel. Makin lama travel Umroh didirikan, makin banyak pengalaman perusahaan tersebut dalam melayani Jemaah.
Selanjutnya perhatikan sudah berapa kali travel Umroh menyelenggarakan perjalanan ibadah Umroh.
Semakin sering dan rutin perusahaan tersebut melakukan pemberangkatan jemaah, membuktikan bahwa travel umroh tersebut memiliki kredibilitas yang baik. Hal ini pastinya memberikan pelayanan yang memuaskan untuk perjalanan ibadah Umroh.
4 Jangan Tergiur Dengan Harga Murah
Hal inilah yang dialami oleh pengguna jasa First Travel. Mereka tergiur karena harga paket yang ditawarkan oleh First Travel sangat jauh lebih murah jika dibandingkan dengan jasa travel lainnya.
Waspada travel yang menawarkan paket perjalanan ibadah Umroh dengan harga murah bahkan saking murahnya hingga tidak masuk akal, apalagi bila sampai menawarkan fasilitas kelas satu selama perjalanan.

5 Cek Fasilitas Umroh
Travel umroh yang baik pastinya akan terbuka mengenai fasilitas apa saja yang akan didapatkan dan fasilitas yang harus dibayar sendiri, karena tidak termasuk dalam fasilitas yang disediakan travel umroh.
Jadi, pastikan Anda memperhatikan fasilitas apa saja yang diberikan travel umroh agar Anda tidak kecewa di kemudian hari.
6 Cek Cara Pembayaran
Travel Umroh resmi umumnya selalu menggunakan jasa perbankan untuk segala transaksi pembayaran. Pastikan travel umroh yang Anda pilih memiliki rekening atas nama perusahaan dan bukan atas nama pribadi.
7 Gali Informasi dari Kerabat
Sebelum memilih dan menentukan travel umroh, ada baiknya Anda bertanya kepada kerabat yang pernah melakukan perjalanan ibadah umroh atau kerabat yang memang mengetahui travel umroh yang sesuai dan aman.


8 Tanyakan Ada/Tidaknya Pembimbing saat Umroh

Pastikan travel yang dipilih telah menyediakan pembimbing ibadah umroh yang akan menemani selama perjalanan ibadah di Tanah Suci.
Keberadaan pembimbing sangat penting bagi jemaah, dengan adanya pembimbing yang selalu menemani maka kita tidak akan kesulitan saat beribadah.
Misalnya : pembimbing akan mengarahkan kita dalam memenuhi rukun umroh, memandu saat kita berkunjung ke tempat wisata, bahkan pembimbing dapat menjadi penerjemah saat berkomunikasi dengan penduduk setempat.

9 Jangan Pilih Travel Umroh yang menjanjikan keberangkatan 
Jika menemui travel Umroh yang menjanjikan keberangkatan Umroh satu atau dua tahun lagi, dengan alasan apapun, hal tersebut tidak dapat dibenarkan. Umroh bukanlah Haji yang harus mengantri karena banyaknya Jemaah yang mendaftar dan terbatas pada kuota-kuota Haji tiap tahunnya.

10 Hindari Travel Umroh yang menggunakan Sistem MLM
Dalam sistem ini, biasanya calon jemaah diminta untuk membayarkan sejumlah uang untuk bergabung. Setelah bergabung, calon jemaah harus mengajak orang lain untuk bergabung dan menjadi downline. Setelah terkumpul downline yang telah ditentukan, barulah dapat berangkat ibadah umroh.
Sistem ini sebenarnya hanya mengacu pada keuntungan semata dan travel umroh ini tidak berfokus pada pelayanan jasa yang baik. Selain itu, banyak ulama yang mengharamkan sistem MLM karena dianggap menguntungkan satu pihak dan merugikan yang lain.
Diambil dari : www.finansialku.com
Semoga bermanfaat ^^










Awas, Jangan Menggunakan Bahu Jalan, Kecuali.........

Monday, January 29, 2018

Lajur di tol biasanya terbagi 3 bahu jalan (kiri), badan jalan, dan lajur untuk menyalip
Gambar diambil dari wikipedia 

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hai...hai.....
Kemaren saya mudik ke kampung halaman saya, Salatiga, dikarenakan sudah 2 bulan tidak pulang kampung. Sebenarnya ibu saya paham dengan kondisi saya yang sedang hamil muda, namun anak-anak yang ngedrel pingin ke Salatiga karena sudah kangen dengan saudara-saudara sepupunya. Ya, sudahlah saya terpaksa mengalah. Untunglah, Salatiga tidak terlalu jauh dari Semarang apalagi kalau melewati jalan tol dengan mobil pribadi, tidak terasa sudah sampai.

Bagi Anda pengguna jalan tol pasti tahu bahwa sekarang fasilitas pembayaran tol tidak lagi menggunakan uang cash, melainkan dengan kartu E-Toll. Biasanya, sebelum pergi suami yang membeli saldo kartu e toll di Indomart/Alfamart terdekat. Menurut saya lebih praktis seperti itu sih, kita jadinya tidak usah terlalu lama menunggu antrian membayar tol. Memang, benar seharusnya seperti itu. Beberapa negara maju juga telah menerapkan peraturan tersebut.
Saya suka sekali lewat tol meskipun tarifnya sekarang agak mahal, melihat pemandangan-pemandangan pepohonan yang hijau-hijau sangat menyejukkan mata. Atau kala pulang di malam hari juga pemandangannya sangat indah, terlihat kerlap-kerlip lampu dari kejauhan. Pernah juga sih saya dan suami melewati jalan lintas yang bukan tol, biar mengirit maksudnya he he  tetapi malah macet dan harus bersaing dengan bis-bis kecil itu yang sukanya ngebut. Bukannya ngirit malah ngorot.

Baca juga : Jalan-jalan ke Tol Salatiga-Bawen 

Pemandangan sekitar tol -dokpri

Di jalan tol juga ada berbagai karakter orang, ada orang yang patuh juga ada juga orang yang tidak disiplin. Ada juga orang yang mentang-mentang di jalan tol, mengendarai mobil dengan kecepatan yang sangat tinggi diatas 80 km/jam. Kalau suami sih tidak pernah sampai segitu. Paling ya cuman 60 km/jam. Ada juga orang yang "nggremet" kayak siput di jalan tol mirip mobil pengantin ha ha. Untunglah ada lajur untuk menyalip.  Serasa pengamat transportasi ^^.

Kalau lagi di jalan tol sesekali saya memfoto pemandangan-pemandangan sekitar tol. Membaca-baca rambu-rambu yang ada di jalan tol seperti DILARANG MEMAKAI BAHU JALAN KECUALI DARURAT, DILARANG MEMBUANG BARANG APAPUN DI JALAN TOL, MAKSIMAL KECEPATAN 80 km/jam dll. Kalau tidak, saya sukanya menghapal beraneka macam mobil yang lewat di jalan tol, seperti misalnya mobil terios buatan mana sih yah, atau pajero itu buatan mana, mobil itu sama yang itu bagus mana?. He...he...terlalu kritis memang dan itu menarik untuk bahan pembicaraan selama perjalanan dengan suami. Biar dia juga tidak mengantuk.
Saya ke Salatiga hanya 1 hari saja,  hanya ingin menyenangkan hati anak-anak saja. Soalnya saya sudah berjanji sejak 2 minggu yang lalu untuk pergi ke rumah uti. Mereka juga kerap komplen kalau janji tidak ditepati. Mamah tu kalau janji tidak ditepati og gitu. Wes, pokoke mereka udah pinter berdebat deh. Sampai-sampai saya kewalahan.

Saya pulang dari Salatiga setelah Maghrib sekalian makan malam. Biar ngirit he he. Pulangnya saya melewati tol Bawen seperti biasa. Kalau lewat tol Semarang-Salatiga bisa ditempuh selama 1.5 jam. Nah, sore hari ketika melewati tol arah Semarang itu ada mobil pribadi yang jalannya ngebut dan menggunakan bahu jalan. Seperti yang kita ketahui jalan tol itu dibagi menjadi 3 lajur bahu jalan, badan jalan, dan lajur untuk menyalip. Padahal, bahu jalan itu diperuntukkan hanya untuk mobil-mobil yang darurat, seperti misalnya mobil mogok, ambulans, atau mobil yang terkena kecelakaan. Akan bahaya sekali apabila ketika Anda menggunakan bahu jalan dan ada mobil mogok yang diparkir di bahu jalan tersebut, bisa terjadi kecelakaan yang akibatnya bisa fatal. Untunglah, suami selama ini selalu patuh dengan tata tertib lalu lintas baik di jalan raya ataupun di jalan tol karena semua berbalik kepada kita juga. Jadi, jangan gunakan bahu jalan kecuali darurat ya guys.
Semoga bermanfaat ^^.












Must Do Resolusi 2018

Sunday, January 21, 2018



Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Welcome 2018.......
Lama tidak menulis blog, dikarenakan si empunya blog lagi terserang virus males. Malesnya sebenarnya ada alesannya sih...karena lagi hamil muda. Iya, alhamdulilah saya lagi hamil yang ketiga nih ...doakan lancar ya. Pokoknya selama sebulan ini aktivitas saya bangun tidur....melek sebentar....mengerjakan kegiatan rumah tangga.....tidur lagi...... persis kayak kehamilan sebelumnya. Ditambah lagi saya males ngapa-ngapain males dandan, malas mandi, dan sederet rasa malas yang tiba-tiba muncul. Pagi ini karena sudah bosen tidur saya jadi keinget PR arisan blog yang belum tertulis dan temanya adalah resolusi 2018 merupakan ide dari blogger kece dan pekerja kantoran yaitu mbak Lestari  yang merupakan salah satu founder dari komunitas Blogger Gandjelrel . Sudah lama sekali tidak kopdaran dengan mbak Lestari atau mbak Taro. Dia pinter fotografi lho. 

Di tahun 2018 ini saya mempunyai harapan semoga tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Menjadi istri, ibu lebih baik dari sebelumnya. Berpikiran lebih optimis dari sebelumnya. Nah, saya akan menuliskan beberapa resolusi 2018 ala saya : 

1. Lebih rajin menulis blog
Menulis blog bagi saya adalah sebuah kebutuhan. Ada kalanya rasa bosan melanda, namun saya berusaha merecharge batre saya karena menulis blog memiliki banyak keuntungan seperti memperoleh banyak teman dan juga bisa nambah-nambah uang jajan. Lumayan deh pokoknya. Sebenarnya tidak melulu uang sih alesannya, tetapi bisa jadi media curhat ^^.

2. Ingin mewujudkan impian si kakak : Membuat buku
Si kakak Lia sudah mulai suka menulis dan disamping itu dia juga sangat pintar menggambar kartun dan manga. Berbeda dengan saya yang tidak pandai menggambar apapun. Ini menurun dari ayahnya sebenarnya. Saya bisanya cuman menggambar pemandangan gunung. Dan itu tidak berubah sampai sekarang lho. Kalau saya ditanya saat ini, Anda bisa menggambar apa? Ya itu pemandangan dengan gunung 2 he..he....he.
Saya sekarang sedang berusaha mengumpulkan dan memilah tulisan-tulisan si kakak dan mengirimkan ke teman blogger juga. 

3. Ingin fokus dulu ke anak-anak 
Selama hamil ini saya ingin fokus dulu ke anak-anak terutama si kecil di dalam perut. Sebenarnya banyak juga pesanan seprei dan baju-baju, namun sementara ingin istirahat dulu. Saya tidak ingin terlalu setres memikirkan pesanan-pesanan. Mungkin saya ingin lebih nyantai dulu, menulis blog,  hangout dengan teman, dan aktif di pengajian-pengajian. Setelah melahirkan mungkin saya ingin memulai menjahit lagi.

Sekilas tentang Komunitas Blogger Gandjelrel
Komunitas ini merupakan salah satu komunitas menulis di Semarang yang didirikan oleh 5 orang blogger kece pada  tanggal 22 Februari 2015  yaitu Dewi Rieka, Lestari, Rahmi Aziza, Uniek Kaswarganti dan Wuri Nugraeni dengan label “Gandjel Rel (GR)”. Dengan membawa tagline (baca ngeblog ben ra ngganjel) artinya ngeblog supaya tidak ada yang mengganjal di dalam hati. Penamaan Gandjelrel diambil dari salah satu kue terkenal di Semarang yaitu roti Gandjelrel yang manis dan legit. Dengan harapan komunitas ini bisa memberikan kontribusi yang manis.
Saya bergabung di komunitas Gandjelrel tahun 2014 dan senang bisa menjadi bagian dari komunitas ini. Mulai dari tulisan yang agak amburadul dan sekarang udah mulai bisa dibaca he he semua berkat bimbingan para founder lho. Juga banyak pelajaran-pelajaran positif lainnya seperti bagaimana mengatasi klien dll. Terima kasih Gandjelrel....

Nah, itulah resolusi 2018 saya...bagaimana dengan kamu? Share di kolom komentar ya ....





I Finally Get Pregnant

Tuesday, January 9, 2018

diambil dari pixabay 

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sebenarnya saya agak-agak bingung menulis untuk tema arisan blogger edisi yang ke 19, yang temanya adalah peristiwa yang berkesan yang merupakan ide dari dua blogger kece Mbak Mechta Deera dan Mbak Nuzha . Kepingin nulis tentang pertemuan dengan suami (sudah), rekreasi yang berkesan (sudah juga). Nah, akhirnya nulis tentang pengalaman hamil yang pertama saja.

Baca juga : Menjemput Jodoh 

Mengapa berkesan ? Karena saya sebenarnya waktu itu masih kurang yakin apakah bisa hamil, dikarenakan saya pernah sakit keputihan yang lumayan lama. Sudah mengkonsumsi berbagai macam obat namun tidak kunjung reda. Padahal, waktu itu dokter kandungan tempat saya biasa periksa berkata bahwa kemungkinan saya akan sulit untuk memperoleh anak jika saya menikah nanti. Mendengar hal itu saya jadi sedih. Karenanya, seminggu sebelum menikah saya sempat sakit dikarenakan memikirkan hal itu. Dan tidak mungkin juga saya bercerita dengan calon suami saya. Ya, sudahlah saya pasrah saja kepada Allah SWT. 
Sebulan setelah menikah kami pulang ke Salatiga untuk yang pertama kalinya. Sudah saya bayangkan respon saudara-saudara saya dan tetangga saya. Saya tahu mungkin itu salah satu bentuk perhatian mereka kepada saya. Di kampung tersebut ada juga saudara ibu yang rumahnya tidak terlalu jauh dari rumah ibu saya. Saya biasa memanggilnya bulik. Banyak dari mereka yang bertanya, gimana udah "isi" belum? Belum kok. Doain ya.


Tadi sih habis makan tempe goreng 2, jadi ya baru isi tempe goreng he he. Doain ya biar cepet. Tiap kali pulang saya berkunjung ke rumah nenek saya, ibu saya dan saudara-saudara saya dan tidak lupa saya meminta doa. Selain itu juga tidak lupa berdoa kepada Allah SWT dan tetap berusaha. 
Bulan ke 2 ketika saya pulang ke Salatiga saudara-saudara saya juga menanyakan hal yang sama. Belum kok, semoga nanti bulan berikutnya ya. Iya gpp, kan umurmu juga masih muda. Oia, waktu itu umurku 25 tahun. Umur 25 tahun kalau untuk orang-orang di kampungku sudah termasuk usia telat nikah. Rata-rata teman-teman yang di kampungku menikah setelah lulus SMA. Tetapi, kita kan tidak dapat memaksakan diri untuk bertemu jodoh di usia dini. Sebelum kita lahir di dunia, nama jodoh kita sudah tertera di tangan Allah SWT. Untunglah, saya tidak terlalu terlambat dipertemukan dengan suami.
Saya masih santai ketika bulan ke 2 belum kunjung hamil. Toh, yang memberikan keturunan semuanya adalah hak prerogatif Allah SWT.


Bird, Waters, Nature, Animal World, Swan
diambil dari pixabay

Mulai bulan ke 4 saya mulai agak cemas karena memikirkan “ramalan” dokter kandungan terdahulu ketika saya sakit keputihan. Sebenarnya cemas itu sangatlah tidak baik karena akan semakin memperburuk keadaan. Karena, waktu itu saya posisi masih tinggal di tempat mertua dan saya juga setelah menikah otomatis keluar dari pekerjaan saya. Namun, sebenarnya suami tetap mengijinkan saya untuk bekerja, namun dia lebih suka kalau saya di rumah mengasuh anak-anak. Di bulan ke 4itu mulai banyak pertanyaan yang agak mengganggu saya. Mulai dari tetangga saya di komplek mertua, ditambah lagi saya agak belum sepenuh hati menjadi ibu rumah tangga. Sudah hamil belum??
Entahlah, karena kebanyakan pikiran saya jadi sakit keputihan lagi. Keputihan saya itu mengganggu karena gatal akibat jamur.

Ketika itu saya kebetulan juga sedang pulang ke Salatiga. Waktu itu saya berinisiatif periksa ke dokter kandungan yang ada di Salatiga. Dokter kandungan yang di Salatiga itu bernama dokter M, termasuk salah satu dokter dengan banyak pasien. Beliau bilang kalau keputihannya tidak apa-apa itu karena hormonal saja karena akan hamil, karena terlihat dari usg 2 dimensinya (jaman dulu masih 2 D he he ), agak membesar di bagian kandungan. Alhamdulilah, setengah tidak percaya mendengarnya. Bulan berikutnya saya telat 2 minggu dan setelah di tespek ternyata memang benar ada garis 2nya. Ternyata, hanya Allah SWT yang berkuasa di atas segalanya, Dia selalu saat yang tepat untuk memberi kebahagiaan dan satu lagi jangan cemas. Semangat ya yang belum dapat baby...






Menelpon Ibu Adalah Hal Sederhana Yang Membuat Seorang Ibu Bahagia

Wednesday, December 13, 2017



Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Hai....
Beberapa hari yang lalu saya berulangtahun yaitu tanggal 3 Desember (hayo udah ngucapin belum? he3). Awalnya saya lupa tentang tanggal ultah saya. Aduh, kok bisa sih ya. Lantaran beberapa hari sebelum ultah saya jatuh di kamar mandi, karena lantainya agak licin dan lupa dikosek. Jadi, beberapa hari saya tiduran saja di rumah. Tidak ngapa-ngapain. Ndilalah, laptop juga lagi error dan diservis. Jadinya, saya selama sekitar 3 harinan tidak masak n tidak mencuci. Rumah berantakan sedikit. Biarlah. Yang penting kalau suami dateng udah rapi. Alhamdulilah, sekarang sudah sembuh setelah saya pijatkan. Tadinya, tulang belakang saya sakit banget. Memang, sehat itu mahal harganya ya.

Nah, sehabis subuh tanggal 3 Desember suami saya mengucapkan selamat ultah, begitu pula anak-anak. Saya dibelikan 2 coklat delfi yang lezat itu, dimakan pagi itu.

Kakak : "Wah enak ya Mamah ultahnya dua kali." 
Saya : "Lho, kok bisa kak? 
Kakak : "Iya dong, nanti tanggal 22 Desember hari Ibu, berarti nanti mamah ultah lagi dong.
Saya :"He..he...kok tahu sih kak.
Suami : "Kamu pingin dibelikan apa ?"
Saya : "Pingin baju."
Suami : "Ya, nanti tak beliin. 
Hmmm...suamiku baik banget deh. 

Alhamdulilah, saya sudah menikah dengan suami selama 13 tahun. Menjadi ibu dari 2 orang putri. Ternyata, menjadi ibu itu memang tugas yang mulia dan maha berat. Hal ini mulai saya rasakan semenjak memiliki anak-anak. Ketika mereka sakit atau kadang-kadang mereka mulai membantah, melawan. Atau sebaliknya ketika hilang kesabaran saya menghadapi mereka. Saya jadi membayangkan ibu saya, yang membesarkan 5 orang anak. Tentunya, lebih berat ketimba saya.  

Menimba air di sumur sambil menggendong saya, pergi ke puskesmas jalan kaki gendong adik saya dan menggandeng saya dan kakak. Waktu itu juga gaji ayah saya sebagai PNS masih kecil,  irit sana irit sini bahkan ibu saya cerita dulu anak-anaknya jarang dibelikan baju baru, lebih sering baju bekas. Untunglah, saya dan saudara-saudara saya masih kecil tidak bisa membedakan baju bekas atau tidak. Kalau melihat anak-anak tetangga lain itu pada sering dibelikan boneka dan mainan. Saya seumur-umur tidak pernah, begitu juga dengan saudara saya. Namun, dalam hati kami tidak pernah ada rasa iri. Ibu saya juga baru-baru ini saja menceritakan hal ini ketika saya sudah menikah dan punya anak. Beliau menceritakannya sambil menangis. Beliau bersyukur memiliki anak-anak yang selalu "nrimo" dan tidak pernah komplain apapun. 

Ibu saya adalah seorang yang setiti (bahasa jawa :hemat, pintar mengelola keuangan), beliau tidak suka hutang. Kalau memang butuh dia lebih suka membelinya cash. Kalau saya melihat lingkungan sekitar saya waktu itu, mayoritas ibu-ibunya suka berhutang kepada rentenir. Bahkan, ada yang sampai menjual rumah dan barang-barang berharga lainnya. Alhamdulilah, ibu saya tidak. Meski beliau adalah lulusan SD saja. Ibu saya juga banyak mengajarkan kepada saya agar pintar mengelola uang belanja dan menjaga nama baik suami. Itulah yang saya pegang sampai sekarang dan akan terus saya ajarkan kepada anak-anak saya. 


diambil dari Google Image 
Namun, ada kekurangan ibu kalau dalam 1 minggu tidak telepon beliau suka marah. He he. Pokoknya seminggu sekali harus ditelepon. Kata ibu ga usahlah kasih uang ke ibu asal suka menelpon aja ibu sudah senang. Mungkin beliau butuh perhatian ya. 
Kadang kesibukan saya membuat saya kadang lupa tidak telepon ibu. Biasanya ibu yang gantian telepon. Tapi ujung-ujungnya ibu bilang...ibu teleponnya sebentar aja ya nanti pulsanya cepet habis he he. Maklumlah, hp ibu saya bukan hape android yang bisa WA atau video call an. Jadi, hp ibu itu cukup bisa untuk telepon dan sms aja. Memang, semakin tua seseorang biasanya semakin butuh perhatian, meskipun ada kakak saya yang serumah, namun beliau tetaplah membutuhkan perhatian dari anak-anak yang lain. Kalau Anda udah telepon ibu tidak dalam minggu ini?. Jangan lupa pula ucapin Selamat Hari Ibu juga ya. Karena menelpon ibu bisa membuatnya sangat bahagia, melebihi diberi uang. Tak akan cukup langit dan lautan, jika harus menampung kasih sayang ibu kepada anaknya. Tulisan ini merupakan ide pemenang Arisan Blogger Gandjelrel yaitu mbak Chela dan Mbak Noorma . Selamat ya mbak-mbak kece. 😍





Guru Yang Bersahabat Adalah Guru Yang Bisa Menghasilkan Ribuan Orang Hebat

Monday, December 4, 2017

Getguru.com


Assalamu'alaikum Wr. Wb. 
Hai...semua
Beberapa waktu yang lalu kita memperingati hari Guru Nasional yaitu tanggal 25 November 2017. Sedikit agak terlambat saya ingin mengucapkan "Selamat Hari Guru" untuk semua Bapak dan Ibu Guru di Indonesia. Tanpa jasa guru apalah jadinya kita. Tidak bisa menulis, tidak bisa membaca. Teringat setahun yang lalu ketika perpisahan sekolah anak saya, ada sebuah lagu yang membuat semua orang tua yang hadir di perpisahan sekolah tersebut berlinangan air mata termasuk saya juga, yaitu ketika lagu "Terima Kasih Guruku" dikumandangkan.

Lirik lagunya adalah sebagai berikut :
Pagiku cerahku matahari bersinar
Ku gendong tas merahku di pundak
Slamat pagi semua, Ku nantikan dirimu
Di depan kelasmu menantikan kami

Guruku tersayang, Guru tercinta
Tanpamu apa jadinya aku
Tak bisa baca tulis, mengerti banyak hal
Guruku terima kasihku

Nyatanya diriku kadang buatmu marah
Namun segala maaf kau berikan

(Intro:)

Slamat pagi semua ku nantikan dirimu
Di depan kelasku menantikan kami

Guruku tersayang, Guru tercinta
Tanpamu apa jadinya aku
Tak bisa baca tulis, mengerti banyak hal
Guruku terima kasihku

Nyatanya diriku kadang buatmu marah
Namun segala maaf kau berikan

Guruku tersayang, Guru tercinta
Tanpamu apa jadinya aku
Tak bisa baca tulis, mengerti banyak hal
Guruku terima kasihku

Guruku tersayang, Guru tercinta
Tanpamu apa jadinya aku
Tak bisa baca tulis, mengerti banyak hal
Guruku terima kasihku

Baca juga : Harus Suka Dulu 

Makanya, tidak berlebihan apabila di Jepang, orang-orang sangat menghormati guru bahkan membungkuk kala bertemu dengan guru di jalan. Kita kadang malu-malu kalau bertemu di jalan dengan guru kita, bahkan kadang kita menghindar. Hayo, siapa yang kayak gitu? He..he...
Saya tidak bisa membayangkan betapa beratnya perjuangan guru dalam memberikan pelajaran kepada murid-muridnya. Minimal di kelas kan ada 24-30 siswa ya. Saya aja kadang kewalahan kalau mengajari anak-anak belajar di rumah. Tentunya butuh kesabaran yang sangat ekstra. Topik tentang guru ini adalah ide dari dua blogger kece yang menang pada arisan Blogger Gandjelrel periode 17, yaitu mbak Relita dan Mbak Yuli. Mbak Relita atau mbak Icha adalah seorang ibu rumah tangga yang aktif menulis blog, dan  sering menang di lomba-lomba blog lho. Sedang Mbak Yuli adalah blogger sekaligus dosen. Keren kan?

Nah, kembali lagi ke topik tentang guru ya. Sebenarnya guru seperti apa sih yang disukai murid? Menurut sebuah survei guru yang disukai murid adalah guru yang interaktif, guru yang memiliki selera humor, ramah, tidak terlalu lunak namun juga tidak terlalu kasar, tidak memberikan tes tiba-tiba (diambil dari CNN News). Bayangkan, apabila rentang jam sekolah yang panjang dan guru tidak bisa membuat suasana kelas yang interaktif, maka pastinya siswa menjadi bosan dan cepat mengantuk. Pengalaman dulu waktu saya masih sekolah, saya juga lebih menyukai guru yang interaktif dalam artian punya selera humor dan juga membuat suasana belajar menyenangkan. 


Image result for guru
Google Image 

Dulu, saya sangat tidak menyukai pelajaran matematika. Waktu itu saya kelas 1 SMP dan bersekolah di salah satu SMP favorit di Salatiga. Saya diajar oleh seorang ibu guru yang boleh dibilang salah satu guru killer di sekolah, dan sangat tidak disukai oleh murid-murid. Postur tubuhnya pendek dan senang sekali mempermalukan anak-anak yang tidak bisa matematika termasuk saya. Hhhh...gemes banget. Jadi, anak yang tidak suka matematika akan diceng (diincar). Saya dan teman-teman yang tidak bisa/tidak lancar matematika seringkali ditunjuk di depan untuk dipermalukan dan diece/diejek. Pengalaman itu sangat membekas dalam diri saya. Saya jadi semakin membenci pelajaran matematika. Dari kelas 1-3 di SMP tersebut saya mendapati guru matematika yang sangat tidak memuaskan. Dan selama itulah nilai matematika saya jelek. Namun, untungnya orang tua saya tidak terlalu memusingkan hal tersebut.


Berbeda keadaan ketika saya SMA. Saya sekolah di SMA N 1 Salatiga. Salah satu SMA favorit hingga sekarang. Bangga sekali saya menjadi bagian darinya. Saya diajar oleh guru Matematika yang ramah, memiliki selera humor, bersahabat dan bisa berpikiran dingin, bisa menyelami pikiran anak SMA. Sayang sekali saya kok lupa dengan nama gurunya. Maaf ya pak. Tak hanya pak guru Matematika yang sangat disukai teman-teman SMA saya waktu itu. Guru PKN pada jaman itu kalau tidak salah namanya Pak Kusmin juga sangat digandrungi anak-anak. Apalagi beliau memiliki wajah yang ganteng hehe. Dia terkenal memiliki selera humor yang tinggi. Saya sadar tidak semua orang memiliki selera humor at least saya suka dengan guru yang ramah dan bersahabat. Oia, waktu SMA itu nilai-nilai matematika saya selalu bagus. Waktu kelas 3 malah nilai matematika saya termasuk paling tinggi di kelas. Terima kasih guruku... Guru yang bersahabat adalah guru yang bisa menghasilkan ribuan orang hebat. Semoga bermanfaat ya........








Ups....Mah, Aku Hujan-hujanan.....

Sunday, November 26, 2017


Assalamu'alaikum Wr. wb. 
Bulan Nopember-Desember adalah puncak-puncaknya musim hujan. Jam 12 siang biasanya mendung mulai turun disertai hujan rintik-rintik. Hawa yang dingin menyeruak ke seluruh penjuru rumah termasuk kasur, aduh lihat kasur yang dingin itu membuat rasa kantuk saya meningkat tajam. Apalagi, anak-anak pulang sore semua. Nah, saatnya menyalurkan hobi tidur saya he he....Ups salah rewind-rewind.
Mosok lagi nulis tidur ga lucu dong......

Dua hari ini memang curah hujan di Klipang cukup tinggi. Biasanya sehari jemuran sudah kering, sekarang 2 hari baru bisa kering, itu saja terkadang disertai bau apek. Makanya,  saya sekarang  memberi pewangi banyak-banyak pada cucian. Kalau tidak membantu ya terpaksa saya cuci lagi. 
Saya sudah wanti-wanti dengan 2 anak perempuan saya untuk tidak berhujan-hujanan sebelum saya jemput. Baik dengan si kakak yang sekarang sudah remaja kelas 1 SMP  maupun adiknya yang kelas 3 SD. Keduanya saya beri nasihat agar berteduh di aula sekolah bila hujan datang. Jangan hujan-hujanan. Ingat pesan mamah ya. Mereka kompak menjawab "iya, mah". 
Lega dalam hati saya mendengar jawaban mereka, alhamdulilah mereka itu selalu patuh dengan orang tua pikir saya dalam hati. 

Hari Kamis pagi jam 7.30 biasanya saya berenang dengan teman-teman saya, namun tak tunggu-tunggu kok tak ada pesan WA masuk. Mungkin mereka lagi sibuk pikir saya. Lagian Kamis pagi cuacanya mendung, saya juga agak males keluar sih sebenarnya. Ha..ha....
Pura-pura lupa. 
Jam 08.00 teman saya WA : Bue, renangnya off dulu ya. Lagi astronot nih."
Saya : Opo to kui astronot ?? 😇
Teman : Dateng bulan bue...
Saya : Oalah.
Saya : Ya, udah to ndak usah berenang dulu...aku juga lagi kademen og. He...he...


Image result for hujan
Main hujan-hujanan
Setelah itu saya kembali dengan aktifitas rumah tangga menyetrika, bersih-bersih dan lain-lainnya. Waktu menunjukkan jam 12 siang. Peyutku udah keroncongan dari tadi. Terus makan deh. Huum ...paling enak memang masakan buatan sendiri. Setelah makan siang, saya selanjutnya sholat dhuhur. Alhamdulilah, Ya Alloh, terima kasih atas nikmat yang telah Engkau berikan pada hari ini. Nikmat sehat...nikmat bisa makan. Kedua hal itu mengapa ya kita kadang susah untuk mensyukurinya.

Jam 12 lebih sedikit, mendung sudah mulai merajai langit. Saatnya saya untuk memasukkan jemuran kemaren. Sambil menyanyi-nyanyi sendiri. Sepi banget kalau tidak ada anak-anak. Tidak lupa saya menutup jendela-jendela kamar, supaya tidak kemasukan air hujan. Dalam hati saya doakan anak-anak semoga hari ini diberi kemudahan dan kelancaran dalam menuntut ilmu. Saya kok jadi terharu ya. Sebagai orangtua hanya ini yang bisa saya lakukan untuk mereka, memberikan pendidikan terbaik dan  melihat mereka sehat itu sudah membuat saya bahagia.

Jam 1 si Kakak telepon kalau dia pulang jam 5 sore karena ada ekstra pramuka. Iya, nanti mamah jemput jam 5 ya. Kalau si adik pulang jam 3.30 sore. Keduanya sekolah di sekolah islam, disana menerapkan full day school jadinya pulangnya sore. Saya menjemput si adik terlebih dahulu, dan alhamdulilah semuanya beres dan sesuai harapan, meski disertai hujan. Istirahat sebentar setelah jemput si kecil sambil lihat TV. Kemudian, si kecil tak suruh mandi sore. Sebentar lagi gantian jemput si kakak nih. Untunglah, sekolahnya dekat. Sekitar 10 menit dari rumah. Hujan semakin lama semakin deras pada waktu itu. Biasanya saya menjemput si kakak jam 5 kurang dikit. Eh, baru saja ganti baju mau jemput si kakak. Ternyata, si kakak udah pulang basah kuyup. Dari ujung kepala sampai ujung kaki basah semua. Ya ampyun...tuing..tuing. Awalnya saya marah ...tetapi dalam hati, saya tidak bisa benar-benar marah karena kalau flash back ke masa kecil memang main hujan-hujanan itu enak lho. Besok jangan hujan-hujanan lagi, mamah harus nyuci baju kamu. Sepatunya juga basah. Hmmm....dasar anak-anak. Meski udah SMP tapi juga belum ndolor nih anak. 

Besok harinya....kejadian ini berulang. Gantian si adik yang hujan-hujanan. Padahal, dia melihat si kakak pas saya marahin lho. Hmmm.....
Enak kok mah hujan-hujanan. Iya, kamu yang enak. Mamah nih yang ga enak nyuci baju lagi. Padahal, biasanya dia tidak pernah seperti ini. Selalu patuh. Mungkin dia penasaran ya lihat si kakak hujan-hujanan. Aku enggak pusing kok mah hujan-hujanan. Seger katanya. Memang sih saya pernah melihat sekilas kalau tidak salah di on the spot, bahwa ada sebuah penelitian di luar negeri kalau air hujan itu malah bagus kok untuk kesehatan. Asal ya, jangan lama-lama. Malah bikin kebal penyakit lho. Tidak tahu ya penelitian itu benar apa tidak ya. 











                                               






Mati Air 7 Hari Gimana Rasanya ?

Friday, November 10, 2017



Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Pernahkah Anda merasakan segarnya mandi dengan air yang berlimpah di bak mandi Anda? Segar sekali bukan. Kala itu rasanya dunia milik sendiri. Byar..byur ..byar...byur. Entah habis berapa gayung/berapa liter air dalam sekali mandi. Jika satu gayung diasumsikan dengan 1 liter air. Maka rata-rata orang dalam satu hari menghabiskan 12 liter air untuk mandi saja. Itu belum termasuk keramas lho. Belum lagi untuk kebutuhan lainnya seperti mencuci baju, gosok gigi, minum, buang air kecil, buang air besar, mencuci mobil dan lain-lainnya. Tanpa makanan orang bisa bertahan seminggu atau lebih, tanpa listrik manusia tetap bisa beraktifitas meskipun terbatas, dan tanpa air manusia hanya bisa bertahan beberapa hari saja karena 70 % tubuh manusia adalah air.



Image result for mati air
Mati air deh 



Nah, inilah yang saya rasakan dalam beberapa hari ini. Tepatnya sudah 7 hari air PAM di komplek perumahan saya mati semenjak hari Sabtu. Sebenarnya sudah lama sekali air tidak mati dan selalu lancar setidaknya selama setahun ini. Mendadak sepulang dari aktivitas olah raga senam, saya mendapat kabar dari suami kalau airnya tidak nyala. Malam hari suami "menghadang" air datang. Keran dinyalakan semua. Tak setetes airpun masuk ke bak mandi kami. Dan, yang paling parah ternyata tandon juga sama sekali tidak ada air. Alamat tidak bisa mandi inih. Ya, udahlah solusi pertama adalah membeli air, mandi di mushola, atau mandi di tempat teman. Pada hari Minggu air juga belum mengalir, biasanya anak-anak semangat kalau diajak pergi ke rumah utinya di Banyumanik, namun kali ini mereka sedang pingin di rumah karena minggu kemaren sudah main ke mertua. Jadi, hanya suami saya saja yang pergi ke rumah mertua karena ada suatu urusan.

Biasalah kalau hari Minggu kami mandinya agak siangan. Saya melihat bak mandi masih ada air cuman 1 ubin. Pastilah, jumlah itu sangat minim untuk kebutuhan mandi. Entahlah waktu itu kok saya tidak kepikiran mandi di tempat mertua saja.  Menunggu mobil air lewat juga tidak kunjung datang. Karenanya saya kemudian berinisiatif untuk mandi di mushola tempat si kecil sekolah. Untunglah, sepi musholanya. Saya mengajak anak-anak mandi di mushola tersebut. Rasanya segar sekali.


Beginilah rasanya bila tidak ada air. Aktivitas rumah tanggapun jadi kacau. Hari 1 dan ke dua saya masih stress memikirkan air. Daripada stress, sayapun lama-lama terbiasa dengan air yg minim ini. Tiap hari saya membeli air sekitar 20-30 ribu sekali beli. Anggaran belanja jadi naik ini hufff. Kemudian baju-baju saya laundri. Menurut berita yang saya  dapat, matinya air di Klipang dan sekitarnya ini terjadi karena berkurangnya debit air, akibat musim kemarau. Sampai hari ke 4 air sama sekali tidak mengalir. Tetapi, untunglah selalu ada mobil air yang lewat untuk menawarkan air. Saya dan suami hanya bisa bersabar menunggu air mengalir. 


Alhamdulilah, tetangga-tetangga saya orangnya baik-baik. Ada tetangga sebelah rumah yang memiliki sumur dan beliau merelakan air dari sumurnya untuk disalurkan ke tetangga-tetangga yang membutuhkan. Namun, saya lebih memilih beli air saja, soalnya saya males angkat junjung ember dari depan ke belakang rumah. Meskipun mobil air biasanya dateng agak siangan sekitar jam 12 an. Hari ke 5 air mulai mengalir setetes demi setetes kemudian berhenti sampai sekitar jam 9. Setelah itu tidak mengalir lagi. Duh, sumpah kami sudah mau putus asa dan pingin pindah rumah saja. Dalam sholat saya sertakan doa semoga air segera mengalir. Di hari ke 6  alhamdulilah malam harinya turun hujan yang lebat, sehingga bisa menambah debit air. Sayapun tidak kelupaan untuk menadah air hujan. Lumayanlah bisa buat mengguyur setelah habis BAB dan BAK. 



Hari ke 7 (hari ini) jam 4 pagi suami sudah membangunkan saya dan memberi kabar kalau air di keran depan rumah sudah mulai mengalir, meskipun tidak deras. Suami saya selanjutnya mengangsu air untuk dimasukkan ke bak mandi dan  dapat terkumpul 1 bak mandi.  Setelah sebelumnya hanya 1 bak yang terisi kini ada 2 bak mandi yang terisi. Kamipun jadi semangat. Sayapun mencuci baju-baju anak saya. Alhamdulilah rasanya penuh syukur kepada Allah SWT bisa mencuci baju dengan sukses. Mati air selama 7 hari memberikan pelajaran kepada saya untuk tidak suka membuang-buang air dan mematikan keran air bila tidak digunakan. Semoga air di rumah Anda lancar selalu yaa. 







 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS