Showing posts with label Pola Asuh Anak. Show all posts
Showing posts with label Pola Asuh Anak. Show all posts

Bunda, Masih Ragu Untuk Membiarkan Si Kecil Bereksplorasi?

Monday, October 24, 2016

Hai Bunda.....

Memiliki anak yang sehat,  pintar dan mandiri adalah idaman bagi semua orang tua. Apalagi, di usia emas anak Bunda yaitu umur 1-12 tahun. Sayang, kan kalau masa emas si kecil terlewat begitu saja. Padahal, masa itu tidak mungkin berulang lagi kan Bunda? 

Sedikit bercerita pengalaman waktu anak-anak kecil ya. Pada saat memiliki anak yang pertama si sulung, saya agak protektif terhadap si sulung. Si sulung badannya hangat dan batuk-batuk kecil saja saya sudah panik bukan main, saya juga terlalu protektif terhadap si sulung tidak boleh main kotor-kotoran, membatasinya untuk tidak terlalu bereksplorasi keluar rumah. Karena, setelah berkutat dengan tetek bengek urusan rumah tangga saya terkadang capek, dan lebih suka apabila anak-anak tetangga saja yang main ke rumah. Apalagi, saya tidak memiliki asisten rumah tangga. Selain itu, saya juga masih menerapkan pola asuh orang tua saya jaman dulu yang cenderung konvensional dan banyak larangan. Hasilnya, si sulung menjadi kurang mandiri, pemalu dan kurang bersosialisasi. 
Setelah saya membaca sebuah buku parenting saya menjadi sadar bahwa pola asuh yang terlalu banyak larangan, akan membatasi kreativitas anak. Tentunya, ini disertai batasan-batasan ya Bunda. Misalnya boleh main kotor-kotoran tetapi setelah itu harus cuci tangan. Pada anak yang kedua saya tidak terlalu protektif serta membiarkan mereka berdua bereksplorasi dan bermain dengan teman sebaya. 

Mungkin masih banyak ya Bunda di luar sana yang masih ragu untuk membiarkan si kecil bereksplorasi?



Anak-anak saya sedang berekplorasi,
Searah jarum jam : si kecil Lala suka sekali membuat aneka macam kerajinan dari plastisin  secara otodidak dari usia 4 tahun. Anak-anak saya sangat suka main air dan menjelajahi semua tempat yang menurut mereka menarik tentunya dengan pendampingan orang tua, membiarkan mereka berteman dengan anak sebaya. Si Kakak Lia lagi suka membuat komik.


Waktu itu saya juga demen banget gonta-ganti susu formula, saya rasa itu wajar ya. Maklumlah, waktu itu saya lagi ingin mencari susu formula yang pas sesuai selera si kecil dan ramah di kantong. Si sulung waktu berumur 1 tahun dan  sangat picky eater (suka pilih-pilih makanan), dan waktu itu produksi ASI saya sudah mulai menurun. Karenanya, saya ingin menambahnya dengan memberinya susu formula. Ingat, cuma menambahnya loh, bukan menggantikan ASI. ASI tetap saya berikan sampai umur 2 tahun berdampingan dengan sufor dan makanan pendamping ASI. Setelah lama mencari-cari jatuhlah pilihan saya pada susu Dancow formula Excelnutri+ dan si sulung sangat menyukai rasanya yaitu rasa madu. Kebiasaan minum susu Dancow berlanjut hingga sekarang loh, namun mereka sekarang menyukai yang rasa coklat. Karena, si kakak 10 tahun dan si adik 7 tahun jadi minum susunya bisa barengan yaitu susu Dancow Exelnutri 5+.

Pulang sekolah Lala langsung minta minum susu Dancow

Apa itu Dancow Excelnutri+??
EXCELNUTRI+ Adalah inovasi terbaru dari Nestle Research Centre dengan formula yang telah disempurnakan mengandung nutrisi untuk membantu tumbuh kembang anak optimal Kandungan nutrisi perlindungan.
EXCELNUTRI+memiliki kandungan bakteri baik Lactobacillus rhamnosus & Bifidobacterium longum yang bagus untuk pencernaan, serta  serat
pangan inulin, vitamin A,C,E, serta mineral selenium & zink.  Semua zat-zat gizi tersebut sangat bermanfaat untuk menunjang eksplorasi si kecil. 
Selain itu, ada banyak faktor lain yang juga turut berperanan penting dalam eksplorasi si kecil.  


Apa sajakah itu ??


Oia, beberapa waktu yang lalu saya juga mendapatkan kehormatan untuk mengikuti seminar parenting yang diadakan oleh Dancow Parenting Center bertempat di Hotel Crowne, Jalan pemuda No. 118 Semarang dengan 3 narasumber yang berkompeten di bidangnya yaitu Vera Itabiliana Hadiwijoyo, Spsi.Psi (Psikolog), Dr.dr Hartono Gunardi SpAk (Dokter Spesialis Anak)  serta Sari Sunda Bulan AMG (Ahli Gizi)
Yang tak kalah menarik adalah penampilan moderator yaitu Shahnaz Haque, seorang ibu dengan 3 putri, yang tetap cantik di usia yang sudah tidak muda lagi. Saya benar-benar kagum dengan Shahnaz Haque di tengah jadwalnya yang superpadat beliau tidak melupakan tumbuh kembang anak-anaknya sehingga mereka tetap tumbuh berprestasi. Beliau juga mampu berinteraksi dengan baik dengan para peserta seminar, sangat low profile dan memberi banyak kesempatan kepada para peserta untuk berfoto bersama.


Displaying fb-post.jpg
Flyer Seminar Parenting Dancow 
Searah jarum jam : Shanaz Haque, Dr.dr Hartono Gunardi, Vera Itabiliana Hadiwijoyo, Spsi.Psi,serta
Sari Sunda Bulan AMG. 


Keriuhan suasana Seminar Parenting Dancow 

Dancow menyadari bahwa kebutuhan Ayah Bunda tentang informasi parenting akan semakin banyak di masa mendatang.
Oleh karena itu, sebagai brand terkemuka di kategori susu pertumbuhan anak, Nestle Dancow memiliki visi untuk menjadi pemimpin dan mitra terpercaya orang tua dalam memastikan tumbuh kembang anak secara optimal dan mencapai potensi yang maksimal melalui Dancow Parenting Center. Dancow Parenting Center memberikan informasi seputar Parenting, nutrisi dan tumbuh kembang si kecil. 

Berikut ini adalah beberapa kesimpulan yang saya dapatkan dari Seminar Parenting Dancow dari beberapa narasumber seminar :

1.  Dr.dr Hartono Gunardi, SpAK

  • Sel otak anak berkembang pesat pada 1000 hari pertama artinya perkembangan otak sudah dimulai sejak janin ada di dalam kandungan sampai usia 3 tahun.
  • Indikator bahwa anak sudah berkembang sesuai dengan usianya, maka Bunda harus rutin mengecek tinggi badan, berat badan, lingkar kepala di Posyandu, Puskesmas atau rumah sakit terdekat.
  • Menurut rekomendasi WHO seorang anak bisa tumbuh sehat, cerdas dan mandiri apabila Ayah Bunda :
         1.  Melakukan inisiasi menyusui dini (<1 jam lahir).
         2.  ASI eksklusif selama 6 bulan.
         3.  Memberikan makanan pendamping ASI paling lambat 6 bulan sambil 
              melanjutkan pemberian  MPASI. 
         4. Memberikan MPASI tepat waktu dengan kandungan nutrisi yang cukup serta aman 
             bagi si kecil.
  • Berikan stimulasi bermain untuk membentuk anak sehat, cerdas dan mandiri serta untuk melatih gerak motorik dan sensorisnya. Motorik adalah gerak tangan dan kaki sementara sensoris adalah gerak indera mata, telinga, hidung dll dengan cara :
         1.  Bermain setiap hari dan memilih mainan sesuai usia.
         2.  Interaktif dengan penuh kasih sayang dan gembira.
         3.  Sesuaikan dengan kemampuan dan keinginan anak.
         4.  Jangan memaksa, mengancam dan menghukum.
         5.  Berikan pelukan, pujian dan ciuman.
         6.  Lindungi dari kekerasan dan diskriminasi

2. Vera Itabiliana Hadiwijoyo, Spsi.Psi 
  • Perkembangan anak usia 1+ dapat dilihat dari secara fisik dia aktif bergerak berjalan-jalan menjelajah tempat baru
  • Secara psikologis ia memiliki rasa ingin tahu yang besar melalui mengamati, menyentuh, mencoba dan bertanya tentang hal yang baru. 
  • Secara sosial emosinya peka terhadap sekitar. Ia senang memandang wajah orang lain lalu meniru ekspresinya serta ikut tertawa saat orang lain tertawa.
  • Usia 1 tahun anak mulai membutuhkan eksplorasi agar dapat tumbuh dan berkembang optimal.  Si kecil butuh perlindungan agar dapat bereksplorasi dan memenuhi target tumbuh kembangnya.
  • Pola asuh orang tua ada 4 macam yaitu OTORITER (orang tua banyak mendikte anak), PERMISIF (orang tua menuruti semua keinginan anak), MENGABAIKAN (orang tua cenderung cuek dan lebih banyak memberikan pengasuhan anak terhadap pengasuh), DEMOKRATIS (orang tua cenderung terbuka, dan memberikan kebebasan anak untuk berpendapat). Bunda termasuk yang mana ya?
3. Sari Sunda Bulan AMG. 

  • Anak mencapai 3X berat lahirnya di usia satu tahun dan mencapai 50% tinggi dewasanya di usia 2 tahun. Penuhi nutrisi pertumbuhannya dengan protein, komponen esensial untuk tumbuh kembang dan kalsium berperan membentuk dan mempertahankan kepadatan tulang dan gigi.
  • Berikan si kecil makanan harian dengan gizi yang seimbang dengan porsi : 1/2 sayuran, 1/4 protein, 1/4 karbohidrat (nasi, gandum atau penggantinya). Jangan lupa untuk memberinya susu, buah-buahan dan minum air putih yang cukup
Berikan makanan harian dengan gizi seimbang
  • 80% sistem daya tahan tubuh terdapat di saluran pencernaan. Kolonisasi bakteri baik penting untuk pematangan sistem daya tahan tubuh dan saluran cerna. Bakteri baik itu misalnya adalah Lactobacillus Rhamnosus. Sedangkan nutrisi baik untuk saluran cerna adalah serat pangan misalnya inulin
  • Biasakan si kecil berperilaku hidup bersih serta pastikan si kecil memiliki berat badan normal sesuai usianya.
  • Apabila anak tidak suka makan sayuran, tetap saja diberikan awalnya dengan porsi sedikit dan lama-lama porsinya ditambah namun sering sehari bisa 4-5 kali.
So, Bunda tidak usah ragu untuk membiarkan si kecil bereksplorasi karena dengan stimulasi, cinta&kasih sayang serta nutrisi yang baik, ditunjang dengan kandungan baik dalam susu Dancow Excel Nutri+ akan senantiasa melindungi si kecil dari penyakit. Biarkan si kecil bereksplorasi dan bermain karena waktu itu tidak akan terulang kembali. Saya juga awalnya ragu untuk melepas si kecil bereksplorasi, namun sekarang saya tidak ragu lagi. Justru, setelah banyak bereksplorasi anak-anak saya jarang sakit dan karena jarang sakit jadinya saya juga jarang ke dokter. 
Di akhir seminar saya berfoto-foto dengan mbak Shahnaz Haque bersama para peserta seminar yang lain. Hari yang sangat berkesan ^^.

*1000 dari 1500* Bunda dan Ayah Indonesia mau lebih mendukung untuk tumbuh kembang si kecil yang optimal setelah mengikuti seminar ini.  Bagaimana dengan Anda?
Smoga bermanfaat^^.



Aku yang mana ya ? 










































 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS