Monday, December 4, 2017

Guru Yang Bersahabat Adalah Guru Yang Bisa Menghasilkan Ribuan Orang Hebat

Getguru.com


Assalamu'alaikum Wr. Wb. 
Hai...semua
Beberapa waktu yang lalu kita memperingati hari Guru Nasional yaitu tanggal 25 November 2017. Sedikit agak terlambat saya ingin mengucapkan "Selamat Hari Guru" untuk semua Bapak dan Ibu Guru di Indonesia. Tanpa jasa guru apalah jadinya kita. Tidak bisa menulis, tidak bisa membaca. Teringat setahun yang lalu ketika perpisahan sekolah anak saya, ada sebuah lagu yang membuat semua orang tua yang hadir di perpisahan sekolah tersebut berlinangan air mata termasuk saya juga, yaitu ketika lagu "Terima Kasih Guruku" dikumandangkan.

Lirik lagunya adalah sebagai berikut :
Pagiku cerahku matahari bersinar
Ku gendong tas merahku di pundak
Slamat pagi semua, Ku nantikan dirimu
Di depan kelasmu menantikan kami

Guruku tersayang, Guru tercinta
Tanpamu apa jadinya aku
Tak bisa baca tulis, mengerti banyak hal
Guruku terima kasihku

Nyatanya diriku kadang buatmu marah
Namun segala maaf kau berikan

(Intro:)

Slamat pagi semua ku nantikan dirimu
Di depan kelasku menantikan kami

Guruku tersayang, Guru tercinta
Tanpamu apa jadinya aku
Tak bisa baca tulis, mengerti banyak hal
Guruku terima kasihku

Nyatanya diriku kadang buatmu marah
Namun segala maaf kau berikan

Guruku tersayang, Guru tercinta
Tanpamu apa jadinya aku
Tak bisa baca tulis, mengerti banyak hal
Guruku terima kasihku

Guruku tersayang, Guru tercinta
Tanpamu apa jadinya aku
Tak bisa baca tulis, mengerti banyak hal
Guruku terima kasihku

Baca juga : Harus Suka Dulu 

Makanya, tidak berlebihan apabila di Jepang, orang-orang sangat menghormati guru bahkan membungkuk kala bertemu dengan guru di jalan. Kita kadang malu-malu kalau bertemu di jalan dengan guru kita, bahkan kadang kita menghindar. Hayo, siapa yang kayak gitu? He..he...
Saya tidak bisa membayangkan betapa beratnya perjuangan guru dalam memberikan pelajaran kepada murid-muridnya. Minimal di kelas kan ada 24-30 siswa ya. Saya aja kadang kewalahan kalau mengajari anak-anak belajar di rumah. Tentunya butuh kesabaran yang sangat ekstra. Topik tentang guru ini adalah ide dari dua blogger kece yang menang pada arisan Blogger Gandjelrel periode 17, yaitu mbak Relita dan Mbak Yuli. Mbak Relita atau mbak Icha adalah seorang ibu rumah tangga yang aktif menulis blog, dan  sering menang di lomba-lomba blog lho. Sedang Mbak Yuli adalah blogger sekaligus dosen. Keren kan?

Nah, kembali lagi ke topik tentang guru ya. Sebenarnya guru seperti apa sih yang disukai murid? Menurut sebuah survei guru yang disukai murid adalah guru yang interaktif, guru yang memiliki selera humor, ramah, tidak terlalu lunak namun juga tidak terlalu kasar, tidak memberikan tes tiba-tiba (diambil dari CNN News). Bayangkan, apabila rentang jam sekolah yang panjang dan guru tidak bisa membuat suasana kelas yang interaktif, maka pastinya siswa menjadi bosan dan cepat mengantuk. Pengalaman dulu waktu saya masih sekolah, saya juga lebih menyukai guru yang interaktif dalam artian punya selera humor dan juga membuat suasana belajar menyenangkan. 


Image result for guru
Google Image 

Dulu, saya sangat tidak menyukai pelajaran matematika. Waktu itu saya kelas 1 SMP dan bersekolah di salah satu SMP favorit di Salatiga. Saya diajar oleh seorang ibu guru yang boleh dibilang salah satu guru killer di sekolah, dan sangat tidak disukai oleh murid-murid. Postur tubuhnya pendek dan senang sekali mempermalukan anak-anak yang tidak bisa matematika termasuk saya. Hhhh...gemes banget. Jadi, anak yang tidak suka matematika akan diceng (diincar). Saya dan teman-teman yang tidak bisa/tidak lancar matematika seringkali ditunjuk di depan untuk dipermalukan dan diece/diejek. Pengalaman itu sangat membekas dalam diri saya. Saya jadi semakin membenci pelajaran matematika. Dari kelas 1-3 di SMP tersebut saya mendapati guru matematika yang sangat tidak memuaskan. Dan selama itulah nilai matematika saya jelek. Namun, untungnya orang tua saya tidak terlalu memusingkan hal tersebut.


Berbeda keadaan ketika saya SMA. Saya sekolah di SMA N 1 Salatiga. Salah satu SMA favorit hingga sekarang. Bangga sekali saya menjadi bagian darinya. Saya diajar oleh guru Matematika yang ramah, memiliki selera humor, bersahabat dan bisa berpikiran dingin, bisa menyelami pikiran anak SMA. Sayang sekali saya kok lupa dengan nama gurunya. Maaf ya pak. Tak hanya pak guru Matematika yang sangat disukai teman-teman SMA saya waktu itu. Guru PKN pada jaman itu kalau tidak salah namanya Pak Kusmin juga sangat digandrungi anak-anak. Apalagi beliau memiliki wajah yang ganteng hehe. Dia terkenal memiliki selera humor yang tinggi. Saya sadar tidak semua orang memiliki selera humor at least saya suka dengan guru yang ramah dan bersahabat. Oia, waktu SMA itu nilai-nilai matematika saya selalu bagus. Waktu kelas 3 malah nilai matematika saya termasuk paling tinggi di kelas. Terima kasih guruku... Guru yang bersahabat adalah guru yang bisa menghasilkan ribuan orang hebat. Semoga bermanfaat ya........








Sunday, November 26, 2017

Ups....Mah, Aku Hujan-hujanan.....


Assalamu'alaikum Wr. wb. 
Bulan Nopember-Desember adalah puncak-puncaknya musim hujan. Jam 12 siang biasanya mendung mulai turun disertai hujan rintik-rintik. Hawa yang dingin menyeruak ke seluruh penjuru rumah termasuk kasur, aduh lihat kasur yang dingin itu membuat rasa kantuk saya meningkat tajam. Apalagi, anak-anak pulang sore semua. Nah, saatnya menyalurkan hobi tidur saya he he....Ups salah rewind-rewind.
Mosok lagi nulis tidur ga lucu dong......

Dua hari ini memang curah hujan di Klipang cukup tinggi. Biasanya sehari jemuran sudah kering, sekarang 2 hari baru bisa kering, itu saja terkadang disertai bau apek. Makanya,  saya sekarang  memberi pewangi banyak-banyak pada cucian. Kalau tidak membantu ya terpaksa saya cuci lagi. 
Saya sudah wanti-wanti dengan 2 anak perempuan saya untuk tidak berhujan-hujanan sebelum saya jemput. Baik dengan si kakak yang sekarang sudah remaja kelas 1 SMP  maupun adiknya yang kelas 3 SD. Keduanya saya beri nasihat agar berteduh di aula sekolah bila hujan datang. Jangan hujan-hujanan. Ingat pesan mamah ya. Mereka kompak menjawab "iya, mah". 
Lega dalam hati saya mendengar jawaban mereka, alhamdulilah mereka itu selalu patuh dengan orang tua pikir saya dalam hati. 

Hari Kamis pagi jam 7.30 biasanya saya berenang dengan teman-teman saya, namun tak tunggu-tunggu kok tak ada pesan WA masuk. Mungkin mereka lagi sibuk pikir saya. Lagian Kamis pagi cuacanya mendung, saya juga agak males keluar sih sebenarnya. Ha..ha....
Pura-pura lupa. 
Jam 08.00 teman saya WA : Bue, renangnya off dulu ya. Lagi astronot nih."
Saya : Opo to kui astronot ?? 😇
Teman : Dateng bulan bue...
Saya : Oalah.
Saya : Ya, udah to ndak usah berenang dulu...aku juga lagi kademen og. He...he...


Image result for hujan
Main hujan-hujanan
Setelah itu saya kembali dengan aktifitas rumah tangga menyetrika, bersih-bersih dan lain-lainnya. Waktu menunjukkan jam 12 siang. Peyutku udah keroncongan dari tadi. Terus makan deh. Huum ...paling enak memang masakan buatan sendiri. Setelah makan siang, saya selanjutnya sholat dhuhur. Alhamdulilah, Ya Alloh, terima kasih atas nikmat yang telah Engkau berikan pada hari ini. Nikmat sehat...nikmat bisa makan. Kedua hal itu mengapa ya kita kadang susah untuk mensyukurinya.

Jam 12 lebih sedikit, mendung sudah mulai merajai langit. Saatnya saya untuk memasukkan jemuran kemaren. Sambil menyanyi-nyanyi sendiri. Sepi banget kalau tidak ada anak-anak. Tidak lupa saya menutup jendela-jendela kamar, supaya tidak kemasukan air hujan. Dalam hati saya doakan anak-anak semoga hari ini diberi kemudahan dan kelancaran dalam menuntut ilmu. Saya kok jadi terharu ya. Sebagai orangtua hanya ini yang bisa saya lakukan untuk mereka, memberikan pendidikan terbaik dan  melihat mereka sehat itu sudah membuat saya bahagia.

Jam 1 si Kakak telepon kalau dia pulang jam 5 sore karena ada ekstra pramuka. Iya, nanti mamah jemput jam 5 ya. Kalau si adik pulang jam 3.30 sore. Keduanya sekolah di sekolah islam, disana menerapkan full day school jadinya pulangnya sore. Saya menjemput si adik terlebih dahulu, dan alhamdulilah semuanya beres dan sesuai harapan, meski disertai hujan. Istirahat sebentar setelah jemput si kecil sambil lihat TV. Kemudian, si kecil tak suruh mandi sore. Sebentar lagi gantian jemput si kakak nih. Untunglah, sekolahnya dekat. Sekitar 10 menit dari rumah. Hujan semakin lama semakin deras pada waktu itu. Biasanya saya menjemput si kakak jam 5 kurang dikit. Eh, baru saja ganti baju mau jemput si kakak. Ternyata, si kakak udah pulang basah kuyup. Dari ujung kepala sampai ujung kaki basah semua. Ya ampyun...tuing..tuing. Awalnya saya marah ...tetapi dalam hati, saya tidak bisa benar-benar marah karena kalau flash back ke masa kecil memang main hujan-hujanan itu enak lho. Besok jangan hujan-hujanan lagi, mamah harus nyuci baju kamu. Sepatunya juga basah. Hmmm....dasar anak-anak. Meski udah SMP tapi juga belum ndolor nih anak. 

Besok harinya....kejadian ini berulang. Gantian si adik yang hujan-hujanan. Padahal, dia melihat si kakak pas saya marahin lho. Hmmm.....
Enak kok mah hujan-hujanan. Iya, kamu yang enak. Mamah nih yang ga enak nyuci baju lagi. Padahal, biasanya dia tidak pernah seperti ini. Selalu patuh. Mungkin dia penasaran ya lihat si kakak hujan-hujanan. Aku enggak pusing kok mah hujan-hujanan. Seger katanya. Memang sih saya pernah melihat sekilas kalau tidak salah di on the spot, bahwa ada sebuah penelitian di luar negeri kalau air hujan itu malah bagus kok untuk kesehatan. Asal ya, jangan lama-lama. Malah bikin kebal penyakit lho. Tidak tahu ya penelitian itu benar apa tidak ya. 











                                               






Sunday, November 19, 2017

Yuk Moms Budayakan Makan Ikan !


Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Hai semua .....
Rasanya sudah lama nih  blog ku ini tidak terisi. Maklumlah emak-emak rempong. Apalagi nih musim hujan hawane pingin tidur terus hi..hi....Kadang malam gitu anak saya yang kecil minta ditemenin tidur habis itu kebablasen tidur malahan. Cuci piring tidak kepegang ..Tidak buang sampah, akibatnya tikus datang. Hadeh. .Atau kalau tidak ya ada kegiatan di luar yang cukup menyita waktu yahhh ga jadi lagi menulis blog deh.

Nah, minggu yang lalu saya mengikuti arisan PKK tahu kan moms ?Meski ga aktif-aktif amat tapi saya sebisa mungkin dateng apalagi kalau tidak ada acara keluarga. Minimal  yang deket-deket gitu saya dateng. Ga enak kan kalau enggak dateng. Untuk mempererat kekerabatan ma tetangga juga. Karena, kita makhluk sosial maka kita selalu membutuhkan orang lain, dan tetangga adalah orang yang  terdekat dengan kita setidaknya tetangga  kiri dan kanan kita dan yang berada di depan kita. Itu kata bu RT kemaren lho moms. Uhuk. 
Dulu, saya sempet dag dig dug juga soalnya suami juga masuk bursa calon pak RT tahun kemaren. Tidak kebayang kalau kepilih jadi bu RT. Soalnya saya belum siap menerima kritikan. Takutnya enggak kuat terus resign he he. Aduh kok jadi out of topic nih.

Jadi ceritanya kemaren Bu RT bilang kalau beliau dapat oleh-oleh dari pertemuan RW bahwa anak-anak kita harus sering makan ikan. Tahu kan moms ikan itu proteinnya kan banyak nih, mengandung omega 3 yang sangat baik untuk pertumbuhan otak anak kita. Ternyata eh ternyata ya moms, ikan yang banyak mengandung omega 3 adalah ikan bandeng lho bukan ikan salmon seperti yang sering kita baca. Memang sih ikan bandeng itu banyak durinya. Untuk mensiasatinya biasanya anak-anak saya pilihkan ikan bandeng yang bagian perut. Biasanya, dibagian itu durinya tidak terlalu banyak. Jujur, dari sekian banyak ikan menurut saya bandeng yang paling enak. Nomer 2 saya suka ikan lele,. Nomer 3 ikan nila,  Nomer 4 ikan kakap,  Nomer 5 ikan mujair. Itulah top 5 ikan kesukaan keluarga saya lho. 

Saya juga tidak terlalu suka makan bandeng yang dipresto, menurut saya kok lebih enak ikan bandeng segar ya. Biasanya, anak-anak suka ikan bandeng yang dibumbu semur. Saya juga memasaknya tanpa micin lho moms, jadinya bener-bener sehat. Alhamdulilah, anak-anak suka dengan masakan ikan bandeng dibumbu semur. Biasanya, masakan saya tersebut selalu ludes habis dimakan keluarga saya. 

Nah, apa aja sih yang terdapat dalam ikan bandeng? 
Image result for ikan bandeng
diambil dari manfaat..co.id 

Bandeng menyediakan 116% vitamin B, yaitu 12, 44% niacin , 24% vitamin B6,  dan 15 persen asam pantotenat. Food and Nutrition Board of the Institute of Medicine merekomendasikan untuk orang dewasa untuk seri ng mengkonsumsinya. Keempat vitamin jenis vitamin yang disebutkan diatas adalah dari anggota vitamin B kompleks, yaitu jenis vitamin larut dalam air, yang berperan penting untuk metabolisme, fungsi sistem saraf pusat, kesehatan kulit, dan DNA, hormon dan pembentukan sel darah merah. Bandeng juga mengandung jejak riboflavin, asam folat, dan vitamin A. 

Memang sih ikan bandeng ini punya kelemahan seperti banyak duri. Kita harus benar-benar teliti benar sebelum memberikannya kepada anak-anak. Atau kalau Anda memiliki panci presto duri ikan bandeng bisa dibikin empuk dan lunak. 

Nah,  moms jangan lupa untuk memasukkan ikan ke dalam menu-menu sehari-hari anak-anak kita. Kita pastinya ingin anak-anak kita tumbuh cerdas seperti halnya orang-orang Jepang yang sering banget mengkonsumsi ikan. 



Friday, November 10, 2017

Mati Air 7 Hari Gimana Rasanya ?



Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Pernahkah Anda merasakan segarnya mandi dengan air yang berlimpah di bak mandi Anda? Segar sekali bukan. Kala itu rasanya dunia milik sendiri. Byar..byur ..byar...byur. Entah habis berapa gayung/berapa liter air dalam sekali mandi. Jika satu gayung diasumsikan dengan 1 liter air. Maka rata-rata orang dalam satu hari menghabiskan 12 liter air untuk mandi saja. Itu belum termasuk keramas lho. Belum lagi untuk kebutuhan lainnya seperti mencuci baju, gosok gigi, minum, buang air kecil, buang air besar, mencuci mobil dan lain-lainnya. Tanpa makanan orang bisa bertahan seminggu atau lebih, tanpa listrik manusia tetap bisa beraktifitas meskipun terbatas, dan tanpa air manusia hanya bisa bertahan beberapa hari saja karena 70 % tubuh manusia adalah air.



Image result for mati air
Mati air deh 



Nah, inilah yang saya rasakan dalam beberapa hari ini. Tepatnya sudah 7 hari air PAM di komplek perumahan saya mati semenjak hari Sabtu. Sebenarnya sudah lama sekali air tidak mati dan selalu lancar setidaknya selama setahun ini. Mendadak sepulang dari aktivitas olah raga senam, saya mendapat kabar dari suami kalau airnya tidak nyala. Malam hari suami "menghadang" air datang. Keran dinyalakan semua. Tak setetes airpun masuk ke bak mandi kami. Dan, yang paling parah ternyata tandon juga sama sekali tidak ada air. Alamat tidak bisa mandi inih. Ya, udahlah solusi pertama adalah membeli air, mandi di mushola, atau mandi di tempat teman. Pada hari Minggu air juga belum mengalir, biasanya anak-anak semangat kalau diajak pergi ke rumah utinya di Banyumanik, namun kali ini mereka sedang pingin di rumah karena minggu kemaren sudah main ke mertua. Jadi, hanya suami saya saja yang pergi ke rumah mertua karena ada suatu urusan.

Biasalah kalau hari Minggu kami mandinya agak siangan. Saya melihat bak mandi masih ada air cuman 1 ubin. Pastilah, jumlah itu sangat minim untuk kebutuhan mandi. Entahlah waktu itu kok saya tidak kepikiran mandi di tempat mertua saja.  Menunggu mobil air lewat juga tidak kunjung datang. Karenanya saya kemudian berinisiatif untuk mandi di mushola tempat si kecil sekolah. Untunglah, sepi musholanya. Saya mengajak anak-anak mandi di mushola tersebut. Rasanya segar sekali.


Beginilah rasanya bila tidak ada air. Aktivitas rumah tanggapun jadi kacau. Hari 1 dan ke dua saya masih stress memikirkan air. Daripada stress, sayapun lama-lama terbiasa dengan air yg minim ini. Tiap hari saya membeli air sekitar 20-30 ribu sekali beli. Anggaran belanja jadi naik ini hufff. Kemudian baju-baju saya laundri. Menurut berita yang saya  dapat, matinya air di Klipang dan sekitarnya ini terjadi karena berkurangnya debit air, akibat musim kemarau. Sampai hari ke 4 air sama sekali tidak mengalir. Tetapi, untunglah selalu ada mobil air yang lewat untuk menawarkan air. Saya dan suami hanya bisa bersabar menunggu air mengalir. 


Alhamdulilah, tetangga-tetangga saya orangnya baik-baik. Ada tetangga sebelah rumah yang memiliki sumur dan beliau merelakan air dari sumurnya untuk disalurkan ke tetangga-tetangga yang membutuhkan. Namun, saya lebih memilih beli air saja, soalnya saya males angkat junjung ember dari depan ke belakang rumah. Meskipun mobil air biasanya dateng agak siangan sekitar jam 12 an. Hari ke 5 air mulai mengalir setetes demi setetes kemudian berhenti sampai sekitar jam 9. Setelah itu tidak mengalir lagi. Duh, sumpah kami sudah mau putus asa dan pingin pindah rumah saja. Dalam sholat saya sertakan doa semoga air segera mengalir. Di hari ke 6  alhamdulilah malam harinya turun hujan yang lebat, sehingga bisa menambah debit air. Sayapun tidak kelupaan untuk menadah air hujan. Lumayanlah bisa buat mengguyur setelah habis BAB dan BAK. 



Hari ke 7 (hari ini) jam 4 pagi suami sudah membangunkan saya dan memberi kabar kalau air di keran depan rumah sudah mulai mengalir, meskipun tidak deras. Suami saya selanjutnya mengangsu air untuk dimasukkan ke bak mandi dan  dapat terkumpul 1 bak mandi.  Setelah sebelumnya hanya 1 bak yang terisi kini ada 2 bak mandi yang terisi. Kamipun jadi semangat. Sayapun mencuci baju-baju anak saya. Alhamdulilah rasanya penuh syukur kepada Allah SWT bisa mencuci baju dengan sukses. Mati air selama 7 hari memberikan pelajaran kepada saya untuk tidak suka membuang-buang air dan mematikan keran air bila tidak digunakan. Semoga air di rumah Anda lancar selalu yaa. 







Tuesday, October 31, 2017

Jalan-Jalan Ke Tol Salatiga-Bawen

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Setiap sebulan sekali biasanya saya pulang kampung ke Salatiga, kota kelahiran saya. Kota kecil nan sejuk  tempat dimana saya dibesarkan dan juga merupakan rumah 2 kakak saya. Salatiga termasuk kota yang kecil. Kalau saya pulang ke Salatiga saya biasanya jalan-jalan pagi di alun-alun Salatiga yang disebut Pancasila. Disana pula saya bertemu tetangga-tetangga saya juga yang sedang jalan-jalan pagi. Di alun-alun Pancasila pada Minggu pagi biasanya dipadati oleh para penjual kaki lima yang berjualan Leker, Bubur Ayam, Gado-gado dan lain-lainnya. Untuk yang memiliki anak kecil di alun-alun tersebut juga ada persewaan mobil-mobilan, becak-becakan dan lain-lainnya. Kalau tidak di alun-alun Pancasila, kami suka jalan-jalan di Selasar Kartini. Belakang Selasar Kartini itu terdapat bangunan SD dan TK Negeri tempat saya dulu sekolah. Selasar Kartini dulunya adalah sungai kecil tempat masa kecil saya suka mencari ikan-ikan kecil disitu sepulang sekolah, namun sekarang sudah dibeton dan dijadikan tempat orang-orang hang out dan ruko-ruko. SD saya jadi tidak kelihatan he he. 
Image result for bakso salatiga semarang
Bakso Google Image 
Image result for bubur candil
Bubur Candil Google Image

Image result for leker
Leker Google Image 
Kuliner Salatiga adalah salah satu yang saya kangeni. Biasanya saya selalu rutin membeli Bakso Salatiga, Bubur Candil, Sambal Tumpangnya dan Bubur Kacang Ijonya. Selain enak juga murah harganya. Pokoknya kalau Anda ke Salatiga jangan lupa beli kuliner-kuliner ini ya. Jangan lupa pula beli Gethuk Ketheknya dan Enting-enting Gepuknya. Kayaknya sehari saja tidak cukup untuk berburu kuliner Salatiga. 

Nah, karena udah sering ke tempat-tempat tersebut maka suami saya mengajak untuk melihat jalan Tol Salatiga. Sudah dari bulan-bulan kemaren pingin sekali ke jalan Tol Salatiga yang konon merupakan salah satu tol terindah di dunia. Saya sarankan kepada Anda semua yang pingin melihat pemandangan indah tol ini untuk berangkat pagi-pagi, karena kalau tidak pemandangan gunungnya akan tertutup awan. 
Mungkin banyak dari Anda yang berpikir eh jalan tol ya pastinya gitu-gitu saja pemandangannya. Namun, Anda salah, karena di  sepanjang jalan tol Salatiga ini kita disuguhi pemandangan-pemandangan yang indah. Untuk lebih jelasnya silahkan Anda lihat gambar-gambar berikut ini. 










Anak-anak juga sangat antusias sekali ketika diajak ke jalan-jalan ke tol yang baru ini. Namanya anak-anak, sepanjang perjalanan bercanda terus. Saya tidak sempat mengambil foto mereka, karena saya konsentrasi mengambil foto tentang tol tersebut. Sayangnya, kita tidak  dapat mengabadikan gambar foto tol yang ciamik dengan Gunung Merbabunya lantaran sudah tertutup awan. Yes, kita agak kesiangan pas berangkat ke sana. Tetapi kami punya video pendek tentang tol Salatiga tersebut. Maafkan bila agak ramai videonya n agak dangdutan  he he.
Sampai jumpa lagi di cerita saya selanjutnya ya......

XOXO Mama Lala 




Back to Top