Showing posts with label Ceritaku. Show all posts
Showing posts with label Ceritaku. Show all posts

Cara Mengatur Duit Dengan Mudah Di Masa Pandemi Ala Ligwina Hananto

Wednesday, September 30, 2020



Assalamualaikum semua,

Selalu ada hikmah dibalik setiap peristiwa yang kita alami sepahit apapun, termasuk pandemi virus Covid-19 ini. Diantaranya adalah satu,   menyadarkan kita agar lebih banyak menjaga kesehatan diri dan lingkungan dengan rajin mencuci tangan. Kalau kita tadinya yang tiap habis pergi, langsung blusukan masuk rumah kita jadi diingatkan untuk cuci tangan dahulu. Kedua, kita jadi memiliki lebih banyak waktu untuk berkumpul dengan keluarga di rumah dan pastinya lebih memperkuat bounding antar anggota keluarga.

Ketiga,  kita bisa mengurangi jajan tiap akhir pekan karena adanya penerapan PSBB. Bagi yang kreatif momen ini bisa kita gunakan untuk memasak makanan harian kita sendiri karena lebih menghemat uang ketimbang harus pesan makanan di online.

Eh, tahu ga guys dengan memasak sendiri makanan yang setiap hari kita santap bisa menghemat uang kita hingga 50 persen. Menurut pakar keuangan Ligwina Hananto, jika pada weekend kita makan di resto bisa menghabiskan Rp. 240.000,00 maka dengan memasak sendiri kita hanya mengeluarkan uang Rp. 120.000 saja. 

Keempat, pandemi ini membuka keran pundi-pundi rupiah untuk para pembuat masker, para pemilik usaha pot dan tanaman, para pengusaha ikan cupang atau peternak ikan lele. Bahkan tetangga saya yang sebelum pandemi memproduksi gamis kini sementara beralih membuat masker juga. 

Kelima, kita menjadi lebih religius. Pandemi ini jadi kesempatan kita untuk mendekatkan diri dengan Allah SWT.

Cara Mengatur Duit Dengan Mudah Di Masa Pandemi Ala Ligwina Hananto




Ligwina Hananto, perencana keuangan kawakan 

Menurut Ligwina Hananto seorang perencana keuangan kawakan yang terkenal dengan QM Financialnya, idealnya  kita itu sebaiknya menyisihkan 10% uang kita untuk menabung, kalau uang berlebih kita juga bisa menyisihkan 10% untuk investasi, 10% untuk beramal, 10% untuk jalan-jalan.Jangan biasakan untuk berhutang, lebih baik kalau uang kita sudah cukup barulah membeli barang yang kita incar. 

Dari berita televisi yang pernah saya lihat, selama pandemi ini pemerintah telah mengucurkan trilyunan rupiah untuk membantu rakyat yang terdampak Corona ini lantaran banyak diantara mereka yang tidak memiliki tabungan. Padahal, kalau dipikir-pikir pemasukan Pemerintah itu minus karena banyak juga orang yang tidak sanggup membayar pajak sebagai imbas pandemi. Pastinya hutang lagi ya pemerintah kita. Duh, pusing juga ya jadi presiden.

Kalau kita terpaksa mencicil misal mencicil rumah jangan lebih dari 50 % dari penghasilan kita karena itu akan berat banget. Ini kata pakar keuangan  dan pengalaman pribadi juga. Untunglah, hutang rumah sudah kelar hehe.

Menurut Ligwina juga,  ada beberapa pengeluaran yang membengkak selama pandemi untuk keluarga yaitu makanan dan juga listrik. Kadang, kelamaan di rumah juga membuat kita browsing-browsing marketplace dan akhirnya kita jadi beli-beli yang sebenarnya kurang kita butuhkan. Nah, ada yang kayak gitu? Atau kadang kita susah menolak tawaran tetangga atau teman yang menawarkan dagangan. Kalau untuk listrik saya biasakan mematikan lampu kala tidak dipakai, karena termasuk daerah panas saya membuat banyak bukaan di rumah. Alhamdulillah, cukup terbantu. Saya menggunakan AC hanya malam hari saja. 

Selama pandemi saya merasakan kebutuhan belanja akan makanan terutama  cemilan membengkak, karena anak-anak di rumah jadi ya kalau biasanya Rp. 50ribu cukup untuk belanja sehari, sekarang bisa 100 ribu sehari. Untuk sedikit mengerem kebiasaan ngemil anak-anak saya suka membuatkan jajan sendiri untuk mereka  seperti membuat pisang goreng, bakwan, bubur kacang hijau dan lain-lain. Alhamdulilah, terkadang mertua  yang berada masih satu kota dengan saya mengirimkan jajan untuk anak-anak. Baik selama pandemi atau tidak mertua saya atau neneknya anak-anak selalu rutin mengirimi jajanan untuk anak-anak saya. 

Nah, itulah sedikit tips dari saya dan mbak Ligwina Hananto tentang cara mengatur duit dengan lebih mudah jangan lupa jaga kesehatan ya teman-teman. Menurut saya dalam waktu dekat ini kita tidak perlu keluar rumah kalau tidak penting, karena minggu ini Covid-19 di Indonesia mendapat rekor baru dengan 4.000 kasus dalam satu hari, setelah minggu sebelumnya rekor 3.000 kasus baru dalam sehari. Jangan lupa memakai masker setiap keluar rumah, karena memakai masker berarti melindungi diri kita dan orang lain dari bahaya Covid-19. 







Strong Woman Do Bong Soon, Drakor Favorit Pertama Saya

Saturday, September 19, 2020


Para pemain serial Strong Woman Doo Bong Soon 


Dear pembaca, 
Maaf ya sudah lama tidak posting tulisan karena saya rempong dengan duo bocah remaja saya yang belajar daring, ditambah dengan bocil umur 2 tahun yang lagi aktif-aktifnya dan butuh perhatian.
Nah, pagi ini saya akan membahas hal-hal ringan saja yaitu tentang drakor alias drama Korea. 
Yap, drakor ini lagi banyak penyukanya lho, terutama emak-emak macam saya nih. Tidak ngefans banget sih, kalau dirank mungkin skor saya baru 7 karena baru terhitung pemula banget.

Awalnya saya jadi suka drakor karena selama daring si sulung suka nonton drakor di televisi seperti  serial Doo Bong Soon misalnya, trus saya ikut-ikutan nonton eh seru juga ya. Namun, saya cuman mengijinkan mereka menonton drakor cukup 1 kali seminggu.Takut kalau kecanduan. Merekapun menonton drakor yang sesuai dengan usia mereka. Pokoknya si emak juga rajin memantau apa-apa yang mereka tonton, demi kebaikan mereka juga kan. 




Serial Doo Bong Soon ini ceritanya lumayan lucu dan romantis karena itu mendapatkan label drakor favorit saya. Sebenarnya ga jauh-jauh beda dengan sinetron Indonesia sih. Cuman mereka pintar mengemasnya dengan dibumbui background cerita yang bagus, style baju-baju yang keren, dan juga kita jadi disuguhi dengan masakan-masakan Korea yang di film cukup lumayan dihighligt.
Mengapa banyak orang suka dengan drakor?Karena di drakor itu banyak kejutannya, seperti permainan rollercoaster antreannya selalu mengular, sampai-sampai di Korea Utara dilarang untuk menonton drakor ini. Aneh banget ya pemimpin Korea. Padahal, dia pernah mumpet-mumpet lihat drakor lho mosok rakyatnya tak boleh. Hmm..macam tak betul budak nih.

Drama bergenre fantasi romantis ini menceritakan tentang wanita yang terlahir dengan kekuatan super bernama Do Bong Soon (Park Bo Young). Bong Soon memperoleh kekuatan super tersebut karena faktor keluarganya. Hanya anak perempuan saja yang memperoleh kekuatan super tersebut, demikian seperti dilansir Asianwiki. Suatu hari, Bong Soon membantu sopir bus yang diserang oleh sekelompok preman. Berkat kekuatan supernya, Bong Soon dengan mudah mengalahkan mereka. Kejadian tersebut disaksikan oleh Ahn Min Hyuk (Park Hyung Sik), seorang CEO perusahaan gim, Ainsoft. Ahn Min Hyuk sendiri sedang mengalami masalah. Ia baru saja menerima ancaman dan diteror oleh orang yang tidak dikenal. Min Hyuk berencana memperkerjakan Bong Soon sebagai pengawal pribadinya dengan bayaran tinggi. Selain itu, Min Hyuk juga menawarkan kesempatan kepada Bong Soon untuk bekerja di departemen perencanaan perusahaan gim miliknya. Kebetulan, cita-cita Bong Soon adalah membuat gim dengan dirinya sebagai karakter utama, dan Ainsoft adalah salah satu perusahaan yang ia impikan sebagai tempat bekerja. Sementara itu, kejahatan terhadap perempuan terjadi di lingkungan tempat Bong Soon tinggal. Detektif In Gook Doo (Ji Soo) juga tinggal di lingkungan yang sama. Bong Soon dan Gook Doo adalah teman sejak kecil, tetapi Gook Doo tidak tahu Bong Soon telah lama menyukainya. Selain itu, Bong Soon juga menyembunyikan kekuatannya dari Gook Do, karena ia tidak mau dipandang aneh. Akhirnya, Bong Soon, Min Hyuk dan Gook Doo bekerja sama untuk menangkap pelaku kejahatan yang tengah ramai dibicarakan tersebut. 

Begitulah cerita singkatnya guys...pokoknya cukup menghibur deh. Oia kalian pasti penasaran kan siapa aktor drakor favorit saya? Aktor drakor favorit saya adalah Hyun Bin. Penggemar drakor pasti tahu nih siapa Hyun Bin yang terkenal ganteng dan aktingnya cakep. Hyun Bin ini menjadi sangat tenar berkat kepiawaiannya berakting dalam serial Crush Landing On You. Begitu terkenalnya di Jepang, sampai-sampai Menlu Jepang ikut melihat serial ini lho.  Karena ceritanya yang lintas negara terutama setting filmnya yang dilakukan di Korea Utara, membuat orang makin penasaran dengan cerita ini. Nah, apa drakor favorit kamu? Sharing di kolom komentar ya....




Do dan Don't Saat Mendampingi Anak Daring Di Rumah

Saturday, July 25, 2020




Assalamualaikum temans,
Seminggu sebelum tanggal 13 Juli 2020, sekolah tempat Lala belajar mengeluarkan edaran via WA kalau tanggal 13 Juli 2020 adalah awal anak-anak masuk sekolah, dengan protokol kesehatan memakai masker, cuci tangan dengan handsanitizer sebelum masuk kelas, dan social distancing alias jaga jarak antar siswa. 
Selain itu masuk sekolah juga khusus untuk yang jelas 6 saja, kelas 1-5 tetap menggunakan sistem daring dan dishift juga. Jadi, ada 2 shift jam yaitu jam 10 dan jam 12.00, pelajaran juga cuman dua jam.

Saya sebenarnya setuju dengan rencana pihak sekolah karena juga Lala juga sudah ingin berangkat sekolah. Namun, ketika dishare banyak orang tua yang protes, apalagi setelah Semarang resmi ditetapkan PKM oleh pak Ganjar. Hasil kuesioner menunjukkan hampir lebih dari 50 persen tidak setuju, akhirnya kembali dilakukan daring untuk semua kelas, dari kelas 1-6.

Awalnya, bukan hal yang mudah untuk melakukan daring alias belajar dari rumah. Karena sistem yang ada di sekolah Lala memberikan ide baru dengan nama "new daring". Kalau sebelumnya hanya dengan google form dan zoom, sekarang diganti dengan googleclass dan zoom meeting secara berkala.


Bisa dibayangkan, guru yang tidak semuanya menguasai gadget pun "dipaksa" untuk bisa, pun dengan orang tua siswa. Saya alhamdulilah lumayan bisa, karena tugas blogger kan seringkali berhubungan dengan upload foto dan kirim ke google form dan lain-lain. Tetapi, buat emak yang sama sekali buta gadget ya cukup kepontal-pontal. Butuh waktu sekitar 2 Minggu bagi saya untuk menyesuaikan dengan "New Daring" ini. Selain itu guru dituntut harus bisa menjadi guru kreatif artinya tidak melulu memberikan tugas tetapi juga harus menjaga mood anak agar tidak stress kala mengajarkan tugas daring. Keadaan di masa pandemi ini secara tidak langsung "memaksa" para orang tua untuk melek mata terhadap dunia maya .

Berikut ini saya tuliskan berdasarkan pengalaman saya selama mendampingi anak saya Lala menjalani tugas daring.

Do :

  •  Saya biasakan Lala mandi di pagi hari seperti saat dia berangkat sekolah, sehingga kala nanti tiba saatnya sekolah dibuka, dia sudah terbiasa bangun pagi.
  • Mengijinkannya bermain kala tidak ada tugas.
  • Menjaga moodnya dengan baik, kalau dia kelihatan capek ya jangan dipaksa untuk mengerjakan. Untunglah, untuk mengerjakan tugas ada tenggang waktu sampai jam 23.00.

 

Dont :

  • Tidak berekspektasi terlalu tinggi terhadap nilai.
  • Ortu tidak boleh stress juga ketika mendampingi anak, jadi harus rileks. Bila perlu mungkin sebelum mendampingi anak kita ngemil deh makanan/minuman kesukaan kita.
  • Jangan lupa untuk memberikan pujian kepada mereka. Pujian ini tidak melulu karena mereka mendapat nilai yang bagus, tetapi karena mereka telah berusaha dengan baik. Misal : mau membantu kita di dapur, menyirami bunga, atau mau berolahraga.


Kalau boleh memilih saya sebenarnya lebih suka anak-anak masuk sekolah. Ya, dengan catatan itu tadi protokol kesehatan. Saya rasa di usia 11 tahun untuk kelas 6 anak sudah bisa diberikan instruksi sederhana misal "jangan pegang-pegang teman dulu, selalu pakai masker, cuci tangan tiap sebelum masuk kelas". Saya rasa hampir semua orang cemas bila anaknya sampai terkena Corona. Tapi, hidup kan terus berjalan. Janganlah, kita cemas berlebihan. Karena suatu saat nanti, sekolah harus tetap dibuka. Harapan saya kedepan sih semoga vaksin untuk Corona segera dikeluarkan untuk masyarakat Indonesia dan kehidupan bisa berjalan normal kembali. 





Belilah Kue Putuku

Saturday, July 11, 2020


Assalamualaikum,

Seperti biasa, kegiatan rutin saya setiap sore hari kalau tidak pergi ke luar taman kompleks sambil mendulang makan si kecil, saya jalan-jalan naik motor dengan si kecil dan suami sambil melihat-lihat pemandangan sore hari ataupun belanja kebutuhan sehari-hari.

Sama seperti orang dewasa, si bocil kan juga terkadang merasa bosan terus menerus berada di rumah. Apalagi, selama pandemi Corona ini kami lebih suka berada di rumah. Keluar rumah kalau memang perlu banget, baru keluar rumah. 

Terkadang di jalan saya menemui sesuatu kejadian dan saya tulis di blog. Seperti beberapa hari yang lalu misalnya saya menemui bapak-bapak yang sudah sepuh berjualan kursi dipanggul. Itu kan pekerjaan yang berat banget ya untuk seorang kakek berusia sekitar 60-70an. Saya suka iba melihatnya. Seharusnya usia segitu orang sudah saatnya pensiun dan menikmati sisa hidupnya dengan tenang. 

Kisah lainnya adalah ketika suatu malam  sekitar jam 8 malam di belakang rumah saya terdengar ada suara penjual kue putu lewat dengan suara khasnya. Nampaknya dagangannya belum banyak terjual.  Kue putu adalah jenis makanan tradisional nusantara yang berupa kue dengan isian gula jawa dibalut dengan parutan kelapa, dan tepung beras butiran kasar. Kue ini dikukus dengan diletakkan di dalam tabung bambu yang sedikit dipadatkan. Kue ini dijual pada saat matahari terbenam sampai larut malam.

Jaman dahulu di masa kecil saya di tahun 80-an salah satu kuliner Indonesia kue putu ini sangat berjaya. Setiap ada penjual kue putu lewat, selalu dikerumuni dengan antrean anak-anak yang sudah mengular.  Selain itu juga ada juga gulali yang bisa dibentuk- bentuk menyerupai binatang kuda, ikan, dan lain-lain bergantung request anak-anak di jaman itu dan fungsinya bisa seperti peluit.  Kemudian jajanan lainnya yang ngehits di masa saya kecil adalah Gethuk Pisang, Kolak Ketan Roti dan lain-lainnya. Kalau ingat masa itu, rasanya ingin waktu bisa berputar lagi ke masa itu bak pintu ajaibnya Doraemon. Begitu cepatnya waktu berlalu ya.  

Kue putu sekarang mulai tergerus dengan zaman modern yang serba instan berganti dengan jajanan kekinian seperti pizza, donat, sosis goreng, dan lain-lain. Saya selalu membeli kue putu keliling yang dijual oleh bapak-bapak yang usianya sepuh ini. Beliau ini kue Putunya murah pula cuman seribu rupiah. Saya biasanya beli 10. Terkadang juga ada bapak-bapak penjual kue putu yang harganya lebih mahal 2 ribu juga saya beli untuk membantu perekonomian mereka.

Baca juga : Traveling Dengan Honda Bebek Adalah Permata Pengalamanku 

Jajanan di masa kecil saya kalau saya nilai justru lebih sehat ketimbang jajanan sekarang yang lebih banyak pengawet dan pewarna. Makanya saya lebih suka membuat sendiri jajanan untuk mereka karena selain bisa menghemat uang juga lebih sehat. Terutama di masa pandemi ini sudah pasti anggaran belanja lebih boros. Jadinya, saya harus pintar-pintar untuk mengelola uang. Di sore hari biasanya saya sudah sibuk di dapur membuat jajanan untuk mereka seperti membuat bakwan goreng, pisang goreng, kentang goreng dan lain-lainnya. Anak-anak selalu suka dengan jajanan buatan saya dan terkadang belum selesai goreng sudah ludes haha. It will be story to tell to our grandchildren soon. Kalau sedang jenuh ya beli Sari Roti atau ya tadi beli kue putu. Kalau kebetulan ada penjual kue putu lewat di depan rumah kalian tolong dibeli ya....karena selain sehat juga bisa menolong sesama. 

 

 

 

 

 

 

 

 


Tidak Perlu Takut Melakukan Rapid Test

Sunday, June 21, 2020

Gambar diambil dari liputan6.com

Assalamu’alaikum temans,

Tepat dua bulan yang lalu tetangga saya ada yang terpapar virus Covid-19. Beliau memiliki profesi sebagai perawat di sebuah rumah sakit di Semarang. Profesi perawat memang rentan terpapar Covid-19, karena selama pandemi Covid-19 mereka sehari-hari menangani pasien Covid-19. Jadi itu lumrah terjadi. 

Rumahnya cukup dekat dari rumah saya, mungkin sekitar 100 meter. Bisa dibayangkan komplek saya langsung heboh dengan pemberitaan tersebut. Tetangga-tetangga saya dan termasuk juga saya melakukan aksi memborong handsanitizer dan masker kain. Pada saat itu harga masker medis juga selangit harganya. Kebanyakan orang lebih percaya masker medis ketimbang masker kain. Tetapi, akhirnya ada himbauan dari Pemerintah untuk orang awam lebih baik menggunakan masker kain saja karena masker medis memang diperuntukkan untuk tenaga medis dan jumlahnya juga terbatas. Akhirnya saya juga memakai masker kain dan saya juga beli serepnya untuk ganti-ganti disaat masker kain satunya dicuci.

Adanya tetangga saya yang PDP Corona membuat semua anggota keluarga yang serumah dengan penderita otomatis menjadi ODP. Namun, setelah dites ternyata anak dan istri penderita Covid-19 tersebut negatif. Setelah kejadian tersebut suasana kompleks perumahan saya menjadi  sunyi sepi. Orang jadi begitu paranoidnya untuk keluar rumah atau sekedar melewati rumah tetangga saya yang PDP Covid-19 tersebut. Anak-anak saya larang untuk bermain dan setiap keluar rumah harus menggunakan masker. Sayapun jadi agak cemas takut ketularan Covid-19. Anak-anakpun kemudian diliburkan setelah makin lama Covid-19 di Semarang semakin merajalela dan ditetapkan sebagai pandemi. Saya membatasi diri saya dan anak-anak untuk tidak terlalu banyak tahu tentang Covid-19. Cukup tahu yang pokoknya saja dan tidak perlu harus sampai detail, karena berada dirumah sudah membuat mereka cukup bosan, apalagi harus mendengar berita-berita negatif tentang Covid-19.

Alhamdulilah, setelah dua bulan berlalu tetangga saya tersebut dinyatakan negatif Covid-19 dan sudah aktif bekerja kembali. Kamipun bisa menghela nafas dengan kejadian tersebut. Dari RT/RW saya juga digalakkan kegiatan Jogo Tonggo untuk membantu tetangga yang terdampak Covid-19. Tentunya ini sangat positif sekali dan warga juga sangat antusias dengan kegiatan ini.

Virus Covid-19, gambar diambil dari AyoBekasi.net 

Saya pernah membaca  headline di sebuah berita online bahwa ada beberapa orang yang menganggap bahwa Covid-19 itu adalah penyakit bohong-bohongan dan ada yang percaya pada sebuah teori bahwa Covid-19 adalah sebuah konspirasi dari negara China. Banyak diantara mereka yang tidak menggunakan masker ketika keluar rumah. Padahal, Covid-19 adalah sebuah penyakit yang sangat berbahaya dan menular. Juga ada yang tidak mau menjalani rapid test karena berita ini.

Seperti yang telah kita ketahui jumlah penderita Covid-19 makin lama makin meningkat tajam. Untuk mengurangi penyebarannya, Presiden Jokowi menginstruksikan untuk melakukan rapid test, khususnya di beberapa wilayah di Indonesia yang memiliki kasus COVID-19 yang tinggi. Tes ini ditujukan agar pemerintah dan petugas kesehatan bisa mengetahui siapa saja orang yang berpotensi menyebarkan virus Corona dan melakukan tindakan pencegahan agar jumlah kasus COVID-19 tidak semakin bertambah.

Baca Juga : 6 Panduan Kesehatan Ala Dokter Reisa Broto Asmoro di Masa New Normal 

Prosedur dan Interpretasi Hasil Rapid Test

Prosedur pemeriksaan rapid test dimulai dengan mengambil sampel darah dari ujung jari yang kemudian diteteskan ke alat rapid test. Selanjutnya, cairan untuk menandai antibodi akan diteteskan di tempat yang sama. Hasilnya akan berupa garis yang muncul 10–15 menit setelahnya.

Hasil rapid test positif menandakan bahwa orang yang diperiksa pernah terinfeksi virus Corona. Meski begitu, orang yang sudah terinfeksi virus Corona dan memiliki virus ini di dalam tubuhnya bisa saja mendapatkan hasil rapid test yang negatif karena tubuhnya belum membentuk antibodi terhadap virus Corona.

Oleh karena itu jika hasilnya rapid test negatif,  pemeriksaan rapid test perlu diulang sekali lagi 7–10 hari setelahnya. Anda juga tetap disarankan untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari walaupun tidak mengalami gejala sama sekali dan merasa sehat.

Ada kabar menggembirakan bagi kalian yang ingin mengikuti rapid test tetapi was-was untuk keluar rumah, kini Halodoc membuka layanan rapid test dengan bekerjasama dengan beberapa rumah sakit terdekat. Di layanan ini ada menu pilihan rapid test terdekat  yang bisa disesuaikan dengan kota tempat tinggal kalian. Caranyapun sangat mudah dan kalian juga bisa memilih waktu yang kalian inginkan. Rapid test ini memerlukan beberapa kartu pengenal seperti kartu keluarga atau KTP. Biayanya akan tergantung biaya jasa tenaga medis dan penyedia alat yang diberikan dari Rumah Sakit. Sudah cukup jelas bukan? So, tidak perlu takut untuk melakukan rapid test ya....Saya percaya kita bisa melaluinya .....


 


 

 


Be Happy and Love Your Self

Friday, June 12, 2020


Assalamu'alaikum temans,

Beberapa tahun ke belakang kalau kita dengar lagu-lagu yang bertemakan Self Love kebanyakan dari grup-grup Korea ya, semacam Blackpink, Exo, Mamamoo, BTS, NCT dan lain-lain kemudian makin lama makin menjalar ke Indonesia dengan keluarnya grup JKT 48 dan grup lainnya. Kebanyakan lagu-lagu mereka ini memiliki genre musik yang energik dan penuh semangat. Kemunculan JKT 48 juga sangat disambut gembira di Indonesia, apalagi para penggemar cowok ya. Sayapun suka banget dengan mereka. Tapi, nama mereka sekarang sudah agak meredup karena gonta ganti personil dan juga beberapa ada yang sudah menikah. 

Lagu-lagu yang bertemakan self love juga memiliki dampak yang bagus untuk pendengarnya. Karena ini bisa membangkitkan semangat hidup dan jadi lebih optimis menatap masa depan. Namun, sayangnya di Indonesia lagu-lagu yang melow tetap menduduki rangking pertama di youtube. Entahlah, mengapa kok kebanyakan lagu-lagu melow sangat laris manis di Indonesia, meskipun lagu-lagu bertema self love juga tetap menduduki tempat di hati pemirsa. Nanti kalian boleh cek di You Tube deh. Namun, itu setidaknya merupakan sebuah progress di Indonesia dengan adanya beberapa penyanyi yang mulai memasukkan ide self love ke dalam lagu-lagu mereka ketimbang hanya lagu-lagu bertemakan cinta.

Tragedi Bunuh Diri Michael Jackson, Witney Houston, Anthony Bourdain

Home | Michael Jackson Official Site

Hasil gambar untuk whitney houston

Hasil gambar untuk anthony bourdain

Siapa sih yang tidak mengenal tokoh-tokoh diatas ini?Kaya, memiliki kedudukan, terkenal, namun mereka tidak bahagia dengan dirinya sendiri dan memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan cara mereka sendiri alias bunuh diri. Padahal, begitu banyak orang yang pingin banget seperti mereka. Memiliki banyak uang dan terkenal. Sayapun termasuk yang ngefans (bukan fans berat ya)  dengan lagu-lagunya Michael Jackson ikut sedih mengapa M.J. meninggal dengan cara yang tidak wajar.

Kalau dirunut banyak dari orang Amerika kebanyakan, dan artis Hollywood mereka lebih memilih untuk tidak percaya akan Tuhan alias atheis. Menurut mereka apa yang ada di langit dan bumi beserta isinya muncul karena kehendak alam bukan ciptaan Tuhan. Jadi, mereka hidup itu seperti tidak ada arah/lentera. Rata-rata mereka itu memiliki pola pikir bekerja sekeras mungkin bahkan sampai 24 jam dan setelah mendapat banyak uang mereka bersenang-senang/berfoya-foya. Tanpa mengenal Tuhan, hidup mereka dikeliling banyak harta namun gersang seperti tanaman yang tidak pernah disiram. 

Self  Love juga dapat diartikan dengan menerima dan menghargai diri sendiri. Mencintai diri sendiri alias Self  Love bagi beberapa orang sangat mudah untuk diucapkan tapi tidak mudah untuk dikerjakan di realita kehidupan mereka. Apalagi, jika mereka tidak memiliki support system yang tangguh seperti suami/istri yang baik ataupun latar belakang keluarga yang mendukung mereka menjadi lebih baik.

Menurut pendapat saya pribadi, untuk dapat mencintai diri kita sendiri kita harus mengenal diri sendiri dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan kita. Misal kita memiliki hobi menulis, menggambar atau menjahit kita harus mengoptimalkan hobi tersebut dengan baik sehingga bisa menjadi prestasi. Mempromosikan hobi tersebut ke media-media sosial kita pastilah lama-lama akan mendatangkan benefit yang akan bisa kita rasakan seperti mendatangkan uang, follower dan kepercayaan dari orang-orang. Hal itu tentunya akan dapat membuat rasa percaya diri kita bertambah bukan?

Satu lagi jangan bergaul dengan orang-orang yang memberi pengaruh negatif  kepada.

Dalam sebuah hadist, Rasullulah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan,”Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual  minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asap yang tak sedap (HR Bukhari 5534 dan Muslim 2628). Bergabunglah di komunitas-komunitas yang memiliki nilai positif untuk kita seperti komunitas menulis, menggambar dan menjahit misalnya. Least but not Last, cintailah diri Anda sendiri karena mencintai diri sendiri berarti menghargai ciptaanNya......

Maafkanlah Dirimu Bila Gagal Meraih Sesuatu

Tuesday, May 19, 2020

Lawan Covid-19 dengan Self-Healing

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Cerita ini sudah lama sekali terjadi.
Waktu itu saya masih duduk di bangku SMA kelas 3 di sebuah kota kecil nan sejuk dan berhawa dingin kota kelahiran saya, Salatiga. Saya boleh dibilang murid "tengahan" dalam artian bodoh juga tidak, terlalu pintar juga tidak. Tapi, alhamdulilah saya selalu masuk ke sekolah-sekolah yang termasuk favorit di Salatiga seperti masuk di SMPN 2 Salatiga dan SMAN 1 Salatiga. Dalam hati saya selalu terpatri ingin selalu membahagiakan kedua orang tua saya. Saya selalu ingat ketika Bapak saya mengambil rapor, di rumah jantung saya dag dig dug dapat rangking tidak ya, dapat nilai berapa ya. Bapak saya sih orangnya santuy aja soal nilai, mau nilai berapapun yang penting bukan nilai merah alias nilai kebakaran. Jaman saya dulu kalau nilai jelek di rapot ya ditulis apa adanya dengan tinta merah. Kalau sekarang kebanyakan nilai dikatrol-katrol untuk menyenangkan orang tua. Kalau soal pelajaran, pelajaran yang paling saya sukai pada masa SMP dan SMA adalah bahasa Inggris. Sampai-sampai teman saya menjuluki guru bahasa Inggris itu sebagai bapak/ibu saya. 
Orang tua saya jarang menemani saya belajar semuanya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ayah saya bekerja sebagai PNS di Pengadilan Negeri Salatiga sedangkan ibu saya ibu rumah tangga dengan 5 orang anak. Saya memang agak kurang kasih sayang hu hu. Kasihan banget ya. Semua pelajaran saya pelajari sendiri secara otodidak. Saya jarang banget yang namanya belajar. Seringnya main terus sampai Maghrib, kalau belum dibawain sapu oleh ibu saya, saya belum pulang. Hehe. Masa kecil saya di kampung sangat menyenangkan untuk bermain. Waktu itu tanah masih lapang belum banyak rumah, jadi saya dan teman-teman masa kecil saya sukanya bermain di kebun tetangga yang luas sekali dan sekarang menjadi rumah sakit THT. Banyak kisah manis terukir disana.

Kisah Gagal Meraih PMDK 
Ketika saya SMP saya memiliki teman yang lumayan akrab, dia murid pindahan lupa pindahan darimana. Anaknya cerdas banget dan berprestasi. Begitu pindah sekolah saya dia langsung menduduki peringkat pertama di sekolah. Dan itu bertahan terus sampai kelas 3. Ketika SMA kita berbeda sekolah.
Hingga suatu saat waktu itu kelulusan SMA, saya mendapat kabar kalau teman saya tersebut, sebut saja namanya N meninggal dunia karena tidak bisa masuk PMDK. Kata kabar yang beredar si N tersebut mengidap penyakit jantung. Padahal kalau saya melihat si N itu kayak tidak punya beban gitu. Maksudnya orangnya santai gitu. Kaget benar saya ketika mendengar kabar tersebut.

Kisah Gagal Meraih Cinta
Di kampung saya Salatiga banyak banget kasus seperti ini. Ada laki-laki dan ada pula perempuan. Salah satu contohnya adalah sebut saja namanya Mas Dodo. Mas Dodo ini sudah memiliki gandengan yang sudah disetujui oleh keluarganya masing-masing. Mas Dodo pekerjaanya  biasa saja, hanya pesuruh sekolah. Gajinya tidak terlalu banyak, namun ketika pacarnya pingin kuliah dia sanggup kok menyekolahkan si pacar sampai selesai. Begitu si pacar ini selesai kuliah dan bekerja, si pacar ini cinlok dengan teman kerjanya. Hubungan mereka lalu putus di tengah jalan. Hingga sekarang Mas Dodo trauma dan tidak mau menikah lagi. Katanya takut kalau tidak bisa membahagiakan si calon nantinya dan dia cenderung jadi skeptis dengan dirinya sendiri.

Hidup itu penuh warna. Ada suka dan duka. Adakalanya kita berhasil meraih sesuatu, adakalanya kita gagal meraihnya. Jikalau kita gagal, jangan lantas putus asa dan terus menerus menyalahkan diri sendiri karena bisa berujung pada depresi. Kita harus menemukan suatu metode untuk menyembuhkan diri karena kegagalan tersebut yang disebut dengan Self  Healing.
Kita bisa merawat rambut, gigi, mata dan tubuh kita namun apakah kita bisa merawat pikiran dan perasaan kita ?

Apa itu Self  Healing ?
Self Healing adalah sebuah proses sederhana untuk membantu menyembuhkan luka batin dengan melibatkan kekuatan diri sendiri secara penuh untuk beranjak dan bangkit dari penderitaan. Tanpa bantuan orang lain, tanpa media apapun. Self Healing membantu kita mengenali pikiran dan perasaan negatif yang selama ini mengurung diri. Setelah mengenali dan menerimanya kita akan mampu mengurai satu persatu masalah yang membebani pikiran dan perasaan kita tadi. Tujuannya bukan mengingat-ingat luka yang telah berlalu, tetapi mengajak kitan untuk lebih memahami diri sendiri (diambil dari Pijar Psikologi.org).

20+ Free Self-Healing & Prunella Vulgaris Photos - Pixabay

5 Self Healing Ala Saya :

1. Banyak-banyak membaca Al Quran
Dengan sering-sering membaca Al Qur'an insya Allah pikiran jadi lebih tenang dan jernih dalam berpikir. 

2. Membaca Buku Psikologi
Bagi yang hobi baca-baca bisa juga nih dicoba. Membaca buku bisa menambah wawasan kita tentang berbagai hal termasuk masalah kita. Saya percaya setiap masalah pasti ada solusinya.

3. Memandang foto-foto keluarga dan anak-anak
Dengan memandang foto-foto keluarga saya, saya merasa seperti mendapat energi baru untuk setiap masalah yang ada di dalam hidup saya. Mengingat progress yang telah saya capai selama berkeluarga dengan suami dan mensyukurinya. Karena banyak juga lho teman saya yang hingga detik ini masih belum menikah.

4. Mendengarkan lagu-lagu/musik
Mendengarkan lagu bisa menjadi self healing yang patut direkomendasikan. Dengan mendengarkan lagu pikiran kita jadi lebih rileks dan mudah menerima masukan. Seorang pasien kanker di Amerika Serikat bisa bertambah peluang hidupnya karena mendengarkan lagu. Saya rasa rumah sakit di Indonesia perlu mempraktikannya ya supaya pasien tidak jenuh dan stress berada di rumah sakit.

5. Melakukan Me Time
Ada kalanya kita perlu sesekali Me Time dengan diri sendiri tanpa anak-anak dan suami seperti misal ke salon untuk cream bath atau berenang. Wah, pasti seru sekali kan? Sayang saya belum bisa nih kayaknya soalnya si balita saya belum bisa ditinggal lama-lama. Kayaknya saya harus lebih banyak bersabar nih. 

Maafkanlah diri kalian bila memang telah gagal meraih sesuatu. Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Terimalah itu sebagai kekurangan diri dan pandanglah ke depan. Jangan pandang ke belakang. 
Semoga bermanfaat ya.....

Ramadhan di Tengah Pandemi Corona

Tuesday, May 12, 2020

Rukun Puasa Ramadhan dan Syarat Wajib Ibadah Diterima - Umroh.com

Suasana Ramadan kali ini benar-benar berbeda untuk semua orang muslim di dunia, khususnya di Indonesia. Saya yang sebelumnya kalau keluar-keluar tidak pernah sekalipun memakai masker, sekarang tiap keluar rumah selalu memakai masker. Saya yang tadinya kalau habis pegang uang/bertransaksi jarang banget yang namanya cuci tangan, sekarang tiap selesai berbelanja selalu cuci tangan. Memang, adanya pandemi Corona sedikit banyak mengubah kebiasaan orang yang tadinya mungkin agak jorok dan kurang memperhatikan kebersihan jadi suka kebersihan. 

Ramadhan kali ini semua anggota keluarga saya mengikuti anjuran pemerintah belajar dari rumah, bekerja di rumah dan beribadah di rumah.

Memang, awalnya ada kejenuhan yang luar biasa karena adanya pandemi Corona ini terutama dari anak-anak ya. Mereka ingin sekali berkunjung ke utinya di Salatiga. Tapi kan itu tidak mungkin untuk sementara waktu ini, karena kita masing-masing zona merah. Dan lagi ibu saya sudah agak sepuh jadi rentan untuk menularkan atau ditularkan. Memang, bulan ini kita disuruh untuk banyak-banyak bersabar dan tawakal ya.

Untuk mengusir rasa bosan, anak-anak saya ajak masak, berjemur, bermain catur, mengaji, mengerjakan tugas online dan sore hari melihat tayangan pengajian di televisi. Saya rasa penting juga untuk mengajarkan keterampilan hidup seperti memasak ini pada anak-anak putri karena mereka tidak selamanya akan selalu ikut kita orang tuanya. Suatu saat mereka akan menikah dan punya suami, kalau mereka tidak diajarkan hal-hal kecil ini mereka akan kesulitan sendiri. Saya dulu juga buta sekali memasak, tapi untunglah ibu mertua saya dengan sabar mengajarkan memasak kepada saya. Dulu, kalau boleh jujur saya bisanya hanya masak mie godhog atau mie goreng. Disuruh ibu saya untuk belajar masakpun saya malas sekali. Ternyata bisa memasak itu sangat banyak manfaatnya seperti bisa mengirit pengeluaran dan suami juga tambah sayang. 

Saya sangat bersyukur di masa Pandemi ini anak-anak sehat. Sakitpun paling yang ringan pilek. Saya agak parno kalau harus pergi ke rumah sakit, anak-anak suka takut melihat para dokter memakai APD. Fyuh.

Quran Ramadan Ramadhan - Foto gratis di Pixabay

Ramadhan kali ini terjadi penurunan daya beli bagi masyarakat Indonesia. Untuk beberapa produk seperti kue lebaran dan baju-baju agak mengalami penurunan. Bahkan, beberapa    toko kue merumahkan beberapa karyawannya. Saudara ipar saya yang notabene menerima pesanan kue lebaran juga menurun drastis pesanannya di bulan ini. Persiapan Lebaran ini saya sudah membeli beberapa jenis kue dan untuk baju belum sempat keluar nih. Namun, yang pasti persiapan hati dalam menyambut hari Iedul Fitri, dimana hati kita kembali suci dan memaafkan kesalahan orang lain.

Anak-anak saya bahkan berceloteh lucu. Duh, kalau ga ada mudik nanti ga dapat angpao dari Budhe Arum, Uti, Pakdhe Budi dong ma. Hehe. Jawab saya silaturahmi kan bisa kapan saja dek, Insyaallah mereka selalu ingat kamu meski kamu tidak pulang. Mudik tetap ada tapi ditunda. Gapapa kan?

Biasanya kalau Ramadhan tahun-tahun yang lalu hari pertama saya biasanya berkunjung ke rumah mertua di Tembalang, dan tidur sehari disana dan paginya sholat Ied di masjid terdekat mertua saya. Agak siang saya pulang ke Salatiga, rumah ibu saya. Disana sudah berkumpul kakak-kakak saya dan adik saya berikut ponakan-ponakan jadi sangat ramai. Malam harinya main mercon, dan bikin heboh tetangga-tetangga hehe. Paginya saya dan keluarga "ujung-ujung" atau berkeliling saling maaf memaafkan ke saudara-saudara terdekat ibu saya. Selain itu bertemu dengan saudara-saudara saya yang dari Jakarta. Kemudian jalan-jalan ke Boyolali, tempat saudara-saudara ibu saya. Benar-benar berkesan. Bagaimana dengan Ramadhan kalian teman?

 

 

 


Lakukan 5 Hal Ini Ketika Anak Alami Verbal Bullying

Friday, May 1, 2020

Finger Pointing Bright Young Things Drama - Bright Young Things Drama
Diambil dari google.com

Assalamualaikum,
Dear Pembaca,
Masa remaja adalah masa peralihan dari masa anak-anak menuju pra-dewasa. Di dalamnya terdapat pergolakan batin yang sangat besar bagi si teenager.
Banyak orang bilang kenakalan anak mencapai puncaknya saat remaja. Begitu pula yang terjadi pada si sulung saya,  masuk masa remaja si sulung jadi mulai berubah. Dia jadi memiliki privasi, lebih suka mengurung diri di kamar entah itu membaca buku ataupun melihat tayangan di laptop. Suka membantah, lebih vokal dan suka merasa dia itu sudah besar tapi tingkah lakunya masih seperti anak-anak.

Anak saya pernah mengalami apa yang disebut dengan verbal bullying. Verbal Bullying adalah kata-kata kasar yang dikeluarkan oleh pelaku bullying untuk membuat sasarannya menjadi tertekan. Anak saya pada dasarnya memang pemalu dan pendiam. Beda banget dengan si adik yang suka ngobrol dan curhat. Pulang sekolahpun sukanya nyerocos duluan, entah itu bercerita tentang temannya, gurunya atau apa yang dia alami di sekolah. Si sulung itu kalau berada di rumah itu suka cerita dengan si adik sampai lewat jam 9 malam, tetapi kalau di sekolah dirinya teramat sangat pendiam, bahkan kepada gurunyapun kalau tidak diajak ngobrol dia tidak akan ngomong. Saya waktu itu memang agak khilaf dengan anak-anak ketika kelahiran anak yang ketiga. Saya sadar saya kurang melakukan komunikasi dengan anak-anak sepulang sekolah terutama dengan si sulung. Saya lebih banyak memperhatikan anak saya yang lebih kecil. 

Sampai suatu hari ada panggilan dari guru BK kalau anak saya ada masalah di sekolah dan dia sempat dibully dengan temannya. Teman yang membullynya itu adalah teman cowok. Tidak tahu ya entah dia itu naksir atau gimana tiap anak saya pas pelajaran olah raga selalu diolok-olok tidak bisa. Anak saya memang tidak suka pelajaran olah raga, anaknya mageran...dirumahpun suka saya suruh olahraga tetapi paling cuman 5 menit setelah itu pulang ke rumah. Dia sepertinya kurang nyaman dengan sekolah yang sekarang, dia merasa teman-temannya itu banyak yang "FAKE" dan tidak tulus. Kelas 2 dia sempat mogok sekolah dan pingin pindah sekolah. Saya juga sudah mencari sekolah, namun timingnya kurang tepat kata kepala sekolah swasta yang saya incar. Oia sebelumnya si kakak itu sekolah di sekolah islam swasta dan selama itu tidak ada masalah dan baru masuk SMP ini dia memiliki masalah dengan temannya. SMP sekarang ini adalah SMP Negeri.

Saya kemudian merubah sikap saya untuk lebih perhatian kepada anak-anak saya. Terutama si sulung. Tiap pulang sekolah hp saya simpan dan saya mengajak mereka mengobrol. Saya rasa bullying itu bisa terjadi dimana saja, tinggal bagaimana peran orang tua menyikapinya. Biasanya, pelaku bullying  adalah anak-anak yang kurang perhatian dan bisa jadi dia dirumah juga suka dibully oleh orang tuanya. Alhamdulilah, si sulung sekarang sudah mulai berubah. Dia sebenarnya tidak pendiam tetapi dia memilih "mute" atau diam kala lingkungannya tidak cocok. Untuk SMA nanti sengaja saya pilih SMA swasta yang mungkin bisa lebih menyenangkan hatinya. Harapan saya semoga nanti dia bisa berubah dan bisa bergaul dengan siapa saja, dan saya menyuruhnya untuk mengikuti kegiatan ekstra karate untuk meningkatkan rasa percaya dirinya.

Bullying atau perundungan pada dasarnya adalah perilaku agresif yang dilakukan dengan sengaja oleh seseorang yang memiliki kekuatan lebih besar daripada korban. Perilaku bullying bisa berupa tindakan fisik maupun verbal yang dilakukan secara berulang-ulang. 

Anak Jadi Korban Bullying, Orangtua Harus Apa? (Dari HALODOC)

Pasti kesal dan sedih rasanya kalau buah hati menjadi korban tindakan yang tidak semestinya di sekolah. Nah, berikut tips yang bisa ibu dan ayah lakukan jika anak menjadi korban bullying:
1. Jeli Melihat Tanda-tandanya
Sayangnya, tidak semua anak akan bercerita pada orangtuanya jika mengalami tindakan tidak menyenangkan di sekolah. Umumnya, mereka lebih memilih merahasiakannya.
Artinya, ibu harus pandai mengenali tanda anak mengalami bullying, seperti anak terlihat murung atau sangat ketakutan jika disuruh pergi ke sekolah, seperti dilansir dari KidsHealth.
Jika benar bahwa anak telah di-bully, dengan pelan-pelan minta ia agar mau menceritakan kejadian yang sebenarnya. Ibu dapat mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi situasi tersebut, namun hindari mendorong anak membalas pelaku bully.
2. Beri Tahu Pihak Sekolah
Setelah mengetahui anak menjadi korban bullying, segera bicarakan masalah ini dengan pihak sekolah seperti guru atau kepala sekolah untuk sama-sama mencari solusinya. Hindari terbawa emosi, namun tetap fokuskan semuanya bertujuan agar anak mendapatkan keamanan.
Pasalnya, sebagian besar kasus bullying justru tidak diketahui oleh pihak sekolah, karena anak-anak pelaku bully baru mulai beraksi saat tidak ada guru di sekitarnya, seperti ketika sedang jam istirahat atau pulang sekolah.
3. Arahkan Anak Menghadapi Pelaku Bully
Beritahu anak bagaimana harus bersikap di depan pelaku bully. Si Kecil tidak boleh malu, minder, atau takut saat berhadapan dengan anak-anak nakal pelaku bully. Sebaliknya, mereka harus berani berkata kepada pelaku “berhenti mengejekku”, “diam”, dan “hentikan”. 
Laman BullyingUK menyarankan, orangtua untuk meyakinkan sang buah hati bahwa hal ini bukan kesalahan mereka. Mengalami bullying bukan berarti Si Kecil adalah anak yang lemah, pelaku tidak selalu adalah anak yang lebih kuat atau dominan. Jadi, penting untuk tetap membuat anak merasa percaya diri
4. Pantau Terus Keadaan Anak
Jangan menyerah ketika anak merengek tidak ingin sekolah karena menjadi korban bullying. Sebaliknya, tetap dukung sang buah hati untuk pergi ke sekolah, tetapi pastikan tetap memantau keadaan anak dengan aktif bertanya, seperti “Bagaimana hari ini?”, “Apakah anak itu masih melakukan bullying?”, “Lalu apa yang kamu lakukan saat mereka melakukan itu?”, dan lain-lain.
5. Pindah Sekolah
Jika masalah bullying terus berlanjut dan kondisi anak semakin parah, maka ibu bisa memikirkan untuk memikirkan solusi lainnya, seperti memindahkan anak ke sekolah baru atau mengganti konsep belajarnya menjadi belajar di rumah (homeschooling) untuk sementara waktu.
Pada intinya, jangan pernah sepelekan bullying pada anak. Hal ini bisa menyebabkan anak  trauma akibat bullying bisa terbawa hingga ia dewasa dan mempengaruhi kehidupannya nantinya.
Menurut kalian sudah benarkah tindakan yang saya lakukan? Tolong kasih masukan ya.......




 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS