Showing posts with label Ceritaku. Show all posts
Showing posts with label Ceritaku. Show all posts

Katakan Tidak Pada Body Shaming

Monday, August 13, 2018

Dear temans,
Beberapa waktu yang lalu saya membaca salah satu berita online yaitu tentang pernikahan Tasya Kamila. Tahu kan Tasya Kamila yang baru saja menikah dengan idaman hatinya, Randi Bachtiar setelah pacaran selama 5 tahun. Nah, karena termasuk selebritis papan atas Tasya Kamila para tamunya juga dong para selebritis papan atas, seperti Rossa, Raditya Dika dan lain-lain.
Ada salah satu foto yang diabadikan di instagram milik Rossa, ketika Rossa dan Tasya Kamila sedang berfoto berdua. Nah, di foto berdua tersebut ada salah satu netizen yang berkomentar. Kalian berdua "pendekwati".

Hari gini masih ada juga orang  yang melihat penampilan seseorang dari fisiknya. Bukan dari prestasi mereka yang sangat sangat gemilang.
Untunglah, mereka tidak terlalu terusik dengan komentar netizen yang usil tersebut.
Cerita lainnya adalah ada seorang dosen di Universitas Brawijaya bernama Maulina Pia Wulandari PHd, yang mengalami peristiwa tidak menyenangkan dari netizen yaitu ketika foto instagramnya diambil orang yang tidak bertanggung jawab, diedit dan disebarluaskan ke publik. Duh, kasihan banget ya...bagaimana rasanya jika itu adalah kita?Pia Wulandari bahkan mengancam untuk mempidanakan netizen yang telah mencemarkan nama baiknya sebagai seorang ibu, istri dan seorang dosen,

Image result for pia wulandari
Gambar diambil dari Tribunnews
Apa itu Body Shaming?

Body Shaming artinya adalah mencela penampilan luar seseorang/diri kita sendiri karena terlalu gemuk/terlalu kurus.
Orang yang mengalami Body Shaming akan menjadi orang yang tidak percaya diri dengan dirinya. Atau kalau tidak orang tersebut akan melakukan hal-hal yang agak absurd seperti misal melakukan operasi plastik, membeli kosmetik-kosmetik mahal yang belum tentu bahannya bagus untuk mencapai standar apa yang diinginkan orang lain.

Apa yang Harus Kita Lakukan Bila Mengalami Body Shaming?

Menikmati keragaman harus menjadi perhatian utama kita. Apa itu Kecantikan? Seperti yang mereka katakan,  cantik itu di mata yang melihatnya. Kita perlu mengajak gadis-gadis muda untuk mencintai diri mereka apa adanya. Gemuk, Kurus, Tinggi, Pendek tidak masalah selama Anda merasa nyaman dengan diri Anda sendiri. Benci Tubuh bukanlah tentang tubuh Anda - ini tentang pikiran Anda. Atau lebih tepatnya, pikiran dalam pikiran Anda. Dan apa yang Anda rasakan tentang diri Anda adalah apa yang cenderung Anda proyeksikan ke dunia. Kita menghabiskan begitu banyak waktu mengkritik diri sendiri, melihat semua produk ini di media untuk membuat pinggang Anda lebih kecil, lebih tinggi, kulit lebih ringan. Mengapa kita tidak mencoba dan memindahkan sebagian fokus dan mulai mensyukuri tubuh kita seperti itu. Ketika kita belajar untuk fokus pada aspek positif dari tubuh saya dan diri saya sendiri, itu menjadi jauh lebih mudah untuk merasa percaya diri, keluar dan diberdayakan. Kita semua unik, cukup indah, kita diberi tubuh yang kita miliki saat lahir. Kita tidak bisa mengubahnya. Jadi, mengapa kita memiliki rasa malu ini untuk tubuh kita yang indah? Kapan itu menjadi baik-baik saja bagi orang lain untuk memberikan penilaian tentang bagaimana penampilan kita?

Jadi, mari kita coba dan selangkah lebih dekat menuju kebebasan dari Body Shaming. Mari kita mencintai tubuh kita apapun itu ukurannya. Mari mencoba dan jatuh cinta pada diri kita sendiri. Karena jika kita tidak maka siapa yang akan melakukannya? Melayang tinggi di atas pemikiran :bahwa Anda tidak baik-baik saja seperti apa adanya. Ini adalah hidup Anda dan Anda bisa bermain sesuai aturan Anda. Bersyukur dengan ciptaan Tuhan dengan fisik Anda yang sempurna, karena menghargai diri sendiri berarti menghargai penciptanya.

Sumber : Let's Say No To Body Shaming





Asian Games 2018 : Energy Of Asia

Friday, July 20, 2018



Tidak lama lagi di Indonesia akan diadakan sebuah perhelatan besar, yaitu sebuah ajang olah raga terbesar di Asia, Asian Games 2018,  yang dilaksanakan di dua kota besar di Indonesia yaitu Jakarta dan Palembang tepatnya tanggal 18 Agustus-2 September 2018. Jumlah cabang olah raga yang dipertandingkan sebanyak 40 cabang terdiri dari 32 cabang olahraga olimpiade, dan 8 cabang olahraga non olimpiade.

Wah, tentunya kita patut berbangga diri bisa menjadi tuan rumah perhelatan ini yang diadakan setiap 4 tahun sekali. Makanya, pemerintah Indonesia sedang getol-getolnya melakukan persiapan untuk Asian Games 2018 mulai dari perbaikan GOR-GOR tempat latihan para atlit Asian Games 2018 dan perbaikan infrastruktur jalan. Mau tahu tidak kapan Asian Games pertama diadakan? Asian Games pertama kali diadakan di negara India pada tanggal 4-11 Maret 1951 dengan pemenangnya adalah negara Jepang. Tentunya, ajang olahraga ini memiliki tujuan yang positif  yaitu untuk menjalin kerukunan antar negara Asia serta untuk memajukan pariwisata di negara masing-masing.
Indonesia telah dua kali menjadi tuan rumah Asian Games yakni pada penyelenggaraan Asian Games IV tahun 1962 di Jakarta dan tahun 2018 di Jakarta-Palembang.

Pada Asian Games 2018 ini juga akan menampilkan atlit pemenang lomba lari 100 meter di IAAF World U20 Finlandia yaitu Lalu Muhammad Zohri yang berasal dari Nusa Tenggara Barat. Siapa sih yang tidak mengenal atlit ini? Atlit yang sedang hits di hampir semua medsos, dan semoga kita bisa melihat aksi kejutannya di Asian Games 2018 mendatang.

Pelari Indonesia Lalu Muhammad Zohri meluapkan kegembiraannya seusai berhasil menjadi yang tercepat pada nomor lari 100 meter pada ajang IAAF World U20 Championships di Tampere, Finlandia, Rabu (11/7). Zohri berhasil meraih medali emas setelah mencatatkan waktu tercepat 10,18 detik, diikuti dua pelari AS Anthony Schwartz (10,22 detik) dan Eric Harrison (10,22 detik). Sepanjang sejarah penyelenggaraan IAAF World U20 Championships selama 32 tahun, penampilan terbaik atlet Indonesia yaitu finis posisi ke-8 sesi heats nomor lari 100m pada tahun 1986.
Lalu Muhammad Zohri
Mengawali Asian Games 2018, sebelumnya sudah diadakan Torch Relay (kirab obor) Asian Games 2018 yang berlangsung di Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah yaitu pada tanggal 18 Juli 2018. Menteri PMK Puan Maharani menghadiri Torch Relay Mrapen untuk prosesi api obor di lokasi Api Abadi Mrapen. Api diarak menuju Candi Prambanan melewati Simpang Lima Semarang. Prosesi penyatuan api India dan api abadi Mrapen di konser Malam Penyatuan api di Prambanan dihadiri Wapres Yusuf Kalla dan Mentri PMK Ibu Puan Maharani. Anda pasti penasaran kan siapa pembawa obor Indonesia untuk Asian Games? Mereka adalah Atlet Susi Susanti dan Aktris Nadine Chandrawinata.

Hasil gambar untuk torch relay asian games 2018
Gambar diambil dari Tribunnews

Sempat ada pertanyaan dari beberapa orang, mengapa sih kita mengadakan Asian Games 2018 apa tidak malah menghabis-habiskan uang? Tahu tidak, pada tahun ke 17 pemerintahan presiden Soekarno, Indonesia telah berani untuk mengadakan Asian Games dan tidak itu saja Asian Games ini bisa menjadi ajang promosi pariwisata Indonesia, sekaligus mempromosikan produk-produk UMKM kita agar lebih dikenal di mata internasional. Selain itu ajang olah raga ini telah didukung oleh banyak sponsor dunia. Kita harus berpikir yang optimis menatap masa depan.

Penasaran juga kan dengan maskot-maskot Asian Games 2018. Anak-anak saya sangat suka dengan maskot-maskot Asian Games ini karena karakternya unik dan juga lucu.
Ada 3 maskot yang diusung dalam Asian Games 2018 ini. Jiwa dari “Energy of Asia” terbentang pada keragaman budaya, bahasa dan peninggalan sejarah. Saat semua elemen ini bersatu, maka akan menjadi kekuatan utama yang diperhitungkan dunia.
Terdapat juga nilai yang dipegang teguh Indonesia, rumah bagi ratusan etnis dengan begitu banyak bahasa yang berbeda. Para bapak pendiri kita telah membayangkan sebuah bangsa yang kuat dan bersatu di bawah filosofi Bhinneka Tunggal Ika.

Dengan nilai keberagaman dan dan kesatuan itulah kita memperkenalkan 3 maskot dengan 3 energi yang berbeda : 

BHIN BHIN

Bhin Bhin adalah seekor burung Cendrawasih (Paradisaea Apoda) yang merepresentasikan strategi. Bhin Bhin mengenakan rompi dengan motif Asmat dari Papua.



ATUNG
Atung adalah seekor rusa Bawean (Hyelaphus Kuhlii) yang merepresentasikan kecepatan. Atung mengenakan sarung dengan motif tumpal dari Jakarta.



KAKA

Kaka adalah seekor badak bercula satu (Rhinoceros Sondaicus) yang merepresentasikan kekuatan. Kaka mengenakan pakaian tradisional dengan motif bunga khas Palembang. 

Mari ikut sukseskan Asian Games 2018, semoga atlit kita berjaya di Asian Games 2018!!


Remaja Yang Kadang Susah Dimengerti

Wednesday, July 11, 2018


Dear temans,
Memiliki anak remaja itu memang menyenangkan. Secara fisik mereka sudah lebih tinggi dari kita. Sudah bisa bantu-bantu kegiatan di dapur. Mereka merasa sudah tidak anak-anak lagi. Namun, kadangkala tingkah lakunya masih kekanak-kanakan dan bikin geleng-geleng kepala. Kadangkala, saya juga suka bertengkar dengan anak remaja saya tentang hal-hal yang sepele. Seperti misalnya dia suka belajar sambil sesekali lihat WA. Padahal ya tidak penting-penting amat, dan bisa dijawab nanti seusai belajar. Saya paling jengkel melihatnya, makanya kalau pas belajar hp saya sita. Selain itu dia sudah mulai mengenal privasi. Sukanya masuk kamar, kemudian pintu ditutup. Dulu pas jaman SD sih dia tidak pernah seperti itu. Tetapi, saya tidak terlalu mempermasalahkannya. Katanya sih pingin lebih konsentrasi menggambar. Dia memang suka sekali menggambar dan menulis. Untuk mendukung hobinya tersebut saya sudah memasukkannya ke sebuah klub menulis. Sepertinya dia sangat enjoy dengan hal tersebut.

Hasil gambar untuk remaja
Gambar diambil dari giziseimbang.id

Libur kenaikan kelas tahun ini panjang banget. Saya senang-senang saja sih. Bisa istirahat antar jemput sekolah. Namun, saya kadang bingung mencarikan kegiatan untuk mereka. Dan yang pasti lebih boros. Anak-anak pasti minta dibeliin inilah itulah. Untunglah, angpao anak-anak lumayan banyak. Bisa dimanfaatkan. He he.
Sebenarnya dibilang sepi  tidak juga, di komplek saya masih ada anak-anak  tetangga komplek yang suka main di rumah.  Anak-anak sekarang juga sudah tidak mau tidur/menginap di rumah utinya. Dulu sih kalau si kakak menginap, adiknya juga pasti mau menginap disana. Sekarang sudah tidak mau lagi. 

Nah, beberapa hari yang lalu si kakak mendapat WA dari teman-teman SDnya dulu. Mereka mau mengadakan reuni. Sebenarnya cuman teman dekat waktu SD sih. Cewek-cewek semua. Jadi, hanya sekitar 5 orang. Mereka bersekolah di tempat yang berbeda-beda, namun masih suka kontak-kontakan. Mereka janjian untuk bertemu di rumahnya si N. Si kakak sudah minta ijin sebelumnya, dan dia juga membawa uang Rp. 70.000 dari angpao kepunyaannya. Waktu dia berangkat ke rumah N, saya sudah berpesan kalau pingin jalan-jalan di tempat yang dekat saja. Memang, pas dia berangkat dia bilangnya mau jalan-jalan juga. Si kakak juga bilang pulangnya agak sorean. Sekitar jam 4. Soalnya sudah lama tidak ketemu. Sebelum pergi, dia mencium tangan saya. 

Waktu itu si kakak juga membawa hp saya. Sebenarnya, dia sudah minta hp sendiri. Namun, belum saya ijinkan. Karena, sekolahnya juga tidak mengijinkan. Jam 4 sore dia WA ke saya kalau dia dan teman-temannya minta dijemput di Citraland Mall.Jarak Citraland ke rumah sekitar 30 menit.Waduh, kaget saya waktu itu soalnya saya pikir perginya pasti tidak jauh-jauh dari rumah N. Katanya, mau naik Go Car uangnya sudah habis buat beli jajan. Kemudian, saya WA balik. Kak, kok tadi tidak bilang mamah dulu kalau perginya ke situ. Lha, tadi mamahnya N mau sekalian keluar, terus dianter mobilnya ke CL. Padahal, waktu itu suami lagi banyak kerjaan di kantor. Saya juga tidak bisa menyetir mobil. 
Kemudian, saya jawab,''Ya, sudah naik Go Car aja. Nanti bayarnya kalau sudah sampai di rumah N. Alhamdulilah, bisa. Waktu itu jam 6 Maghrib. Selanjutnya, Ayahnya menjemput kakak di tempat N. Karena rumah N itu besar banget, ayahnya bingung mana pintu depan mana pintu belakangnya. Ibu N kebetulan memiliki banyak bidang usaha. Yaitu usaha Salon dan Studio Senam. Waktu itu rumahnya kelihatan sepi tidak ada orang. Pintunya diketuk tidak ada yang keluar. Dan lagi suami lupa bawa hp. Ya, sudahlah pulang ke rumah dengan tangan hampa dan uring-uringan.

Setelah itu saya menelpon si kakak. Kok tadi pas jemput di rumah N, rumah sepi tidak ada orang. Terus saya bilang si kakak, kamu di teras saja. Karena kasihan dengan saya yang lagi hamil, maka ayahnya ke rumah N lagi. Akhirnya, bisa ketemu dan merekapun pulang ke rumah.
Sampai di rumah, ayahnya agak marah soalnya dia pulang kantor sudah banyak kerjaan masih ada juga masalah di rumah. Selanjutnya saya menasihati si kakak, eh dia malah tidak merasa bersalah, malah jawab ; Tadi kan udah bilang mau jalan-jalan ma temen dan pulang sore dan lagi itu kan uangku sendiri mah.
''Iya, tapi kan mamah udah bilang, WA dulu kalau memang pingin jalan-jalan ke CL. Pokoknya drama banget deh''.  Intinya dia tidak mau disalahkan. Namun, akhirnya dia mau juga mengerti. Saya berpesan padanya jangan diulangi lagi.
Kadang saya juga berpikir apa saya terlalu protektif? Mengingat semua ortu teman-temannya tidak ada yang mempermasalahkannya.
Bagaimana menurut Anda?Share di kolom komentar yaaaa...thank you all.
Tulisan saya persembahkan  untuk arisan blog dengan pemenang adalah mbak Christanty Putry Arti dan Mbak Ade Hermawati .











Berhati-hatilah Berkendara Memakai Gamis!

Wednesday, May 30, 2018

Hasil gambar untuk berkendara memakai gamis
Diambil dari : media.muslimah.com

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Selamat berpuasa untuk yang merayakan :)
Dear pembaca,
Maaf  ya, lama tidak posting tulisan dikarenakan sibuk dengan anak-anak tes ukk. Maklumlah, anak saya yang nomer dua itu masih kelas 3 SD, belum bisa belajar sendiri. Si kakak sebenarnya sudah bisa belajar sendiri wong dia sudah kelas 1 SMP, tetapi ya itu belajarnya ekspres banget. Baru 10 menit sudah selesai. Sampai geleng-geleng kepala sendiri saya. Lho, kak belajar kok cuman 10 menit sudah selesai? Kalau disuruh ngulangi tidak mau.
Beda lagi modelnya dengan si adik, belajar itu harus dengan memegang sesuatu. Entah itu mainan, atau bolpenlah, dipegang-pegang, kalau tidak sambil coret-coret gambar di buku yang lain. Baru sebentar belajar sudah bilang,"Kapan selesainya?"
Pokoknya, kalau anak-anak lagi tes itu, saya sudah siap-siap kompres. Untunglah, si ayah bisa dikit-dikit membantu. Khusus untuk pelajaran-pelajaran sains. Seperti matematika, ipa, selebihnya semua ke saya.
Karena, keduanya sekolah di sekolah Islam jadi jadwal tesnya lumayan panjang. Saya pingin banget nanti sehabis mereka selesai tes mau pergi ke salon. Buat refreshing haha.

Nah, beberapa hari yang lalu tepatnya hari Sabtu, saya bukberan dengan mertua saya. Saya bertemu dengan ipar-ipar saya. Bukber di tempat mertua menjadi agenda rutin saya dan suami. Sebenarnya sih lebih enak bukber di rumah, menurut saya, karena bagi bumil seperti saya suka males keluar rumah. Apalagi kalau lewat Banyumanik itu seringkali macet, jadi saya suka bete sendiri. Tapi, buat nyeneng-nyenengin mertualah.

Kakak ipar saya (perempuan) bekerja sebagai guru di SMA Sultan Agung, namun rumahnya di Ungaran. Beliau bercerita kalau di perjalanan pulang di Banyumanik, dia melihat ada seorang ibu yang diboncengin suaminya memakai gamis. Ibu tersebut tidak menyadari kalau sebagian gamis tersebut masuk ke ruji-ruji sepeda motor. Sontak saja ibu tadi jatuh dari motornya dan mulutnya sampai sobek. Tidak tahu, kena apa. Untunglah, waktu itu tidak ada mobil yang berada di belakang motornya. Makanya, kadang kalau jemput anak-anak sekolah, saya lebih memilih untuk memakai celana panjang. Lebih aman soalnya.

Jadi ingat beberapa hari yang lalu, ketika saya meminta rujukan BPJS untuk periksa kandungan di sebuah klinik dekat rumah. Saya memakai gamis yang berkibar-kibar itu. Sebenarnya memakai gamis itu enak, lebih syar'i dan juga diperintahkan untuk wanita di agama Islam. Apalagi, kalau gamis masih baru gitu ya. Sama sekali ga nyadar waktu di jalanan. Waktu itu saya dibonceng suami. Untunglah, ada bapak-bapak pengendara Gojek yang memperingati suami saya. Dia awalnya di belakang saya. Kemudian, menyusul saya dan bilang ke suami,"Pak, gamis ibunya masuk ruji sepeda!"
Astaghfirullah, langsung saja saya singkap gamis saya. Dalam hati, saya berterima kasih kepada Bapak pengendara Gojek yang sudah menyelamatkan saya. Kalau tidak, apa jadinya saya. Syukur alhamdulilah, Allah SWT masih melindungi saya.

Sebenarnya tidak hanya gamis saja yang sih yang perlu kita perhatikan kala berkendara motor. Benda-benda seperti syal, slendang, bisa juga membuat kita celaka bila tidak berhati-hati.

Saran saya :

  • Lebih baik kalau Anda berkendara dengan memakai gamis jangan lupa memakai legging dan jangan membonceng dengan posisi menyamping atau lebih baik dengan posisi melangkah saja.
  • Kalau memang Anda pingin memakai gamis, ada baiknya Anda aware kala di jalan. Apalagi kalau Anda membawa buah hati Anda. Gamis Anda bisa Anda singkap, atau Anda beri peniti, nanti kala sudah sampai tujuan jangan lupa dilepas penitinya^^.
  • Memakai jaket bisa meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan. 
  • Jangan lupa memakai helm untuk Anda dan buah hati. Meskipun jaraknya dekat. 
Semoga bermanfaat ya ^^. Selamat menunggu buka puasa yaa....





Salatiga Makin Panasss

Thursday, April 19, 2018


Diambil dari Google Image



Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Haiii....semua

Seminggu yang lalu saya pulang ke kota kelahiran saya yaitu Salatiga. Salatiga dulunya adalah kota yang asri banyak pepohonan yang rindang, adem dan bikin betah berlama-lama untuk tinggal. Namun, sekarang jangan tanya....ampun panasnya. Beda sekali dengan sebulan yang lalu ketika saya pulang, masih ada adem-ademnya. Nah, kemaren waktu saya pulang itu sampai-sampai pakai kipas angin. Pemandangan yang sangat jarang sekali saya lihat. Eh, baru kali ini tidur di Salatiga pakai kipas angin celetuk saya. Itupun kipas angin hanya satu. Milik kakak ipar saya. Malam hari ketika saya sudah lumayan pulas, kakak ipar saya membangunkan saya, kipas anginnya mau dia pakai karena tidak tahan panas. Ya, udahlah saya pasrah aja. Sayapun mengambil kipas tangan yang saya bawa dari rumah, dan sampai terlelap dengan sendirinya.

Sedikit flash back ke tahun 2004, sekitar 14 tahun yang lalu. Tahun itu adalah tahun pernikahan saya dengan suami. Suasana Salatiga waktu itu masih dingin banget. Pagi berkabut. Rerumputan dimana-mana. Daun-daunan berembun di waktu pagi. Depan rumah saya masih ada rumah tetangga saya yang di belakangnya adalah kebun yang luas. Sewaktu saya kecil saya suka sekali bermain-main di kebun tersebut. Bermain jual-jualan, bermain petak umpet, bermain benthik dan permainan lainnya dengan teman sekampung saya. Waktu itu masih banyak tanah lapang. Namun, sekarang tanah lapang tersebut sudah banyak dibangun rumah. Pepohonan sudah jarang ditemui, dan rumah juga berdempet-dempetan. Selain itu, jalan utama di depan rumah saya sekarang diaspal. Dulunya merupakan jalan diplester dan di pinggir-pinggirnya tetap dibiarkan berupa tanah. Jadi, masih ada resapan di kala hujan.

Dulu, kalau saya pulang ke Salatiga saya akui sorenya saya jarang mandi he..he...karena dingin sekali airnya seperti air es. Kalau sekarang, sore tidak mandi malamnya pasti tidak bisa tidur karena kegerahan. Ibu saya masih menggunakan air sumur waktu itu, menimba air sampai tangan jadi "methekol".  Namun, Bapak saya kasihan kalau ibu dan anak-anaknya menimba terus, kemudian sumur tersebut ditutup dan diberi pompa sehingga tidak usah repot-repot menimba. Saya dari SD kelas 4 sudah mulai menimba air, mengisi bak-bak mandi bergantian dengan saudara-saudara saya. Bagi-bagi tugas.  Capek banget lho. Tapi, air sumur itu jernih banget dan sampai sekarang masih dipakai. 
Suami saya dulu tiap kali pulang ke Salatiga, mesti bawaannya jadi pilek karena kedinginan. Makanya, dia suka tidak tahan kalau di Salatiga. Katanya, mendingan kepanasan dari pada kedinginan. 


Hasil gambar untuk menanam pohon
Yuk, tanam pohon untuk anak cucu kita 

Tapi, beda sekali dengan keadaan sekarang ...sudah sumuk banyak nyamuknya lagi. Kemaren kita sampai kebingungan, tidur di dalam kamar sumuk...tidur di ruang dekat TV juga sumuk. Sampai-sampai jendela kami buka. Pokoke, kemaren itu heboh banget. Malam-malam, anak-anak minta ganti baju saking sumuknya. Duh, lama-lama orang Salatiga pada beli kipas angin/AC semua nih. 

Selain itu, di sekitar tempat tinggal saya ada banyak sekali rumah-rumah penduduk yang letaknya berdekatan dengan jalan raya yang dijual untuk dijadikan ruko-ruko. Sangat berbeda sekali pemandangan 10-14 tahun yang lalu. Jadi, rumah saya itu masuk gang dan depan gang tersebut adalah jalan raya besar. Di belakang jalan raya tersebut ada beberapa rumah besar milik penduduk yang dijual untuk dibuat ruko-ruko. Padahal, dari sekian banyak ruko yang dibangun, banyak juga ruko yang terbengkalai dan dibiarkan tidak terawat. Suka kasihan melihatnya. Dulunya, disitu rumah-rumahnya rindang-rindang semua dengan banyak pepohonan. Rumah-rumahnya juga sangat khas dan elegan dengan arsitektur yang mengagumkan. Saya dulu suka mengagumi rumah-rumah tersebut. Rumah-rumah itu pemiliknya adalah seorang dokter. Sayangnya, tidak ada satupun anaknya yang menuruni jadi dokter. Sehingga ketika dokter tersebut meninggal, rumah tersebut lantas dijual dan dibagi waris.

Kita suka sekali mengeluh tentang bumi yang semakin panas dan gerah padahal semua itu ulah manusia sendiri juga. Sekarang ini sudah sangat sedikit sekali resapan untuk lingkungan tempat hidup kita. Juga semakin bertambahnya jumlah penduduk, namun lahan semakin berkurang. Mungkin, kita harus berpikir-pikir untuk pindah ke planet Mars mungkin he he. Nah, menurut saya sekarang kita harus lebih galakkan lagi menanam pohon di pekarangan rumah kita. Atau kalau lahan kita terbatas, kita bisa menanam tanaman di pot-pot atau dengan cara digantung. 


Hasil gambar untuk menanam pohon di tempat terbatas
Untuk lahan yang terbatas, kita bisa menanamnya dengan cara seperti ini 


Semoga bermanfaat ^^.






Benar Ga Sih Kalau Wanita Itu Suka Nawar Kebangetan?

Monday, April 9, 2018

Assalamu'alaikum teman-teman,
Selamat hari Selasa, semoga hari ini membawa berkah bagi kita semua dan buat kalian yang lagi bekerja, selamat bekerja dan beraktivitas. Nah, hari ini adikku perempuan dari Papua mau pulang ke Jawa nih. Saya juga ikut senang tentunya. Bakalan bertemu 3 ponakan kecilku dengan logat Papuanya yang kental yang kadang bikin ketawa. Udah hampir 2 tahun kita tidak bertemu. Pastinya kangen banget. Dan hari ini juga bertepatan dengan ulang tahun adikku tanggal 9 April. Hbd my little sist.....

Saya mau bercerita tentang pengalaman saya beberapa minggu yang lalu. Ceritanya, saya itu lagi butuh banget pisau dapur. Eh, pas ke swalayan entah mengapa alat dapur itu selalu lupa beli. Singkat kata, sehari kemudian ada pedagang keliling lewat depan rumah menjajakan pisau. Langsung deh, saya panggil Bapak Penjual Pisau tersebut. Ternyata, dia tidak hanya berjualan pisau saja, dia juga menjual alat dapur yang lain seperti sendok sayur, susruk (alat penggorengan). Kebetulan saya juga lagi butuh alat penggorengan. Kualitasnya juga kelihatannya bagus dan awet. Kemudian, setelah itu saya tanya-tanya harga. Harganya murah juga untuk pisau dapur dengan gagang kayu Rp. 10.000,00 kalau gagang alumunium Rp. 15.000. Untuk alat penggorengannya Rp. 10.000,00 juga. Kemudian, saya memilih pisau dapur dengan gagang kayu sajalah.
Namanya wanita selalu tidak afdol bila tidak menawar. Padahal mampu lho beli segitu. Tetapi, selalu saja ditawar. Pak, aku beli pisau dapur 1, susruk 1 Rp. 15.000 ya? Bapaknya diam sebentar, lalu mengiyakan. Iya bu tidak apa-apa, buat penglaris. Alhamdulilah, berhasil juga tawar menawarnya.
Karena waktu itu saya habis menyapu halaman rumah, jadinya saya belum membawa uang sama sekali. Lantas, sayapun masuk ke dalam rumah untuk ambil uang.
Nah, kebetulan hari itu suami saya ada di rumah. Dia tanya berapa harganya? Rp. 15.000 mas, dua. Haruse Rp.20.000,00, tadi tak tawar.
Jawab suamiku : Kasihan, tidak usah ditawar dia kan butuh uang juga to. Udah Rp. 20.000,00 aja gpp. Iya ya, benar juga kata suami, aku jadi tidak tega juga.
Kemudian, Rp. 20.000,00 saya berikan kepada bapak penjual tersebut.

Diambil dari kaskus.co.id

Pernah tidak sih kalian seperti itu?
Kadang tanpa sadar kita menawar penjual keliling dengan harga yang kecil. Kasihan juga ya. Padahal, dia kan jalan kaki juga capek keliling kompleks. Terkadang, ada yang saya lihat pernah tidur di pos kompleks karena kecapaian. Habis itu saya jadi tidak tega kalau nawar penjual keliling. Anggap saja bersodaqoh saja.

Beda wanita beda pula dengan lelaki. Lelaki itu kan jarang banget menawar. Kayak suami saya, kalau belanja sendiri tidak tegaan dan jarang menawar. Makanya, pernah pas acara kantor di luar kota, kebetulan di acara itu sekalian jalan-jalan ke Marlboro. Saya berpesan anak-anak beliin baju ya yang murah-murah aja gpp. Pulangnya, saya dibelikan juga dompet dan anak-anak juga dibelikan baju, tapi kalau wanita kan biasanya menawar separo harga, seperti Rp. 50.000 jadi Rp. 25.000. Kalau tidak boleh, ya dinaikin sedikit. Kalau suamiku enggak pakai nawar-nawar. Katanya, sudah murah. Tapi, saya seneng juga sih dibeliin. Berarti dia juga perhatian sama istri.


Masak Sendiri Lebih Aman Dan Sehat

Monday, April 2, 2018

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Hai semua....pa kabarnya? Selamat Hari Senin dan selamat beraktivitas kembali setelah libur panjang Hari Paskah. Beberapa bulan ini selama trisemester pertama kehamilan saya tiba-tiba jadi males dengan kegiatan rumah tangga. Terutama memasak. Padahal, biasanya saya cukup rajin memasak sendiri, itupun lebih karena alasan memasak sendiri lebih sehat dan lebih hemat tentunya. Karena, saya ibu rumah tangga yang lebih banyak waktu di rumah, tentunya pilihan memasak sendiri adalah pilihan yang sangat tepat bagi saya. Meskipun, saya tidak bisa masak berbagai masakan dalam satu waktu. Biasanya, saya masak sayur dan bikin lauk, udah. Seandainya, anak-anak tidak terlalu suka masakan saya hari itu, misalnya pedas maka saya tetap beli sayur tambahan untuk anak-anak.
Kadang, kan bosen juga kalau kita bikin sayur yang terus menerus mengikuti selera anak-anak. Pinginnya kan juga bervariasi juga, jadi suami juga tidak bosan dengan sayur yang itu-itu saja.

Masak sendiri yuk
Saya kadang heran juga dengan anak-anak. Mereka itu tidak suka masanan laut seperti cumi dan udang (kalau ikan laut suka sih). Padahal, sudah saya paksa-paksa masih saja mereka berdua tidak mau. Kalau, si kakak masih mending kalau cumi dibumbu crispy dia masih mau, sementara adiknya sama sekali tidak mau. Bahkan, mulutnya selalu tertutup rapat bila saya cobain cumi. Mereka hanya suka ikan laut seperti kakap dibumbu tepung crispy, nila dan lele goreng. Menu lainnya ayam diopor dan digoreng, nugget itu saja.
Di masa hamil seperti sekarang ini saya tiba-tiba kok semakin suka dengan masakan ikan-ikan laut seperti cumi, udang  dan juga daging sapi. Apalagi, selera makan saya sudah kembali seperti semula. Hmmm...pingin nambah-nambah nih. Tapi, pesan bu dokter, pertambahan berat badan bumil, tidak boleh berlebihan. Minimal 1/2 hingga 1 kilo sebulan. Ya bu, siapp.

Beberapa hari ini ada kabar yang kurang mengenakkan dari dunia kesehatan yaitu mengenai temuan BPOM dimana terdapat 27 merek ikan kalengan makarel dan sarden positif mengandung parasit cacing Anikasis Sp. Produk-produk ini biasanya terdapat di swalayan-swalayan, pasar dan warung. BPOM telah memerintahkan importir dan produsen ikan kaleng untuk segera menarik produk dari peredaran dan segera melakukan pemusnahan.
Makanan ikan kalengan yang diduga terdapat cacing

Temuan tersebut tentunya membuat kita was-was dalam mengkonsumsi produk-produk kalengan. Kita sebagai konsumen harus selalu jeli dalam membeli sebuah produk, jangan lupa untuk selalu mengecek kadaluarsa sebuah produk. Untunglah, saya sama sekali belum pernah membeli produk-produk ikan kalengan tersebut. Meskipun, pernah terbetik pingin mencoba, namun sama sekali belum terlaksana he he. Soalnya, saya lebih suka masak sendiri sih untuk produk-produk ikan. Karena, menurut saya kalau ikan kalengan tentunya lebih banyak pengawetnya. Jadi, cari amannya saja.

Alasan-alasan lainnya mengapa saya lebih suka memasak sendiri :

  • Kita bisa memperoleh sayur dan lauk yang segar setiap hari
          Pernah lho saya membeli lauk di luar eh ternyata lauknya itu sepertinya lauk yang kemaren dan digoreng lagi. Wah, tentunya kurang segar ya. Jadi kurang selera makan. Selain itu kadang-kadang sayur yang kita beli diluar itu udah diangetin beberapa kali jadinya tambah asin
  • Kita bisa menularkan hobi memasak ke anak-anak
Terkadang anak-anak saya ikutkan kegiatan memasak di dapur, meskipun cuma memotong wortel dengan pisau yang bergerigi. Tentunya,  sambil saya awasi. Mereka, jadi suka aktivitas memasak. Selain itu, di sekolahnya kadang-kadang ada cooking class seperti membuat dan menghias donat, mengoles mentega dan menabur meses di roti dll. Jadi, setidaknya mereka sudah terbiasa dengan aktivitas di dapur. Ooh..ternyata mama juga bekerja keras di dapur untuk menyajikan makanan sehari-hari untuk mereka.
  • Kita bisa berhemat belanja bulanan
Menjadi seorang ibu menuntut kita untuk bisa multitasking. Pintar mengasuh anak-anak, suami, serta pandai juga mengelola keuangan. Seorang istri bisa diidentikkan sebagai sekretaris suami. Memang, ada kalanya bolehlah kita sesekali jajan di luar, ke pemancingan atau ke restoran-restoran. Tetapi, jangan keseringan. Nanti tahu-tahu di akhir bulan kita ngutang he he. Pokoknya kita harus memastikan jangan sampai besar pasak daripada tiang.  


Nah, itu saja tips-tips dari saya. Semoga bermanfaat ya.....










From Zero To Beauty...Yuk Daur Ulang Sampah Bekasmu!

Monday, March 26, 2018

Haiii....
Assalamu'alaikum teman-teman ❤❤❤
Lama tak posting tulisan, karena si empunya blog lagi sok sibuk. Hi..hi..
Nah, mumpung hari ini ada waktu, maka saya akan berbagi tentang kegiatan kegiatan saya beberapa hari yang lalu yaitu hari Kamis tanggal 22 Maret 2018. Acara tersebut merupakan acara workshop diselenggarakan oleh Titik Tengah Partnership Woman Blogger Movement, Alfamart, dan Laquina Creative Handmade,  bertempat di AllStay Hotel yang beralamat di Jalan Pemuda, Semarang di lantai 8.
Acara ini juga untuk memperingati Hari Perempuan Internasional, Hari Bumi dan Hari Air.

Workshopnya mau dimulai  
Selfie-selfie dulu he he 

Saya berangkat bersama 2 blogger cantik yaitu mbak Martha Melliana yang merupakan blogger pendatang baru :) dan blogger yang sedang hamil 7 bulan tapi tetap aktif yaitu mbak Rahmi Aziza. Btw, ternyata mbak Martha itu tetangga saya lho, makanya saya tidak menyia-nyiakan kesempatan waktu beliau menawari nebeng di mobilnya untuk berangkat ke All Stay he..he..(just kidding mbak).
Rasanya sudah lama sekali tidak mengikuti event-even blogger karena merasa masih kurang fit untuk ikut event, maklumlah bumil. Kangen dengan teman-teman sehobi a.k.a. teman-teman ngeblog.
 Workshop kali ini sangat menarik karena bertemakan tentang daur ulang sampah. Kita kan sukanya memandang sebelah mata sampah-sampah seperti bekas dus susu bekas, plastik-plastik, kaleng-kaleng bekas dll. Padahal, kalau kita jeli dan kreatif seperti Owner Laquina yaitu mbak Alfa Yuniar kita bisa lho menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Dari dus-dus susu bekas ini mbak Alfa bisa menyulapnya menjadi dompet koin yang cantik, tempat-tempat kado dan lain-lainnya. Kreatif banget ya ?
Mbak Alfa ini memulai usaha daur ulang sampah ini dari mulai tahun 2015.
Nah, di workshop ini mbak Alfa ingin mengajak semua orang untuk peduli sampah, selain itu kami para blogger juga diajari bagaimana cara membuat dompet koin yang cantik dan imut. Duh, tak sabar untuk bikin ya.

Perwakilan dari Alfamart Mas Heru Suprianto juga mengatakan bahwa workshop ini merupakan bentuk kampanye pengurangan sampah rumah tangga dan diharapkan masyarakat nantinya bisa memelihara lingkungan dan mengolah sampah dengan benar.


Perwakilan dari Alfamart Mas Heru Suprianto
Kemudian kami mulai mendapat pengarahan dari Mbak Alfa tentang cara membuat dompet koinnya. Masing-masing blogger mendapat bahan membuat dompet koin yang berupa potongan dus susu, kain perca, kancing dan lem yang dipakai bersama-sama. Semuanya nampak antusias untuk membuat dompet koin begitu dengan saya.
Karena saya terlalu fokus ke bikin dompet koin, jadinya fotonya tidak bisa komplit. Jadi, maaf bila saya hanya bisa menampilkan sebagian saja ya.

MC Mbak Isul dan Mbak Alfa Kurnia dari Laquinna Creative Handmade
Semua antusias sekali membuat dompet koin 
Saya agak kesulitan di bagian memasang kancingnya. Padahal, gampang ternyata. Serta ada insiden kancing kebalik. Sebenarnya udah jadi,
terpaksa saya bongkar lagi. Namun, akhirnya dengan sedikit kerja keras, dompet sayapun jadi. Kata teman-teman saya punya saya rapi sih. He..he..Alhamdulilah.


Ini bahan-bahan untuk membuat dompet koin : dus susu, kain perca, kancing, lem kain 

Dompet koin buatan saya ....lumayan cakep kan? Pingin buat lagi nanti di rumah

Tiba di ujung acara teman-teman yang hasil karya dompet koinnya tercepat dan rapi mendapat hadiah dari Mbak Alfa. Sayangnya, saya tidak terpilih. Hu..hu...
Tetapi, saya merasa senang dengan mengikuti workshop ini karena menambah ilmu saya tentang memanfaatkan barang-barang bekas. Padahal, saya selama ini selalu membuang dus susu bekas. Wah, sayang ya...
Ini juga membangkitkan ide saya untuk mengajari anak-anak cara membuat dompet koin kala mereka liburan nanti.
Ketika saya pulang ke rumah anak-anak juga suka dengan dompet koin saya dan jadi bahan rebutan.







Sagitarius dan Leo, Cocok Ga Sih?

Friday, March 16, 2018

diambil dari loop.co.id
Haiii......
Met hari Kamis teman-teman. Wah, tidak terasa ya kok udah Kamis lagi. Pinginnya setiap hari tu Sabtu ma Minggu terus ya he he.
Alhamdulilah, UTS nya anak-anak udah kelar jadi si emak bisa nulis-nulis lagi. Jujur kalau anak-anak lagi UTS itu kita berasa ikut tes juga, jadi habis nemenin  mereka belajar, rasanya capek sangat. Capek fisik dan mental. Butuh refreshing. Biasanya, saya setelah itu nonton tv yang lucu-lucu, seperti nonton Andre dan Sule, meski ga lucu-lucu amat tapi bisa jadi hiburan segar.
Anda pastinya pernah dong membaca sebuah buku tentang manfaat tertawa. Ada sebuah ungkapan Laughing is Healing. Jadi, tertawa bisa menjadi obat dari segala masalah kita lho. Bahkan, ada seorang pasien kanker anak-anak di Amerika Serikat yang menurut prediksi umurnya hanya bertahan hingga 8 tahun namun setelah dengan terapi tertawa, bisa bertahan hingga 8 tahun 4 bulan. Nah, sering-seringlah tertawa. Tapi, jangan tertawa sendiri ya he he.

Sekarang saya akan bercerita tentang hal-hal yang ringan. Yaitu seputar Horoskop. Saya sih sebenarnya tidak terlalu percaya tentang horoskop, hanya sekedar untuk hiburan saja. Bintang saya adalah Sagitarius yang lambangnya setengah kuda, setengah manusia (23 November-21 Desember) memiliki sifat-sifat : Bosenan, pemburu kebebasan, Tidak sabaran, ramah, suka susah dalam mengambil keputusan dll
Tidak tahu itu kebetulan atau apa, banyak yang benar dari sifat-sifat tersebut di saya.

Sedang suami memiliki bintang Leo 23 Juli-22 Agustus dengan lambang Singa, memiliki sifat tegas, pandai mengambil keputusan, sangat optimis, setia dan jujur.
So far, saya dan suami cocok satu sama lain. Meski ada kalanya kita menghadapi konflik tetapi selama ini bisa diselesaikan dengan baik. Sifatnya yang tegas dalam membuat keputusan merupakan nilai lebih dari si Leo. Sebaliknya saya itu orangnya suka galau, bingung dalam mengambil sesuatu keputusan.
Kalau ada masalah dalam rumah tangga, kami lebih suka menyelesaikan secepatnya supaya tidak menjadi bom waktu di kemudian hari. Kami juga tidak gengsian dalam meminta maaf. Kalau saya merasa saya salah, saya minta maaf dan juga sebaliknya.
Tanpa terasa pernikahan kami sudah berjalan 13 tahun. Mempertahankan rumah tangga itu tidak semudah membalikkan tangan lho. Gampang-gampang susah. Kuncinya adalah :
Jeng....jeng....jeng...lihat kebawah ya.....

diambil dari milaksm.blogspot.com


  • Mau menerima kekurangan pasangan.
  • Komunikasi yang intens dengan pasangan
  • Me time berdua dengan pasangan jika ada waktu luang
  • Berbagi pekerjaan rumah tangga 
  • Tidak gengsi minta maaf
Itu saja sih pengalaman saya selama ini dengan pasangan. Nah, kalau kalian tanya Sagitarius dan Leo cocok apa enggak? So far cocok aja sih. Tetapi jangan lupa kuncinya tetaplah yang diatas. Have a nice weekend.








Tips dan Trik Mengetahui Travel Umroh yang Baik

Friday, February 9, 2018

Image result for umroh
Diambil dari Google.Image

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Anda pastinya pernah dong melihat iklan berikut ? Hooo...hooo....hooo kena tipu....barang palsu. Iklan yang sangat easy listening dan mudah dicerna menjadikannya salah satu iklan yang disukai publik. Di dalamnya terdapat pesan agar kita berhati-hati kala berbelanja online, dikarenakan ada juga penjual online yang menjual barang-barang KW. Saya soalnya sudah pernah punya pengalaman tertipu kala berbelanja online. Saya lumayan suka berbelanja online, tetapi biasanya untuk beberapa produk yang susah di cari di offline. Ceritanya waktu itu harbolnas (hari berbelanja online nasional). Seperti biasa banyak toko-toko online yang jor-joran dalam memberikan diskon. Ada beberapa jam bermerk bagus yang tadinya harga jualnya ratusan ribu, hanya dijual dengan harga puluhan/belasan ribu. Siapa sih yang tidak pingin? Namun, biasanya dalam hitungan menit jam tersebut langsung terjual ha ha. Saya  tertipu saat berbelanja online di sebuah toko online yang tidak perlu saya sebutkan namanya kala harbolnas tersebut. Niat hati ingin membeli sepatu branded. Kalau tidak salah merek sepatunya CB...di harbolnas tersebut harganya 60 ribu...ya mana ada sih sepatu branded harganya dibandrol jadi 60 ribu, ya sudah pasti kualitasnya sesuai harga tersebut, dan usut punya usut ternyata sepatunya abal-abal buatan sekitaran Bandung. Grrr gemes deh. Saya jadi menyadari kebodohan saya. Namun, tidak semua toko online itu penipu ya sobat. Banyak juga yang baik. Ini sekedar contoh saja. 

Ilustrasi di atas bisa menjadi sentilan juga kepada kita yang hendak melaksanakan umroh. Jangan mudah tertipu dengan travel umroh yang menawarkan harga-harga murah di bawah harga yang ditetapkan pemerintah. Biasanya tarifnya sekitar 20 juta ke atas tergantung hotel dan pesawatnya. Jika, dibawah harga tersebut Anda patut untuk waspada. Bisa, jadi hotelnya jauh ..atau Anda bisa ditelantarkan ketika sampai disana, lebih buruk lagi Anda tidak jadi diberangkatkan seperti kasus yang terjadi di First Travel. Sudah ribuan orang yang menjadi korban dari First Travel dan bulan ini muncul lagi korban dari agen travel yang lain yaitu Hannien Tour di Solo. Saya juga heran mengapa banyak orang yang tidak berhati-hati dalam memilih travel umroh. Harusnya pengalaman dari First Travel menjadikan pelajaran yang berharga. Namun tetap saja masih ada korban dari travel umroh. Rupa-rupanya masih banyak orang Indonesia yang tergiur umroh dengan harga murah seperti kasus First Travel yaitu 16 jutaan. Menurut saya pemerintah harus secepatnya turut tangan, karena sudah banyak korban yang dirugikan.

Nah, Anda tentunya tidak ingin jadi korban kan? Simak tips berikut ya :

1 Pilih Travel Resmi Yang Terdaftar Di Kementerian Agama
Untuk dapat terdaftar secara resmi di Kementerian Agama, sebuah travel Umroh harus memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan dan memiliki surat-surat izin berikut ini, yaitu:
  • Surat Izin Tetap Usaha Pariwisata
  • Tanda Daftar Perusahaan
  • NPWP Perusahaan
  • Surat Keterangan Domisili Perusahaan
  • SK Menteri Kehakimah: Akta Pendirian Perusahaan
  • SK Depag. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (sebagai penyelenggara perjalanan Ibadah Haji Khusus)
  • SK Depag. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (sebagai penyelenggara perjalanan Ibadah Umroh)
  • Sertifikat Anggota Amphuri
  • Sertifikat Lembaga Bisnis Syariah dari Dewan Syariah Nasional MUI
2 Periksa Alamat Kantor Travel
Sebelum kita tentukan akan memilih jasa travel yang mana, pastikan lakukan survei atau pengecekan kantor travel yang akan kita gunakan jasanya.
Pastikan wujud kantornya ada dan bisa dipercaya.
3 Perhatikan (Track Record) Rekam Jejaknya
Travel Umroh yang baik dan dapat dipercaya pastinya memiliki rekam jejak yang bagus juga.
Untuk melihat rekam jejak travel Umroh tersebut, kita dapat memperhatikan mulai tanggal didirikannya travel. Makin lama travel Umroh didirikan, makin banyak pengalaman perusahaan tersebut dalam melayani Jemaah.
Selanjutnya perhatikan sudah berapa kali travel Umroh menyelenggarakan perjalanan ibadah Umroh.
Semakin sering dan rutin perusahaan tersebut melakukan pemberangkatan jemaah, membuktikan bahwa travel umroh tersebut memiliki kredibilitas yang baik. Hal ini pastinya memberikan pelayanan yang memuaskan untuk perjalanan ibadah Umroh.
4 Jangan Tergiur Dengan Harga Murah
Hal inilah yang dialami oleh pengguna jasa First Travel. Mereka tergiur karena harga paket yang ditawarkan oleh First Travel sangat jauh lebih murah jika dibandingkan dengan jasa travel lainnya.
Waspada travel yang menawarkan paket perjalanan ibadah Umroh dengan harga murah bahkan saking murahnya hingga tidak masuk akal, apalagi bila sampai menawarkan fasilitas kelas satu selama perjalanan.

5 Cek Fasilitas Umroh
Travel umroh yang baik pastinya akan terbuka mengenai fasilitas apa saja yang akan didapatkan dan fasilitas yang harus dibayar sendiri, karena tidak termasuk dalam fasilitas yang disediakan travel umroh.
Jadi, pastikan Anda memperhatikan fasilitas apa saja yang diberikan travel umroh agar Anda tidak kecewa di kemudian hari.
6 Cek Cara Pembayaran
Travel Umroh resmi umumnya selalu menggunakan jasa perbankan untuk segala transaksi pembayaran. Pastikan travel umroh yang Anda pilih memiliki rekening atas nama perusahaan dan bukan atas nama pribadi.
7 Gali Informasi dari Kerabat
Sebelum memilih dan menentukan travel umroh, ada baiknya Anda bertanya kepada kerabat yang pernah melakukan perjalanan ibadah umroh atau kerabat yang memang mengetahui travel umroh yang sesuai dan aman.


8 Tanyakan Ada/Tidaknya Pembimbing saat Umroh

Pastikan travel yang dipilih telah menyediakan pembimbing ibadah umroh yang akan menemani selama perjalanan ibadah di Tanah Suci.
Keberadaan pembimbing sangat penting bagi jemaah, dengan adanya pembimbing yang selalu menemani maka kita tidak akan kesulitan saat beribadah.
Misalnya : pembimbing akan mengarahkan kita dalam memenuhi rukun umroh, memandu saat kita berkunjung ke tempat wisata, bahkan pembimbing dapat menjadi penerjemah saat berkomunikasi dengan penduduk setempat.

9 Jangan Pilih Travel Umroh yang menjanjikan keberangkatan 
Jika menemui travel Umroh yang menjanjikan keberangkatan Umroh satu atau dua tahun lagi, dengan alasan apapun, hal tersebut tidak dapat dibenarkan. Umroh bukanlah Haji yang harus mengantri karena banyaknya Jemaah yang mendaftar dan terbatas pada kuota-kuota Haji tiap tahunnya.

10 Hindari Travel Umroh yang menggunakan Sistem MLM
Dalam sistem ini, biasanya calon jemaah diminta untuk membayarkan sejumlah uang untuk bergabung. Setelah bergabung, calon jemaah harus mengajak orang lain untuk bergabung dan menjadi downline. Setelah terkumpul downline yang telah ditentukan, barulah dapat berangkat ibadah umroh.
Sistem ini sebenarnya hanya mengacu pada keuntungan semata dan travel umroh ini tidak berfokus pada pelayanan jasa yang baik. Selain itu, banyak ulama yang mengharamkan sistem MLM karena dianggap menguntungkan satu pihak dan merugikan yang lain.
Diambil dari : www.finansialku.com
Semoga bermanfaat ^^










 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS