Bila Si Baby Enggan Sufor Apa Solusinya?

Friday, October 26, 2018


Dear teman,

Saya ingin bercerita tentang pengalaman saya pasca melahirkan newborn baby yaitu Laila Nur Khalisa. Putri saya ini punya kebiasaan yang lucu yaitu suka ngolet keras layaknya orang tua dan  di usia 2 bulan sekarang udah mulai tersenyum kepada orang-orang yang dikenalinya. So sweet banget. Saya dan suami kerap kali mengabadikan foto-foto Lisa  sampai-sampai kameranya penuh dengan gambar-gambar Lisa he he dan sempat ngehang lho. 

Lisa alhamdulilah bisa asi eksklusif setelah sebelumnya saya sempat tidak pede menyusi dia lantaran sudah terlalu lama tidak menimang bayi. Selain itu juga faktor usia juga. Denger-denger kalau busui berumur diatas 37 tahun itu ASInya akan macet-macet. Ternyata itu tidak benar lho. Saya sempat berkonsultasi ke dokter Spesialis Anak yaitu dr. Hartono yang berpraktek di daerah Klipang, bahwasanya semua wanita selama belum menopause masih bisa menyusui. Jadi, jangan terlalu khawatir dengan produksi ASI kita. Dan ASI itu tidak akan pernah habis. Bahkan, jumlahnya akan semakin bertambah bila kita sering menyusui bayi kita. 
Justru, faktor psikologislah yang sangat berpengaruh terhadap produksi ASI kita. Jika, busui ragu-ragu dan cemas, maka akan menurunkan jumlah produksi ASI. Sayang, kan mams.

Awal-awal bulan merupakan masa adaptasi ibu dan bayi. Begitu pula dengan saya. Awalnya, sehari setelah melahirkan produksi ASI saya sedikit sekali. Ketika saya pumping pun bikin saya down karena pasti hanya berkisar 20 ml. Kemudian, perawat di RS Roemani berkata kepada saya bahwa ASI tidak langsung akan banyak, kalau sering-sering disusui maka produksinya akan bertambah. Sesampainya di rumah saya mempraktikkan apa yang dikatakan perawat tersebut. Alhamdulilah, ASI saya bertambah, namun si Lisa masih saja tetap rewel. Apalagi setelah sakit kuning itu dia pinginnya nenen terus. Saya sampai lemes. 
Saya kemudian tergoda untuk menggunakan susu formula. Kemudian saya mencoba menggunakan sufor Beb*lo** ternyata si Lisa paginya diare banyak banget. Sampai-sampai kaos kakinya belepotann eek. Pokoknya parah banget. Kemudian, saya hentikan menggunakan sufor tersebut. Untung, saya beli yang kemasan kecil jadi tidak terlalu kecewa. Selanjutnya, si Lisa masih saja rewel terus-menerus tiap pagi dan malam. Lalu, saya konsultasi ke dokter Hartono SpA.. Sarannya agar tetap menggunakan ASI saja dan ternyata produksi ASI saya menurun lantaran kondisi psikologis saya yang kurang percaya diri menyusui bayi. Saya disarankan menggunakan produk sufor juga (bila sangat terpaksa)  yaitu Fr*s*lac Gold.

pumping ASI

Saya sempat menggunakan produk diatas, ternyata tidak cocok untuk si Lisa. Dia malah sembelit. BABnya jadi tidak lancar. Yang tadinya sehari sekali atau dua hari sekali jadi 3-4 hari baru BAB. Duh, jadi bingung. Kemudian, saya ingat pesan dokter Hartono, ada alternatif lainnya yaitu ASI kita dipumping kemudian dimasukkan kedalam dot. Jadi, sewaktu-waktu baby kita rewel kita bisa mengatasinya dengan tetap memberikannya ASI. Alhamdulilah, cara tersebut terbukti efektif untuk bayi saya. Kalau saya bisa pumping berarti ASI saya tidak kurang dong, pikir saya. Itu jugalah yang membangkitkan saya untuk memberikan ASI eksklusif untuk bayi saya. Selain itu, semakin sering dipumping ternyata ASI kita semakin banyak lho. Oia, kalau membeli pompa ASI sekalian yang bagus saja mams, karena kualitas juga mempengaruhi sedikit/banyaknya ASI kita. Awalnya, saya membeli pompa ASI yang murah yaitu 20 ribuan, aduh sangat tidak nyaman. Keras lagi plastiknya. Kemudian, saya membeli  pompa ASI manual yang merek little giant yang harganya tidak terlalu mahal untuk ukuran pompa ASI yaitu 140 ribuan. Mengapa saya lebih suka pompa ASI manual?karena kita tidak butuh colokan listrik dan hemat dikantong he he.

Demikian cerita saya, semoga bermanfaat....
Punya pengalaman yang sama, share ke kolom komentar ya .....






24 comments:

  1. Semoga Baby Lisa sehat selalu dan ASI lancar hingga lulus ASI ekslusif ya mba...

    ReplyDelete
  2. Betul mba. Aku ngerasain semakin sering pumping semakin banyak asi yang akan dihasikkan

    ReplyDelete
  3. Bener mbaa kuncinya pede. Aku pas anak pertama sempet tambah sufor trus disemangatin temenku tapi lebih kaya dimarahin sih hahaha, kata dia kau harus pede. Ampuh bener nih gembelengannya haha.

    ReplyDelete
  4. Sedih ya mbak kalau bayi kuning. Aku mengakaminya. Berulang bahkan. Anak2ku nggak Ada yang berhasil asi ekslusif hiks. Semuanya combine sufor.. udah dikasihkan terus tapi BB stuck n yang Paling parah waktu kuning berulang.. dipumping pun cm dapat 30 ml selama 30 menit.. sedih banget .padahal anaknya udah hauuus. Alhamdulillah dua2nya pun cocok2 Aja sama sufor..

    ReplyDelete
  5. Alhamdulillah akhirnya back to asi ya mba

    ReplyDelete
  6. Kasih asi memang kudu telaten tapi insya Allah bayi sehat dan cerdas ya aamin

    ReplyDelete
  7. Wah Lisa dokternya kayak mas Milzam, sempat periksa sama dokter Hartono. Sehat2 ya Lisa dan kakak'

    ReplyDelete
  8. Wah Lisa dokternya kayak mas Milzam, sempat periksa sama dokter Hartono. Sehat2 ya Lisa dan kakak'

    ReplyDelete
  9. Lega deh ya Mba NIng. Alhamdulillah, semoga dek bay dan bunda selalu dilimpahi kesehatan dan perlindungan dari Allah.

    ReplyDelete
  10. Semangat mengASIhi mbak. Anakku dua2nya ga ada yg doyan sufor jd ya ngandeli produksi emaknya aja hehe

    ReplyDelete
  11. Barakallah Mba, semoga sehat selalu ya, Baby Lisa.
    Memang yang terbaik buat bayi adalah ASI. Semangat mengASIhi Mba.. Semoga lancar sampai 2 taun

    ReplyDelete
  12. Alhamdulillah, semangat ng-ASI terus ya Mbak. Sehat selalu.

    ReplyDelete

Mana komentar HOREnya?..agar kita semakin akrab. Insya Allah pasti saya komen balik. Mohon maaf, karena banyaknya komentar spam, maka komentar yang masuk saya moderasi.
Terimakasih telah berkunjung, dan berkomentar dengan sopan ^_^
Jangan meninggalkan link hidup ya sis/bro



 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS