Showing posts with label Parenting. Show all posts
Showing posts with label Parenting. Show all posts

Thursday, February 17, 2022

Pengalaman Si Sulung Mendaftar Sekolah di SMK Raden Umar Said Kudus







Assalamu'alaikum semua...

Hallooo...

Sudah lama nih tidak posting tulisan di blog hu..hu...emak sibuk banget nih. Nah, karena hari ini ada sedikit waktu saya mencoba menulis pengalaman saya ketika memasukkan si sulung ke sekolah yang berlokasi di Kudus yaitu SMK Raden Umar Said. Oia, anak saya sekarang kelas 11 SMK Raden Umar Said, jurusan Animasi.

Wednesday, January 27, 2021

Masuk SMP Negeri, SMP IT atau Pondok Pesantren?

diambil dari pixabay


Assalamu'alaikum  temans,

Sebelumnya tolong baca sampai selesai ya guys..kalau tidak, hancur hati Marimar nih hiks.

 Memasukkan anak ke sebuah sekolah merupakan PR yang cukup rumit untuk orang tua termasuk saya nih. Kalau belum menemukan yang pas di hati, masih terus ditimbang-timbang. Memilihkan sekolah yang sesuai untuk anak juga merupakan salah satu bentuk kasih sayang kita kepada anak lho. 

Monday, December 28, 2020

Mendidik Anak Itu Ibarat Bermain Layang-layang

gambar diambil dari bacaterus.com


Assalamualaikum sahabat, 

Selamat hari Senin, happy Monday. Jangan malas-malasan ya meski hari ini hari Senin. 

Nah, pada hari ini saya ingin bercerita tentang pengalaman saya dalam membesarkan anak-anak yang ketiganya berjenis kelamin putri. Sebenarnya saya pingin juga punya anak cowok kayak ketiga saudara saya. Sayangnya, Allah belum mengabulkan doa saya. Tapi ya tidak apa-apalah mungkin ini yang terbaik buat saya dan suami. Suami juga tidak banyak menuntut saya untuk memiliki anak lelaki. Katanya anak cowok atau cewek sama sajalah yang penting sehat. Jadilah, suami saya paling ganteng serumah.

Lebih mudah mana ya membesarkan anak cowok atau cewek? Menurut saya sama-sama beratnya ya...tetapi kalau kita memiliki bekal yang cukup ketika berumah tangga seperti misalnya dari awal mencari jodoh. Cari jodoh yang soleh, kalau kita belum soleh ya kita solehkan diri kita dulu. 

Masa mendidik anak yang paling sulit menurut saya adalah pada saat memasuki remaja. Di masa ini mereka menjadi lebih manut kepada kata-kata temannya ketimbang orang tuanya. Kalau pas masa mereka kecil sih masalah tetap ada, tetapi tidak terlalu besarlah. Mereka juga jadi pribadi yang lain jadi sering membangkang dan egois. Apalagi, dengan adanya handphone yang notabene menjadi pesaing bagi orang tua milenial saat ini.  Kalau kita tidak banyak belajar ilmu parenting baik itu dari media sosial atau buku, bisa-bisa kalangkabut menghadapi mereka. 

Dalam mendidik anak-anak, saya dan suami memiliki prinsip "mendidik anak itu ibarat seperti bermain layang-layang. Kalau kita menarik layang-layang terlalu kuat layang-layang bisa putus, tetapi kalau kita terlalu lemah juga tidak baik". Jadi, kita ambil yang tengah-tengah : tidak terlalu kuat tapi jangan terlalu lemah karena, setiap anak memiliki sifat berbeda-beda. Boleh jadi anak kita yang nomer satu berwatak keras, nomer dua berwatak lemah lembut dan berbagai macam sifat lainnya. 

gambar diambil dari bolaku.com


Alhamdulilah saya dan suami sudah menikah selama 16 tahun. Kitapun sudah mengalami asam garam berumah tangga meski mungkin belum expert banget ya. Dalam berumah tangga ada kalanya kita juga berselisih paham tetapi kita cepat sekali saling memaafkan. Kalau saya yang salah, saya juga lebih dulu yang minta maaf dan pula sebaliknya kalau suami salah dia juga cepat-cepat minta maaf. Kita berkomitmen tidak menimbun-nimbun masalah yang akhirnya bisa jadi bumerang dalam rumah tangga. Suami saya itu orangnya humoris dan suka banget bercanda meski pada awalnya terkesan pendiam tapi aslinya itu parah banget. Beliau juga sangat pekerja keras, pokoknya kalau saya nilai itu bintang 5 deh. Saya banyak belajar dari dia, tentang kerja keras. Kalau pekerjaan belum selesai dia belum mau istirahat.

Saya berasal dari keluarga yang tidak broken home sih tetapi hampir seminggu sekali ayah ibu saya selalu bertengkar dan itu sudah seperti agenda rutin. Hal itu membuat kesedihan yang mendalam di hati saya, sampai beberapa kali saya konsultasi ke BK. Saya seringkali merasa malu karena kalau mereka bertengkar itu pasti suaranya keras, dan didengar oleh tetangga. Sampai-sampai saya kuliah di luar kota itu karena tidak ingin mendengar pertengkaran ayah ibu saya. Dulu saya sempat sakit lho sebelum menikah selama seminggu, karena takut masuk dunia rumah tangga...takut ini takut itu...takut tidak bahagia. Awalnya, saya tidak bercerita kepada calon suami tentang hal ini, tetapi akhirnya saya bercerita juga tentang ketakutan saya. Suami saya akhirnya bilang dan berjanji akan membuat saya bahagia dan bismillah bersama-sama menghadapi hidup baik dalam suka maupun duka.

Dalam mendidik anak saya sedikit mengadaptasi dari parenting orang tua saya, parenting mertua saya dan juga dari berbagai macam buku yang saya koleksi seperti buku Positive Parenting dari Muhammad Fauzil Adzim. Buku ini recommended lo guys buat kamu-kamu ayah ibu muda karena menggabungkan antara ilmu parenting dari Barat dan Islam. Saya sudah membacanya berulang-ulang dan seringkali membuat saya haru biru. Intinya, dalam mendidik anak itu kita harus mengutamakan pendidikan agama kalau bisa basic pendidikan TK dan SD anak kita sekolahkan di sekolah Islam. Karena pada masa-masa itu otak anak itu ibarat spons yang mudah menyerap hal-hal baik atau buruk yang kita ajarkan, tentunya kita ingin hal yang baik ya. Saat Maghrib, matikan televisi dan biasakan anak-anak kita mengaji. Selain itu patuhlah kepada suami sebagai imam keluarga.

Semoga bermanfaat..saya tunggu komennya ya...







Friday, May 29, 2020

Kenali 5 Manfaat Membaca Bagi Anak, Untuk Meningkatkan Minat Baca


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Sudah beberapa tahun lamanya Indonesia memiliki minat baca yang rendah, bahkan termasuk terendah di Asia. Hal itu ditunjang dengan rendahnya daya beli akan buku. Menurut beberapa orang, daripada beli buku mendingan buat makan atau kebutuhan lainnya.

Dari data  UNESCO menyebutkan minat baca orang Indonesia hanya sekitar 0,001%. Itu artinya diantara 1000 orang, hanya 1 orang yang rajin membaca. Indonesia memiliki peringkat 60 dibawah Botswana untuk membaca. Sangat miris bukan?

Pemerintah Indonesia sudah berupaya untuk meningkatkan minat baca di Indonesia antara lain dengan mendirikan perpustakaan gratis, perpustakaan keliling dan membuat event-event festival literasi. Namun, hal itu nampaknya belum berhasil untuk mengkatrol minat baca orang Indonesia.

Minat baca yang rendah itu bertolak belakang dengan sebuah fakta bahwa rata-rata orang Indonesia kuat menatap/membaca gadget selama 9 jam dalam sehari. Bahkan kecepatan tangan memberi likes lebih cepat daripada kecepatan otaknya. Untuk berkicau di media sosial orang Indonesia terutama orang Jakarta juga terhitung lebih cerewet di bandingkan orang Jepang. Indonesia menduduki urutan nomer 5 untuk kecerewetan di media sosial. Bisa dibayangkan ilmu kurang, malas membaca dan itu bisa menjadikan Indonesia menjadi sasaran empuk masuknya berita hoaks dan provokasi.

Rupa-rupanya malas membaca itu sudah menjadi “penyakit” di kalangan orang Indonesia. Terkadang, belum selesai membaca sebuah artikel sudah dishare duluan. Padahal, artikel itu belum tentu benar. Hal itu saya alami sendiri pada masa pandemi Corona ini. Bahkan, karena saya tidak kuat dengan informasi hoaks seputar Corona di sebuah grup sekolah ibu-ibu saya terpaksa keluar grup tersebut. Bayangkan, setiap hari sebut saja ibu x mengunggah info-info hoaks seputar Corona. Beberapa kali sudah saya luruskan kalau itu hoaks. Dia malah berkilah "harusnya berterimakasih dikasih informasi". Hmm.....macam tak betul budak ni.  Padahal grup kita kan banyak. Bisa lebih dari 10 grup. Bikin puyeng bacanya. Apalagi, pas tetangga saya ada yang PDP Corona, saya membatasi diri untuk tidak terlalu banyak membaca berita seputar Corona, supaya tidak stress.

Untuk membangkitkan minat baca orang Indonesia saya rasa harus dimulai dari lingkup keluarga lebih dahulu. Anak kita terus tumbuh besar maka kita harus terus menerus menambah ilmu kita dari membaca buku terutama ilmu parenting/mengasuh anak. Saya sangat suka membaca lantaran juga dulu suka melihat Bapak saya suka membaca. Beliau suka membaca surat kabar. Kita langganan surat kabar Suara Merdeka. Terus saya suka meminjam majalah Bobo juga di tetangga. Karena menurut ibu saya majalah Bobo termasuk mahal kala itu dan ortu saya belum sanggup untuk membelikan. Kesukaan membaca saya tularkan ke anak-anak saya. Saya suka sekali membelikan mereka buku-buku cerita, buku dongeng, dan buku-buku tentang kepahlawanan.  Karena si kakak sudah remaja, maka saya belikan juga buku-buku motivasi dan novel-novel untuk meningkatkan rasa percaya dirinya. 

Mulai umur 1.5 tahun anak-anak mulai pandai bicara dan menirukan kata-kata kita. Itulah saatnya kita untuk membelikan buku-buku bergizi untuk mereka. Di usia tersebut anak-anak saya belikan buku-buku sederhana tentang binatang, buku tentang buah-buahan, buku sederhana tentang kerjasasama seperti buku  Halo Balita terbitan Dar Mizan yang berjudul Gajah Bersin ini. Anak saya yang balita sangat suka dengan buku itu. Dia berkali-kali minta diulang untuk diceritakan buku Gajah Bersin tersebut. Dari buku  anak belajar tentang warna, macam-macam binatang, buah-buahan dan belajar tentang kecerdasan emosional.

Si kecil saya Lisa dengan buku baru kesukaannya berjudul Gajah Bersin, bukunya hardcover jadi tidak bisa disobek.



Banyak manfaat yang bisa kita ambil dari membaca. Menurut Ayah Bunda 5 manfat membaca bagi anak adalah :

Prestasi

Berbagai penelitian menyebutkan, anak yang ‘terpapar’ bacaan sejak dini sebelum ia masuk sekolah akan lebih bertanggung jawab dan ‘tampil’ lebih baik di semua aspek pendidikan formal ketika ia di sekolah kelak. Tidak berhenti di sektor pendidikan formal, tapi anak juga memiliki bakat pembelajar secara umum di semua bidang.

Kemampuan berkomunikasi


Saat Anda membacakan anak cerita, dengan memperkenalkan berbagai tokoh serta berbagai ekspresi, anak jadi belajar berimajinasi dan menyerap banyak hal. Ini membuat kemampuan berkomunikasinya jadi lebih baik saat bersosialiasi dengan orang lain.

Kebutuhan

Terbiasa melihat dan mengalami sendiri bahwa membaca buku merupakan hal yang menyenangkan, maka ini akan menjadi suatu kebutuhan yang akan terus dicari anak sampai dewasa. Anak akan cenderung memilih buku sebagai hiburan, ketimbang televisi maupun gadget.

Solusi baru

Momen anak memasuki babak baru dalam hidupnya, misalnya potty training maupun masuk pra sekolah, yang mengharuskan anak bertemu dengan ritual atau orang baru, berpotensi bikin anak tertekan. Bantu ia mengatasinya dengan membacakan cerita dengan kasus yang mirip, sebelum anak akan menghadapi saat-saat tersebut. Ini bisa mengurangi kecemasannya.

Kemampuan berpikir logis

Membacakan anak cerita, selain membiasakannya berimajinasi, juga melatih anak berpikir logis dan kritis, memahami konsep sebab-akibat, dan belajar mengetahui nilai-nilai yang baik.

 

 

 

 

 


Friday, February 7, 2020

Pentingnya Memilih Mainan Sesuai Usia

Halo semua ^^
Selamat berakhir pekan 💞
Maaf sudah lama Mimin tidak posting tulisan. Maklum emak-emak rempong dengan pekerjaan rumah yang segambreng. Pada kesempatan ini saya akan menulis topik yang benar-benar berbeda dari sebelumnya yaitu tentang mainan.
Memiliki anak balita tentu tak lepas dari yang namanya mainan. Mainan sekarang bagus-bagus dan lebih variatif ketimbang mainan kita jaman dulu. Mainan sangat bagus untuk :
1. Merangsang kecerdasan si kecil dan gerak kinestetiknya.
2. Mengajak si kecil berkreasi dan berimajinasi.
3. Menambah kepercayaan diri anak.
4. Mengajarkan empati, kerjasama dan pertemanan.
5. Media si kecil mempelajari banyak hal.

Lisa imut

Si kecil saya sekarang umurnya 17 bulan. Alhamdulillah perkembangan nya sangat cepat. Di usia 17 bulan ini dia sudah lancar berjalan bahkan berlari.Saya terkadang sampai ngos-ngosan mengejar si kecil karena larinya terlampau kencang. Selain itu dia sudah bisa mengucapkan beberapa kata seperti ayah, mbak, pus, mama dan kosakata lainnya. Dibanding kedua kakak nya Lisa termasuk paling aktif. Saya sangat bangga dengan perkembangan nya.

Pentingnya memilih mainan sesuai usia
Ibu-ibu, penting sekali lho memilih mainan sesuai usia. Jangan seperti yang pernah saya lakukan. Jadi, ceritanya saya tertarik dengan mainan anak tetangga saya yang umurnya selisih 4 bulan yaitu 21 bulan. Nah, saya belikanlah si kecil mainan Dancing Duck namanya. Padahal di labelnya tertulis untuk usia 2 tahun, masih ndablek beli. Lucu banget bebeknya. Bisa joget-joget kiri kanan. Eh, baru 2 Minggu suara bebeknya hilang karena dibanting-banting si kecil. Nyesel deh. Harganya Rp. 70.000,00. Saya belinya di offline daerah Pati. Kalau beli di online justru lebih mahal yaitu Rp. 110.000,00 plus ongkir.

Nasib malang mainan bebek Dancing Duck..kehilangan suaranya akibat "keganasan" Lisa membanting-bantingnya. padahal sebelumnya ada suaranya wek...wek..gitu.

Hampir semua mainan yang ada di Indonesia ternyata buatan China. Hebatnya orang China mereka bisa membuat mainan yang murah-murah namun kualitasnya tetap bagus. Dengan catatan yang harganya diatas Rp. 30.000an ya. Seperti misalnya mainan piano ini. Saya beli di online seharga Rp. 32.000. Piano ini konsepnya seperti di kebun binatang. Ada macam-macam binatang seperti kuda, kambing, anjing, ayam dan lain-lain yang kalau dipencet bisa berbunyi sesuai suara binatang tersebut. Selain itu pianonya bisa mengeluarkan macam-macam lagu anak-anak versi Inggris. Si kecil suka banget ma mainan ini. Biasanya saya memainkan nya di kasur supaya tidak dibanting ma si kecil berkaca dari kejadian Dancing Duck.


Susah bo' kalau bikin video ma bocil...yah pokoknya begini ya gambaran mainannya kalau dipencet bisa keluar suara-suara binatang 

Makanya Amerika Serikat ketar ketir ketika berhadapan perang dagang dengan China. Saking takut nya Amerika mengenakan bea masuk tinggi untuk produk-produk China. Sayangnya, kejayaan China sekarang sedang "diuji"dengan masuk nya virus Corona yang makin lama penyebarannya semakin mengkhawatirkan. Semoga tidak sampai masuk ke Indonesia ya. Kalaupun masuk, semoga bisa ditangani. Jaga kesehatan ya pemirsa^^.

Friday, October 26, 2018

Bila Si Baby Enggan Sufor Apa Solusinya?


Dear teman,

Saya ingin bercerita tentang pengalaman saya pasca melahirkan newborn baby yaitu Laila Nur Khalisa. Putri saya ini punya kebiasaan yang lucu yaitu suka ngolet keras layaknya orang tua dan  di usia 2 bulan sekarang udah mulai tersenyum kepada orang-orang yang dikenalinya. So sweet banget. Saya dan suami kerap kali mengabadikan foto-foto Lisa  sampai-sampai kameranya penuh dengan gambar-gambar Lisa he he dan sempat ngehang lho. 

Lisa alhamdulilah bisa asi eksklusif setelah sebelumnya saya sempat tidak pede menyusi dia lantaran sudah terlalu lama tidak menimang bayi. Selain itu juga faktor usia juga. Denger-denger kalau busui berumur diatas 37 tahun itu ASInya akan macet-macet. Ternyata itu tidak benar lho. Saya sempat berkonsultasi ke dokter Spesialis Anak yaitu dr. Hartono yang berpraktek di daerah Klipang, bahwasanya semua wanita selama belum menopause masih bisa menyusui. Jadi, jangan terlalu khawatir dengan produksi ASI kita. Dan ASI itu tidak akan pernah habis. Bahkan, jumlahnya akan semakin bertambah bila kita sering menyusui bayi kita. 
Justru, faktor psikologislah yang sangat berpengaruh terhadap produksi ASI kita. Jika, busui ragu-ragu dan cemas, maka akan menurunkan jumlah produksi ASI. Sayang, kan mams.

Awal-awal bulan merupakan masa adaptasi ibu dan bayi. Begitu pula dengan saya. Awalnya, sehari setelah melahirkan produksi ASI saya sedikit sekali. Ketika saya pumping pun bikin saya down karena pasti hanya berkisar 20 ml. Kemudian, perawat di RS Roemani berkata kepada saya bahwa ASI tidak langsung akan banyak, kalau sering-sering disusui maka produksinya akan bertambah. Sesampainya di rumah saya mempraktikkan apa yang dikatakan perawat tersebut. Alhamdulilah, ASI saya bertambah, namun si Lisa masih saja tetap rewel. Apalagi setelah sakit kuning itu dia pinginnya nenen terus. Saya sampai lemes. 
Saya kemudian tergoda untuk menggunakan susu formula. Kemudian saya mencoba menggunakan sufor Beb*lo** ternyata si Lisa paginya diare banyak banget. Sampai-sampai kaos kakinya belepotann eek. Pokoknya parah banget. Kemudian, saya hentikan menggunakan sufor tersebut. Untung, saya beli yang kemasan kecil jadi tidak terlalu kecewa. Selanjutnya, si Lisa masih saja rewel terus-menerus tiap pagi dan malam. Lalu, saya konsultasi ke dokter Hartono SpA.. Sarannya agar tetap menggunakan ASI saja dan ternyata produksi ASI saya menurun lantaran kondisi psikologis saya yang kurang percaya diri menyusui bayi. Saya disarankan menggunakan produk sufor juga (bila sangat terpaksa)  yaitu Fr*s*lac Gold.

pumping ASI

Saya sempat menggunakan produk diatas, ternyata tidak cocok untuk si Lisa. Dia malah sembelit. BABnya jadi tidak lancar. Yang tadinya sehari sekali atau dua hari sekali jadi 3-4 hari baru BAB. Duh, jadi bingung. Kemudian, saya ingat pesan dokter Hartono, ada alternatif lainnya yaitu ASI kita dipumping kemudian dimasukkan kedalam dot. Jadi, sewaktu-waktu baby kita rewel kita bisa mengatasinya dengan tetap memberikannya ASI. Alhamdulilah, cara tersebut terbukti efektif untuk bayi saya. Kalau saya bisa pumping berarti ASI saya tidak kurang dong, pikir saya. Itu jugalah yang membangkitkan saya untuk memberikan ASI eksklusif untuk bayi saya. Selain itu, semakin sering dipumping ternyata ASI kita semakin banyak lho. Oia, kalau membeli pompa ASI sekalian yang bagus saja mams, karena kualitas juga mempengaruhi sedikit/banyaknya ASI kita. Awalnya, saya membeli pompa ASI yang murah yaitu 20 ribuan, aduh sangat tidak nyaman. Keras lagi plastiknya. Kemudian, saya membeli  pompa ASI manual yang merek little giant yang harganya tidak terlalu mahal untuk ukuran pompa ASI yaitu 140 ribuan. Mengapa saya lebih suka pompa ASI manual?karena kita tidak butuh colokan listrik dan hemat dikantong he he.

Demikian cerita saya, semoga bermanfaat....
Punya pengalaman yang sama, share ke kolom komentar ya .....






Friday, October 12, 2018

Ketika Si Kecil Kena Kuning

Hai teman,
Lama sekali tidak nulis blog tersayangku ini. Seperti biasa, sibuk dengan si baby saya yang masih berumur 1.5  bulan. Alhamdulilah sekarang Baby Lisa sehat dan sudah mulai gemuk. Bulan kemaren saya timbang di posyandu, berat badannya sudah naik 8 ons dan alhamdulilahnya bisa asi eksklusif  di usia saya yang tidak lagi muda (diatas 37 tahun he he). Nanti lain kali saya ceritakan, pokoknya asi eksklusif saya ini benar-benar penuh perjuangan.

Lisa berat badannya sekarang sudah 4.3 kilogram di usia 7 minggu
Gambar ini diambil setelah Lisa imunisasi di bidan untuk BCG dan Polio

Saat Lisa bobok 

Pada saat melahirkan dan  mendengar kata perawat bahwa berat badan Lisa 3 kilogram, saya merasa kok mungil banget. Padahal kata orang-orang itu udah gedhe lho. Soalnya kakak-kakaknya rata-rata diatas 3 kilogram, kakak pertama 3.9 kilogram dan kakak kedua 3.5 kilogram. Tapi yang penting sehat dan masih dalam ukuran berat normal. Padahal saya sudah mengurangi porsi makan saya pada bulan kehamilan 8 sesuai anjuran dokter. Namun, bayi saya tetap besar. Alhamdulilah. Satu hal lagi yang patut saya syukuri ini adalah ini adalah operasi saesar yang ketiga buat saya. Alhamdulilah lagi semuanya berjalan dengan lancar dan ditangani oleh dokter Prima Gestylania.

Kelahiran anak saya yang ketiga ini membawa kebahagiaan yang luar biasa kepada keluarga saya (setelah 9 tahun lamanya tidak punya momongan). Terutama anak-anak. Mereka berebutan ingin memberi nama adiknya. Si kakak pingin adiknya dinamai Lisa, karena suka dengan grup cewek KPop Korea yang tengah hits yaitu Blackpink. Sedang, adiknya pinginnya diberi nama Laila. Jadi, supaya adil kita memberi jalan tengah yaitu nama panjangnya Laila Nur Khalisa artinya gadis cantik yang lahir di malam hari (19.30 malam) dan memiliki hati yang ikhlas.

Baru 1.5 minggu dipenuhi dengan rasa bahagia, si kecil Lisa ternyata terkena kuning. Awalnya saya hanya melihat dari matanya, kok matanya terlihat  kuning. Namun, waktu itu saya abaikan saja dikarenakan saya masih sangat capek paska operasi saesar dan juga terus menerus bergadang setiap hari. Bayangkan, tiap jam 12 malam si Lisa selalu bangun dan tidak tidur lagi sampai jam 4 pagi. Jadinya, saya tidak bisa mengerjakan kegiatan rumah tangga, menulis dan lain-lain. Untuk menghilangkan rasa capek, ketika si Lisa tidur sayapun ikutan tidur.

Foto Lisa usia berusia 1.5 minggu dan sudah kena kuning
Setelah beberapa orang berkomentar bahwa anak saya terkena kuning, barulah saya nyadar kalau memang si Lisa terkena kuning atau istilah medisnya Jaundice. Mulai dari mata, badan, kaki dan tangannya terlihat kuning. Kebetulan paginya adalah saat untuk Lisa kontrol ke dokter spesialis anak di RS Roemani. Namun, karena saya males ngantrinya, dan juga lumayan jauh dari rumah, sayapun memutuskan untuk periksa di dokter spesialis anak di RSUD Ketileng yang notabene dekat dari rumah, untuk mengantisipasi hal yang terburuk misalnya disuruh mondok di rumah sakit jadi wira-wirinya tidak terlalu repot.

Ketika kontrol di RSUD Ketileng saya bertemu dengan dr. Lilia SpA. Beliau menyarankan agar si Lisa diambil darahnya dulu untuk mengetahui kadar bilirubinnya tinggi atau tidak. Karena, ketika beliau mengetes kulit Lisa dengan menekannya pelan-pelan, kulitnya kuning tiap kali ditekan. Akhirnya saya dan suami melakukan tes darah di RSUD Ketileng dan hasilnya akan diberikan 2 jam selanjutnya. Saya tidak tega melihat Lisa diambil darahnya, Ayahnya yang memegangi tangannya. Benar-benar drama.

Karena 2 jam itu termasuk lama maka saya pulang dulu ke rumah, sambil menyiap-nyiapkan baju-baju in case nanti disuruh mondok di Rumah Sakit. Setelah 2 jam suami saya kembali ke rumah sakit, dan mendapati bahwa bilirubin Lisa tergolong tinggi yaitu 13.13. Normalnya adalah dibawah 10. Sayapun langsung menitikkan air mata mendapati kenyataan itu. Bagaimana tidak, saya lagi hepi-hepinya menggendong bayi dan setelah 1 minggu di rumah ternyata Lisa sakit kuning. Namun, saya tidak ingin berlama-lama dalam kesedihan, dan suami juga menghibur saya. Menurut surat keterangan dokter saya disuruh melakukan fototerapi untuk si Lisa selama 24 jam. Alhamdulilah, hanya 1 hari. Sebelumnya, selama saya operasi saesar anak-anak sudah komplain karena meski ada utinya tetapi mereka lebih nyaman kalau ada ibunya di rumah. Dan waktu di rumah sakit Roemani dan (mungkin rumah sakit manapun), anak saya yang nomer 2 karena masih berumur dibawah 12 tahun tidak diperbolehkan masuk. Dia sampai nangis kalau jenguk saya di rumah sakit karena hanya bisa melihat saya dan adiknya di balik jendela. Sayapun paham benar dengan alasan rumah sakit tersebut. 

Fototerapi Lisa
Pada saat difototerapi Lisa dibawa ke ruangan khusus untuk bayi yaitu di NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Di ruangan tersebut juga saya melihat banyak inkubator untuk bayi penderita kuning dan ternyata penderita kuning banyak juga kala itu. Di ruangan tersebut yang diperbolehkan masuk adalah ibu bayi dan bapak bayi tidak diperbolehkan, dikarenakan ada ibu-ibu menyusui di dalam ruangan tersebut. Ibu bayipun diperbolehkan masuk ke ruangan tersebut kala mereka memberikan botol asi bayi untuk disusukan ke bayi.
Sesaat sebelum difototerapi, minum asi dengan selang kecil yang dimasukkan ke mulut.
 Jangan kuatir tidak sakit kok.

Video saat fototerapi, Lisa yang sebelah kanan.
Wah, Lisa nih kakinya ga sopan bener, padahal sebelahnya anak cowok anteng banget he he

Pada saat fototerapi tersebut saya disuruh membawa perlengkapan seperti pamper, tisu basah dan minyak telon. Waktu itu semua baju Lisa dilepas dan hanya memakai pamper saja dan ditaruh di inkubator dan matanya ditutup dengan kain untuk meminimalisir radiasi cahaya. Di ruang NICU tersebut juga terdapat ruang Maternal Care untuk pumping susu. Jadi, ketika ASI saya penuh, saya pumping, kemudian saya menemui perawat di NICU untuk diberikan kepada Lisa.
Sebenarnya, bisa saja saya pulang ke rumah untuk istirahat. Tetapi, nanggung kalau cuman 1 hari. Beberapa ibu ada yang anaknya di fototerapi selama beberapa minggu dikarenakan bayinya prematur sehingga puting susu ibunya belum bisa masuk ke mulut si bayi. Dan, karena fototerapinya lama, maka ibu tersebut tidak menunggui bayinya dan memilih pulang karena kan tidak ada kamar inap untuk si ibu, soalnya bayinya yang dirawat.

Perawatan pasca kuning
Alhamdulilah setelah 24 jam difototerapi bilirubin baby Lisa berangsur normal, kalau sebelumnya 13.13 ketika keluar dari ruang PICU kadar bilirubinnya 7. Sayapun senang dengan hasil tes terakhir ini, berarti Lisa diperbolehkan pulang.  Untuk perawatan pasca kuning saya diberikan saran untuk :
1. Tiap jam 7 pagi bayi di jemur. Kalaupun tidak bisa tiap jam 7 pagi, dibawah jam 9 pagi.
2. Sering-sering menyusui ASI.
Saya jadi ingat karena pasca melahirkan perawat di Roemani bilang ASI tidak bisa langsung banyak dan jumlahnya akan bertambah banyak jika sering menyusui. Waktu itu ASI saya masih sedikit. Pas penuhpun saya pumping paling hanya 20 ml dan akibatnya Lisa kekurangan ASI.
3. Tiap 2 jam bayi disusui. Bila bayi tidur, bangunkan. Ini yang dulu tidak saya lakukan. Saya justru senang tiap melihat baby Lisa tidur dan lupa dengan pesan perawat untuk menyusui tiap 2 jam payudara kiri 15 menit, kanan 15 menit.

Nah, demikian cerita saya tentang si kecil Lisa yang sempat sakit kuning semoga bermanfaat dan untuk mama-mama diluar sana yang anaknya juga menderita kuning tetap semangat dan jangan galau semua pasti berlalu.




Tuesday, September 18, 2018

Hobi Bisa Jadi Prestasi

diambil dari hobi.com

Hai teman,
Tidak terasa ajang olahraga Asian Games yang berlangsung di Indonesia, tepatnya di dua kota besar yaitu Jakarta dan Palembang telah berakhir. Indonesia telah sukses menyelenggarakan Asian Games dengan manis dan mendapatkan perolehan medali emas sebanyak 31 buah. Ini melampaui rekor Asian Games yang diselenggarakan juga di Indonesia pada tahun 1962 dimana waktu itu Indonesia juga sebagai tuan rumah dan memperoleh medali emas sebanyak 11 buah.  Asian Games yang berlangsung sejak tanggal 18 Agustus 2018-2 September 2018 ini sangat memukau banyak mata mulai dari pembukaan Asian Games yang sangat meriah dan mendapatkan banyak pujian dari berbagai negara. Juga dengan aksi stuntman Bapak Presiden Jokowi yang menurut salah satu portal berita Korea Selatan sangat keren, bahkan menyebut Bapak Jokowi sebagai presiden Hipster. Artinya presiden gaul gitu lah. Tidak hanya itu saja Bapak Jokowi juga sempat bergoyang dayung, yang menurut saya juga sangat cool. 

Ketika menyaksikan pembukaan Asian Games 2018, terus terang saya menjadi bangga menjadi bagian dari rakyat Indonesia yang bisa bersatu di tengah berbagai perbedaan suku, budaya dan agama. Saya rasa alasan ini jugalah yang membuat para atlit memiliki rasa percaya diri yang tinggi sehingga mereka bisa berlaga dengan maksimal. Dan juga banyaknya dukungan dari presiden Indonesia Bapak Jokowi dan juga Menteri Olahraga Imam Nachrowi yang terlihat sangat concern dengan para atlet. Mereka menunggui para atlet yang tengah bertanding dan tak ragu-ragu untuk memberi aplaus dan itu terbukti menumbuhkan semangat bertanding bagi para atlet dan ini menolak rumor bahwa kemenangan atlit Indonesia di Asian Games karena Indonesia adalah tuan rumah. Oh, no. Saya rasa bukan itu alasannya. Menurut saya pemerintah Indonesia sudah mempersiapkan event ini dengan sangat baik. 

Indonesia banyak memborong medali emas dari ajang pertandingan pencak silat, panjat tebing dan olahraga atletik lainnya dan menjadikan Indonesia peringkat ke 4 dalam perolehan medali emas di Asian Games 2018. Selengkapnya : 

Khoiful Mukhib (downhill) 
Tiara Andini Prastika (downhill) 
Eko Yuli Irawan (angkat berat) 
Defia Rosmaniar (taekwondo) 
Lindswell Kwok (wushu) 
Tim putra ketepatan mendarat (paralayang) 
Jafro Megaranto (paralayang) 
Aries Susanti Rahayu (panjang tebing) 
Tim putra LM8+ (dayung)  
Christopher Rungkat/Aldila Sutjiadi (tenis)  
Rifki Ardiansyah Arrosyid (karate)  
Aqsa Sutan Aswar (jetski)  
Puspa Arumsari (pencak silat) 
Yolla Primadona-Hendy (pencak silat) 
Nunu Nugraha, Asep Yuldan Sani, Anggi Faisal (pencak silat)  
Aji Bangkit Pamungkas (pencak silat)  Komang Harik Adi Putra (pencak silat)  Iqbal Candra Pratama (pencak silat)  Sarah Tria Monita (pencak silat)  Abdul Malik (pencak silat)  Sugianto (pencak silat)
Ayu Sidan Wilantari dan Ni Made Dwiyanti (pencak silat)  Pramudita Yuristya, Lutfi Nurhasanah, Gina Tri Lestari (pencak silat)  Pipiet Kamelia (pencak silat)  Hanifan Yudani (pencak silat)  Wewey Wita (pencak silat)
Tim putra Indonesia 2 (panjat tebing) Tim putri Indonesia 1 (panjat tebing)  Jonatan Christie (bulu tangkis)  Marcus F Gideon/Kevin Sanjaya (bulu tangkis)  

Emas pertama Indonesia diperoleh dari ajang olah raga Taekwondo yaitu atlit taekwondo putri yaitu Defia Rosmaniar yang mengalahkan atlit taekwondo asal Iran yaitu Marjan Shalahsouri. Menurutnya tidak ada yang tidak mungkin asal kita selalu berusaha dan tidak mudah putus asa. Perolehan emas pertama Defia Rosmaniar ini menyulut semangat atlit-atlit lainnya untuk menghasilkan emas-emas berikutnya.

Image result for defia
Defia Rosmaniar, atlet taekwondo
Image result for jonathan christie asian games
Si Handsome, Jonathan Christie, atlet bulutangkis yang namanya tengah melejit

Dengan adanya ajang Asian Games di Indonesia ini tampaknya memberikan pengaruh yang sangat positif kepada generasi Indonesia ke depannya. Terbukti setelah itu sekolah anak saya kemudian meresponnya dengan baik yaitu dengan menghidupkan olah raga bulutangkis di sekolah, serta beberapa tempat olah raga seperti tempat futsal dan kolam renang nampak dipadati anak-anak Indonesia yang semakin menampakkan animo nya di bidang olah raga. 

Saya rasa hobi anak-anak kita seperti menari, melukis, menulis dan lain-lain harus bisa sejalan dengan sekolah. Keduanya saling melengkapi. Dan, kita sebagai orang tua harus peka terhadap minat dan bakat anak-anak kita. Karena, kesuksesan seseorang tidak melulu dari bidang sekolah saja, melainkan bisa lewat minat dan bakat anak yang bisa kita lejitkan. Dibarengi dengan menanamkan kecerdasan EQ (kecerdasan emosional) dan juga SQ (kecerdasan spiritual). Saya pernah melihat tayangan di Metro TV Kick Andy. Ada sebuah cerita yang saya ingat dan salah satunya adalah seorang pengusaha (lupa namanya), SMP pernah tinggal kelas, SMA juga pernah tinggal kelas. Bahkan, rangkingnya selalu diatas 10 tetapi sekarang dia bisa menjadi pengusaha sukses dengan banyak cabang usaha. Saya tidak mengatakan sekolah itu tidak perlu, namun melejitkan hobi/minat anak juga perlu kita usahakan. Saya rasa tidak  ada anak yang bodoh di dunia ini, karena Allah SWT telah menciptakan tiap anak sempurna, dengan kelebihan dan kekurangannya. Bahkan, dari hobi anak-anak kita bisa menjadi prestasi yang membanggakan seperti para atlit Asian Games yang dengan segala keterbatasan mereka. Selamat berjuang membesarkan anak-anak ya mams.................





Wednesday, July 11, 2018

Remaja Yang Kadang Susah Dimengerti


Dear temans,
Memiliki anak remaja itu memang menyenangkan. Secara fisik mereka sudah lebih tinggi dari kita. Sudah bisa bantu-bantu kegiatan di dapur. Mereka merasa sudah tidak anak-anak lagi. Namun, kadangkala tingkah lakunya masih kekanak-kanakan dan bikin geleng-geleng kepala. Kadangkala, saya juga suka bertengkar dengan anak remaja saya tentang hal-hal yang sepele. Seperti misalnya dia suka belajar sambil sesekali lihat WA. Padahal ya tidak penting-penting amat, dan bisa dijawab nanti seusai belajar. Saya paling jengkel melihatnya, makanya kalau pas belajar hp saya sita. Selain itu dia sudah mulai mengenal privasi. Sukanya masuk kamar, kemudian pintu ditutup. Dulu pas jaman SD sih dia tidak pernah seperti itu. Tetapi, saya tidak terlalu mempermasalahkannya. Katanya sih pingin lebih konsentrasi menggambar. Dia memang suka sekali menggambar dan menulis. Untuk mendukung hobinya tersebut saya sudah memasukkannya ke sebuah klub menulis. Sepertinya dia sangat enjoy dengan hal tersebut.

Hasil gambar untuk remaja
Gambar diambil dari giziseimbang.id

Libur kenaikan kelas tahun ini panjang banget. Saya senang-senang saja sih. Bisa istirahat antar jemput sekolah. Namun, saya kadang bingung mencarikan kegiatan untuk mereka. Dan yang pasti lebih boros. Anak-anak pasti minta dibeliin inilah itulah. Untunglah, angpao anak-anak lumayan banyak. Bisa dimanfaatkan. He he.
Sebenarnya dibilang sepi  tidak juga, di komplek saya masih ada anak-anak  tetangga komplek yang suka main di rumah.  Anak-anak sekarang juga sudah tidak mau tidur/menginap di rumah utinya. Dulu sih kalau si kakak menginap, adiknya juga pasti mau menginap disana. Sekarang sudah tidak mau lagi. 

Nah, beberapa hari yang lalu si kakak mendapat WA dari teman-teman SDnya dulu. Mereka mau mengadakan reuni. Sebenarnya cuman teman dekat waktu SD sih. Cewek-cewek semua. Jadi, hanya sekitar 5 orang. Mereka bersekolah di tempat yang berbeda-beda, namun masih suka kontak-kontakan. Mereka janjian untuk bertemu di rumahnya si N. Si kakak sudah minta ijin sebelumnya, dan dia juga membawa uang Rp. 70.000 dari angpao kepunyaannya. Waktu dia berangkat ke rumah N, saya sudah berpesan kalau pingin jalan-jalan di tempat yang dekat saja. Memang, pas dia berangkat dia bilangnya mau jalan-jalan juga. Si kakak juga bilang pulangnya agak sorean. Sekitar jam 4. Soalnya sudah lama tidak ketemu. Sebelum pergi, dia mencium tangan saya. 

Waktu itu si kakak juga membawa hp saya. Sebenarnya, dia sudah minta hp sendiri. Namun, belum saya ijinkan. Karena, sekolahnya juga tidak mengijinkan. Jam 4 sore dia WA ke saya kalau dia dan teman-temannya minta dijemput di Citraland Mall.Jarak Citraland ke rumah sekitar 30 menit.Waduh, kaget saya waktu itu soalnya saya pikir perginya pasti tidak jauh-jauh dari rumah N. Katanya, mau naik Go Car uangnya sudah habis buat beli jajan. Kemudian, saya WA balik. Kak, kok tadi tidak bilang mamah dulu kalau perginya ke situ. Lha, tadi mamahnya N mau sekalian keluar, terus dianter mobilnya ke CL. Padahal, waktu itu suami lagi banyak kerjaan di kantor. Saya juga tidak bisa menyetir mobil. 
Kemudian, saya jawab,''Ya, sudah naik Go Car aja. Nanti bayarnya kalau sudah sampai di rumah N. Alhamdulilah, bisa. Waktu itu jam 6 Maghrib. Selanjutnya, Ayahnya menjemput kakak di tempat N. Karena rumah N itu besar banget, ayahnya bingung mana pintu depan mana pintu belakangnya. Ibu N kebetulan memiliki banyak bidang usaha. Yaitu usaha Salon dan Studio Senam. Waktu itu rumahnya kelihatan sepi tidak ada orang. Pintunya diketuk tidak ada yang keluar. Dan lagi suami lupa bawa hp. Ya, sudahlah pulang ke rumah dengan tangan hampa dan uring-uringan.

Setelah itu saya menelpon si kakak. Kok tadi pas jemput di rumah N, rumah sepi tidak ada orang. Terus saya bilang si kakak, kamu di teras saja. Karena kasihan dengan saya yang lagi hamil, maka ayahnya ke rumah N lagi. Akhirnya, bisa ketemu dan merekapun pulang ke rumah.
Sampai di rumah, ayahnya agak marah soalnya dia pulang kantor sudah banyak kerjaan masih ada juga masalah di rumah. Selanjutnya saya menasihati si kakak, eh dia malah tidak merasa bersalah, malah jawab ; Tadi kan udah bilang mau jalan-jalan ma temen dan pulang sore dan lagi itu kan uangku sendiri mah.
''Iya, tapi kan mamah udah bilang, WA dulu kalau memang pingin jalan-jalan ke CL. Pokoknya drama banget deh''.  Intinya dia tidak mau disalahkan. Namun, akhirnya dia mau juga mengerti. Saya berpesan padanya jangan diulangi lagi.
Kadang saya juga berpikir apa saya terlalu protektif? Mengingat semua ortu teman-temannya tidak ada yang mempermasalahkannya.
Bagaimana menurut Anda?Share di kolom komentar yaaaa...thank you all.
Tulisan saya persembahkan  untuk arisan blog dengan pemenang adalah mbak Christanty Putry Arti dan Mbak Ade Hermawati .











Back to Top