Wednesday, May 31, 2017

Aku Kangen Umroh Bareng Ibu

Hai semua.....😙

Tidak terasa hari ini sudah hari kelima puasa. Bagaimana puasa Anda? Semoga lancar dan sehat selalu ya. Tema arisan link Blogger Gandjelrel kali ini cukup menantang yaitu tentang sesuatu yang dikangeni. Ini adalah ide dari Mbak-mbak yang namanya muncul di arisan blog tahap ke 3 yaitu Mbak Rizka Alina dan Mbak Alley. Aku kapan ya dapetnya ? Hu hu. Dengan adanya arisan ini cukup membantu terutama buat blogger kayak aku ini yang nulisnya masih datnyeng. Jujur kalau yang aku dan suami kangeni adalah THR he he...kalau kamu?.

Image result for umroh
Ibadah Umroh dan Haji di Mekah 


Ibuku, usia 70 tahun 
Nah, beberapa waktu yang lalu ibuku cerita kalau beliau ingin sekali pergi umroh karena tabungannya sudah cukup. Sebenarnya beliau kepingin berhaji, tetapi daftar tunggunya itu lama banget. Apalagi ibuku usianya sudah 70 tahun. Mumpung masih sehat katanya. Ibuku itu meski sudah 70 tahun tetapi semangat hidupnya tinggi. Pagi setelah sholat subuh biasanya beliau jalan-jalan berkeliling alun-alun di dekat rumah. Selain itu beliau juga rajin mengaji kemana-mana, meskipun tempatnya jauh. Terkadang, anak-anaknya yang was-was. Makanya, aku seringkali berpesan kalau tidak ada barengan yang menyebrangkan tidak usah berangkat. Maklum, tinggal di kampung itu sepertinya hampir setiap 3 hari sekali itu pasti ada pengajian/hajatan.

Menurut beliau, sebenarnya ada rombongan teman pengajiannya yang berangkat umroh dan beliau ingin bareng.  Namun, tentunya kami sebagai anak tidak tega melepasnya begitu saja. Sebelumnya saya bertanya-tanya dan cari informasi ke teman-teman yang sebelumnya sudah berangkat umroh. Mereka rata-rata berpesan jangan berangkat sendiri meski ada rombongan yang sama-sama pergi umroh. Karena, pernah ada kejadian ibu temanku itu waktu umroh sandalnya terlempar sampai jauh untunglah ada yang menemukannya. Seseorang yang berwajah Arab dan baik hati. Parasnya itu terlihat bukan seperti orang pada umumnya tampak bersinar dan bersih katanya. Meskipun teman saya tidak mengalami hal-hal yang merugikan bagi dirinya namun kejadian itu cukup membekas. Makanya, dia menyarankan agar ibu ada yang mendampingi.

Melihat ibu yang ngebet kepingin umroh tersebut aku jadi terharu, dan ingin juga berangkat umroh bersama ibu. Anak manapun pastinya ingin sekali membahagiakan orang tuanya. Apalagi, orang tuaku tinggal ibuku. Namun, tahun ini aku dan suami berencana untuk membangun rumah. Karena rumahku ukurannya lumayan besar jadi otomatis butuh uang yang banyak. Belum lagi kalau membangun rumah itu biasanya kan "mremen-mremen" kemana-mana.  Pingin perbaiki ini, pingin perbaiki itu. Sebenarnya, aku juga sudah punya tabungan khusus untuk umroh tetapi masih kurang  hiks..hiks...kok jadi curcol. Karena, kemaren-kemaren uang tabungan kita berdua untuk melunasi rumah. Mumpung, anak-anak masih belum terlalu butuh biaya besar. Sebenarnya ibuku punya tanah yang lumayan besar dan ibu sudah menyarankan untuk  dijual. Tetapi, kami keluarga masih eman-eman. Soalnya tanah tersebut juga lumayan menghasilkan, dan rencananya sih dijual kalau pas kepepet saja. 

Aku ingin sekali membuat ibuku bahagia dan menggandengnya tatkala mengitari Ka'bah. Semoga Allah SWT mendengar doaku dan mengabulkannya.  Amiiiin.

Friday, May 26, 2017

Sambal Tumpang Masakan Favorit Kala Puasa

Hai semua....😎
Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu istimewa yaitu Bulan Ramadhan yang telah lama kita nanti-nantikan kehadirannya. Sebelumnya saya minta maaf apabila selama ini dalam tulisan saya ada kata-kata yang mungkin menyinggung para pembaca blog saya. 

Image result for gambar maaf saat ramadhan

Maaf  Lahir Bathin ya ..... 
Anda pastinya punya masakan favorit kala puasa kan? Mungkin sebenarnya tak hanya pas bulan puasa saja sih he..he..Ini karena untuk memenuhi tema #Arisan Blogger GandjelRel, maka saya mencoba untuk menuliskan resep favorit saya yang mungkin bisa jadi inspirasi Anda di saat bulan puasa nanti. 

Bagi Anda yang memiliki lahir dan besar di kota Salatiga seperti saya pastinya mengenal masakan satu ini. Di kota Salatiga banyak lho warung-warung yang menyajikan menu sambal Tumpang. Namun, sebenarnya belum jelas benar juga darimana sebenarnya masakan ini berasal. Ada yang mengatakan sebenarnya masakan sambal Tumpang ini berasal dari Kediri, Jawa Timur. Kurang tahu juga mengapa dinamakan Sambal Tumpang. Pokoknya saya suka deh dengan rasanya. Rasanya gurih dan pedas-pedas gitu serta yang agak berbeda dengan masakan lainnya adalah adanya aroma tempe semangit/tempe kemaren. Kalau orang Salatiga mengatakannya tempe busuk. Sebenarnya bukan tempe yang benar-benar busuk tapi lebih tepatnya tempe kemaren. Jadi aman dikonsumsi. 

Sambal tumpang biasanya disajikan dengan tahu, daging sapi, bumbu-bumbu yang dikukus serta dengan kuah santan yang lezat. Si kakak juga sudah mulai suka masakan pedas apalagi sambal tumpang buatan ibu saya. Ibu saya kalau membuat sambal tumpang itu enak banget. Makanya sepulang dari Salatiga, kakak biasanya minta dibuatin sambal tumpang. 




Nah mungkin Anda sudah penasaran dengan resep Sambal Tumpang ala saya. Inilah resepnya :

Bahan :
  • 1/4 atau 1/2 kg daging sapi/thethelan
  • tahu kulit
  • 1/2 butir kelapa untuk santan 
Bumbu :
  • 4 siung bawang putih
  • 4 siung bawang merah
  • Lombok merah 4/5 biji 
  • kencur 
  • daun jeruk 
  • lengkuas
  • salam 
  • tempe semangit (tempe kemaren)
  • garam dan gula pasir secukupnya
Cara membuat :

1. Semua bumbu  kecuali daun jeruk, kencur, lengkuas, dikukus terlebih dahulu.
2. Daging direbus terlebih dahulu sampai empuk.
3. Lebih bagus lagi apabila tahunya juga dikukus. Namun, apabila Anda repot tidak usah dikukus juga tidak apa-apa.
3. Setelah dikukus bumbu yang dikukus tadi diuleng sampai halus dan diberi daun jeruk, kencur, dan lengkuasnya.
4. Masukkan bumbu dan tahu ke dalam rebusan daging yang sudah empuk tadi dan tunggu sampai bumbu meresap sekitar 20 menit.
5. Masukkan santan. 
6. Kalau Anda suka Anda bisa menambahkan krecek. 

Nah, sambal tumpangnya siap untuk dinikmati. Mungkin bisa jadi alternatif Anda kala bulan puasa ini. Selamat ya untuk pemenang arisan blogger Gandjelrel putaran kedua ini yaitu mbak Wati dan Mbak Ika Hardiyan Aksari, keduanya adalah blogger yang produktif dan ciamik. Selamat menjalankan puasa untuk semuanya. Semoga bermanfaat ^_^