Showing posts with label B.J. Habibie. Show all posts
Showing posts with label B.J. Habibie. Show all posts

Thursday, September 26, 2019

Cintailah Keluarga dan Pekerjaan

Gambar diambil dari google.com

Dear pembaca,
Welcome hari Kamis.
Beberapa hari yang lalu tepatnya tanggal 11 September 2019 Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya yaitu bapak Demokrasi dan Dirgantara Bapak Baharuddin Yusuf Habibie. Beliau juga adalah salah satu presiden Republik Indonesia meski hanya beberapa bulan saja menggantikan bapak Soeharto.

Banyak sekali kenangan-kenangan manis tentang B.J. Habibie di benak masyarakat Indonesia. Antara lain kiprahnya di dunia kedirgantaraan yang tidak diragukan lagi. Beliau adalah perancang beberapa pesawat Indonesia seperti N 250 dan R 80 serta pernah berkarier di perusahaan dirgantara Jerman. Bagi insan perfilman dan generasi muda Indonesia mengenalnya di film Habibie dan Ainun yang menceritakan tentang kisah pertemuan antara bapak Habibie dan Ibu Ainun yang romantis. Menjadikannya salah satu film terlaris di Indonesia.

Saya tertarik dengan komentar Yenny Wahid bahwa Bapak Habibie itu seperti telaga ilmu, semakin diselami makin banyak ilmu yang kita dapat dan seperti tidak ada habisnya. Mbak Yenny Wahid bahkan sudah menganggap bapak Habibie seperti bapak kandungnya sendiri setelah berpulangnya mendiang bapaknya Gusdur.

Saya cukup terharu dengan pemakaman B.J. Habibie dimana meski kedua anak laki-lakinya telah menduduki jabatan tinggi di pekerjaan nya masing-masing, namun rela berkotor-kotor dan masuk ke liang lahat demi menurunkan jenazah bapaknya. Satu hal yang perlu kita contoh.

Ilham Habibie juga menuturkan bahwa bapaknya adalah sosok yang sangat mencintai keluarga nya terutama istri dan anak-anaknya. Beliau juga berpesan kepada anak-anaknya untuk mencintai pekerjaan mereka. Karena dengan mencintai pekerjaan kita bisa bekerja dengan maksimal dan dengan sepenuh hati. Kayaknya banyak hal yang bisa kita contoh dari bapak Habibie ya. Selamat jalan bapak Demokrasi dan Dirgantara Indonesia...
"Saya tidak pernah takut mati karena ada Ainun yang menunggu saya di sana..."


Back to Top