Showing posts with label #Arisan Blogger Gandjelrel. Show all posts
Showing posts with label #Arisan Blogger Gandjelrel. Show all posts

Do dan Don't Saat Mendampingi Anak Daring Di Rumah

Saturday, July 25, 2020




Assalamualaikum temans,
Seminggu sebelum tanggal 13 Juli 2020, sekolah tempat Lala belajar mengeluarkan edaran via WA kalau tanggal 13 Juli 2020 adalah awal anak-anak masuk sekolah, dengan protokol kesehatan memakai masker, cuci tangan dengan handsanitizer sebelum masuk kelas, dan social distancing alias jaga jarak antar siswa. 
Selain itu masuk sekolah juga khusus untuk yang jelas 6 saja, kelas 1-5 tetap menggunakan sistem daring dan dishift juga. Jadi, ada 2 shift jam yaitu jam 10 dan jam 12.00, pelajaran juga cuman dua jam.

Saya sebenarnya setuju dengan rencana pihak sekolah karena juga Lala juga sudah ingin berangkat sekolah. Namun, ketika dishare banyak orang tua yang protes, apalagi setelah Semarang resmi ditetapkan PKM oleh pak Ganjar. Hasil kuesioner menunjukkan hampir lebih dari 50 persen tidak setuju, akhirnya kembali dilakukan daring untuk semua kelas, dari kelas 1-6.

Awalnya, bukan hal yang mudah untuk melakukan daring alias belajar dari rumah. Karena sistem yang ada di sekolah Lala memberikan ide baru dengan nama "new daring". Kalau sebelumnya hanya dengan google form dan zoom, sekarang diganti dengan googleclass dan zoom meeting secara berkala.


Bisa dibayangkan, guru yang tidak semuanya menguasai gadget pun "dipaksa" untuk bisa, pun dengan orang tua siswa. Saya alhamdulilah lumayan bisa, karena tugas blogger kan seringkali berhubungan dengan upload foto dan kirim ke google form dan lain-lain. Tetapi, buat emak yang sama sekali buta gadget ya cukup kepontal-pontal. Butuh waktu sekitar 2 Minggu bagi saya untuk menyesuaikan dengan "New Daring" ini. Selain itu guru dituntut harus bisa menjadi guru kreatif artinya tidak melulu memberikan tugas tetapi juga harus menjaga mood anak agar tidak stress kala mengajarkan tugas daring. Keadaan di masa pandemi ini secara tidak langsung "memaksa" para orang tua untuk melek mata terhadap dunia maya .

Berikut ini saya tuliskan berdasarkan pengalaman saya selama mendampingi anak saya Lala menjalani tugas daring.

Do :

  •  Saya biasakan Lala mandi di pagi hari seperti saat dia berangkat sekolah, sehingga kala nanti tiba saatnya sekolah dibuka, dia sudah terbiasa bangun pagi.
  • Mengijinkannya bermain kala tidak ada tugas.
  • Menjaga moodnya dengan baik, kalau dia kelihatan capek ya jangan dipaksa untuk mengerjakan. Untunglah, untuk mengerjakan tugas ada tenggang waktu sampai jam 23.00.

 

Dont :

  • Tidak berekspektasi terlalu tinggi terhadap nilai.
  • Ortu tidak boleh stress juga ketika mendampingi anak, jadi harus rileks. Bila perlu mungkin sebelum mendampingi anak kita ngemil deh makanan/minuman kesukaan kita.
  • Jangan lupa untuk memberikan pujian kepada mereka. Pujian ini tidak melulu karena mereka mendapat nilai yang bagus, tetapi karena mereka telah berusaha dengan baik. Misal : mau membantu kita di dapur, menyirami bunga, atau mau berolahraga.


Kalau boleh memilih saya sebenarnya lebih suka anak-anak masuk sekolah. Ya, dengan catatan itu tadi protokol kesehatan. Saya rasa di usia 11 tahun untuk kelas 6 anak sudah bisa diberikan instruksi sederhana misal "jangan pegang-pegang teman dulu, selalu pakai masker, cuci tangan tiap sebelum masuk kelas". Saya rasa hampir semua orang cemas bila anaknya sampai terkena Corona. Tapi, hidup kan terus berjalan. Janganlah, kita cemas berlebihan. Karena suatu saat nanti, sekolah harus tetap dibuka. Harapan saya kedepan sih semoga vaksin untuk Corona segera dikeluarkan untuk masyarakat Indonesia dan kehidupan bisa berjalan normal kembali. 





Maafkanlah Dirimu Bila Gagal Meraih Sesuatu

Tuesday, May 19, 2020

Lawan Covid-19 dengan Self-Healing

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Cerita ini sudah lama sekali terjadi.
Waktu itu saya masih duduk di bangku SMA kelas 3 di sebuah kota kecil nan sejuk dan berhawa dingin kota kelahiran saya, Salatiga. Saya boleh dibilang murid "tengahan" dalam artian bodoh juga tidak, terlalu pintar juga tidak. Tapi, alhamdulilah saya selalu masuk ke sekolah-sekolah yang termasuk favorit di Salatiga seperti masuk di SMPN 2 Salatiga dan SMAN 1 Salatiga. Dalam hati saya selalu terpatri ingin selalu membahagiakan kedua orang tua saya. Saya selalu ingat ketika Bapak saya mengambil rapor, di rumah jantung saya dag dig dug dapat rangking tidak ya, dapat nilai berapa ya. Bapak saya sih orangnya santuy aja soal nilai, mau nilai berapapun yang penting bukan nilai merah alias nilai kebakaran. Jaman saya dulu kalau nilai jelek di rapot ya ditulis apa adanya dengan tinta merah. Kalau sekarang kebanyakan nilai dikatrol-katrol untuk menyenangkan orang tua. Kalau soal pelajaran, pelajaran yang paling saya sukai pada masa SMP dan SMA adalah bahasa Inggris. Sampai-sampai teman saya menjuluki guru bahasa Inggris itu sebagai bapak/ibu saya. 
Orang tua saya jarang menemani saya belajar semuanya sibuk dengan kegiatan masing-masing. Ayah saya bekerja sebagai PNS di Pengadilan Negeri Salatiga sedangkan ibu saya ibu rumah tangga dengan 5 orang anak. Saya memang agak kurang kasih sayang hu hu. Kasihan banget ya. Semua pelajaran saya pelajari sendiri secara otodidak. Saya jarang banget yang namanya belajar. Seringnya main terus sampai Maghrib, kalau belum dibawain sapu oleh ibu saya, saya belum pulang. Hehe. Masa kecil saya di kampung sangat menyenangkan untuk bermain. Waktu itu tanah masih lapang belum banyak rumah, jadi saya dan teman-teman masa kecil saya sukanya bermain di kebun tetangga yang luas sekali dan sekarang menjadi rumah sakit THT. Banyak kisah manis terukir disana.

Kisah Gagal Meraih PMDK 
Ketika saya SMP saya memiliki teman yang lumayan akrab, dia murid pindahan lupa pindahan darimana. Anaknya cerdas banget dan berprestasi. Begitu pindah sekolah saya dia langsung menduduki peringkat pertama di sekolah. Dan itu bertahan terus sampai kelas 3. Ketika SMA kita berbeda sekolah.
Hingga suatu saat waktu itu kelulusan SMA, saya mendapat kabar kalau teman saya tersebut, sebut saja namanya N meninggal dunia karena tidak bisa masuk PMDK. Kata kabar yang beredar si N tersebut mengidap penyakit jantung. Padahal kalau saya melihat si N itu kayak tidak punya beban gitu. Maksudnya orangnya santai gitu. Kaget benar saya ketika mendengar kabar tersebut.

Kisah Gagal Meraih Cinta
Di kampung saya Salatiga banyak banget kasus seperti ini. Ada laki-laki dan ada pula perempuan. Salah satu contohnya adalah sebut saja namanya Mas Dodo. Mas Dodo ini sudah memiliki gandengan yang sudah disetujui oleh keluarganya masing-masing. Mas Dodo pekerjaanya  biasa saja, hanya pesuruh sekolah. Gajinya tidak terlalu banyak, namun ketika pacarnya pingin kuliah dia sanggup kok menyekolahkan si pacar sampai selesai. Begitu si pacar ini selesai kuliah dan bekerja, si pacar ini cinlok dengan teman kerjanya. Hubungan mereka lalu putus di tengah jalan. Hingga sekarang Mas Dodo trauma dan tidak mau menikah lagi. Katanya takut kalau tidak bisa membahagiakan si calon nantinya dan dia cenderung jadi skeptis dengan dirinya sendiri.

Hidup itu penuh warna. Ada suka dan duka. Adakalanya kita berhasil meraih sesuatu, adakalanya kita gagal meraihnya. Jikalau kita gagal, jangan lantas putus asa dan terus menerus menyalahkan diri sendiri karena bisa berujung pada depresi. Kita harus menemukan suatu metode untuk menyembuhkan diri karena kegagalan tersebut yang disebut dengan Self  Healing.
Kita bisa merawat rambut, gigi, mata dan tubuh kita namun apakah kita bisa merawat pikiran dan perasaan kita ?

Apa itu Self  Healing ?
Self Healing adalah sebuah proses sederhana untuk membantu menyembuhkan luka batin dengan melibatkan kekuatan diri sendiri secara penuh untuk beranjak dan bangkit dari penderitaan. Tanpa bantuan orang lain, tanpa media apapun. Self Healing membantu kita mengenali pikiran dan perasaan negatif yang selama ini mengurung diri. Setelah mengenali dan menerimanya kita akan mampu mengurai satu persatu masalah yang membebani pikiran dan perasaan kita tadi. Tujuannya bukan mengingat-ingat luka yang telah berlalu, tetapi mengajak kitan untuk lebih memahami diri sendiri (diambil dari Pijar Psikologi.org).

20+ Free Self-Healing & Prunella Vulgaris Photos - Pixabay

5 Self Healing Ala Saya :

1. Banyak-banyak membaca Al Quran
Dengan sering-sering membaca Al Qur'an insya Allah pikiran jadi lebih tenang dan jernih dalam berpikir. 

2. Membaca Buku Psikologi
Bagi yang hobi baca-baca bisa juga nih dicoba. Membaca buku bisa menambah wawasan kita tentang berbagai hal termasuk masalah kita. Saya percaya setiap masalah pasti ada solusinya.

3. Memandang foto-foto keluarga dan anak-anak
Dengan memandang foto-foto keluarga saya, saya merasa seperti mendapat energi baru untuk setiap masalah yang ada di dalam hidup saya. Mengingat progress yang telah saya capai selama berkeluarga dengan suami dan mensyukurinya. Karena banyak juga lho teman saya yang hingga detik ini masih belum menikah.

4. Mendengarkan lagu-lagu/musik
Mendengarkan lagu bisa menjadi self healing yang patut direkomendasikan. Dengan mendengarkan lagu pikiran kita jadi lebih rileks dan mudah menerima masukan. Seorang pasien kanker di Amerika Serikat bisa bertambah peluang hidupnya karena mendengarkan lagu. Saya rasa rumah sakit di Indonesia perlu mempraktikannya ya supaya pasien tidak jenuh dan stress berada di rumah sakit.

5. Melakukan Me Time
Ada kalanya kita perlu sesekali Me Time dengan diri sendiri tanpa anak-anak dan suami seperti misal ke salon untuk cream bath atau berenang. Wah, pasti seru sekali kan? Sayang saya belum bisa nih kayaknya soalnya si balita saya belum bisa ditinggal lama-lama. Kayaknya saya harus lebih banyak bersabar nih. 

Maafkanlah diri kalian bila memang telah gagal meraih sesuatu. Jangan terlalu keras pada diri sendiri. Terimalah itu sebagai kekurangan diri dan pandanglah ke depan. Jangan pandang ke belakang. 
Semoga bermanfaat ya.....

Ramadhan di Tengah Pandemi Corona

Tuesday, May 12, 2020

Rukun Puasa Ramadhan dan Syarat Wajib Ibadah Diterima - Umroh.com

Suasana Ramadan kali ini benar-benar berbeda untuk semua orang muslim di dunia, khususnya di Indonesia. Saya yang sebelumnya kalau keluar-keluar tidak pernah sekalipun memakai masker, sekarang tiap keluar rumah selalu memakai masker. Saya yang tadinya kalau habis pegang uang/bertransaksi jarang banget yang namanya cuci tangan, sekarang tiap selesai berbelanja selalu cuci tangan. Memang, adanya pandemi Corona sedikit banyak mengubah kebiasaan orang yang tadinya mungkin agak jorok dan kurang memperhatikan kebersihan jadi suka kebersihan. 

Ramadhan kali ini semua anggota keluarga saya mengikuti anjuran pemerintah belajar dari rumah, bekerja di rumah dan beribadah di rumah.

Memang, awalnya ada kejenuhan yang luar biasa karena adanya pandemi Corona ini terutama dari anak-anak ya. Mereka ingin sekali berkunjung ke utinya di Salatiga. Tapi kan itu tidak mungkin untuk sementara waktu ini, karena kita masing-masing zona merah. Dan lagi ibu saya sudah agak sepuh jadi rentan untuk menularkan atau ditularkan. Memang, bulan ini kita disuruh untuk banyak-banyak bersabar dan tawakal ya.

Untuk mengusir rasa bosan, anak-anak saya ajak masak, berjemur, bermain catur, mengaji, mengerjakan tugas online dan sore hari melihat tayangan pengajian di televisi. Saya rasa penting juga untuk mengajarkan keterampilan hidup seperti memasak ini pada anak-anak putri karena mereka tidak selamanya akan selalu ikut kita orang tuanya. Suatu saat mereka akan menikah dan punya suami, kalau mereka tidak diajarkan hal-hal kecil ini mereka akan kesulitan sendiri. Saya dulu juga buta sekali memasak, tapi untunglah ibu mertua saya dengan sabar mengajarkan memasak kepada saya. Dulu, kalau boleh jujur saya bisanya hanya masak mie godhog atau mie goreng. Disuruh ibu saya untuk belajar masakpun saya malas sekali. Ternyata bisa memasak itu sangat banyak manfaatnya seperti bisa mengirit pengeluaran dan suami juga tambah sayang. 

Saya sangat bersyukur di masa Pandemi ini anak-anak sehat. Sakitpun paling yang ringan pilek. Saya agak parno kalau harus pergi ke rumah sakit, anak-anak suka takut melihat para dokter memakai APD. Fyuh.

Quran Ramadan Ramadhan - Foto gratis di Pixabay

Ramadhan kali ini terjadi penurunan daya beli bagi masyarakat Indonesia. Untuk beberapa produk seperti kue lebaran dan baju-baju agak mengalami penurunan. Bahkan, beberapa    toko kue merumahkan beberapa karyawannya. Saudara ipar saya yang notabene menerima pesanan kue lebaran juga menurun drastis pesanannya di bulan ini. Persiapan Lebaran ini saya sudah membeli beberapa jenis kue dan untuk baju belum sempat keluar nih. Namun, yang pasti persiapan hati dalam menyambut hari Iedul Fitri, dimana hati kita kembali suci dan memaafkan kesalahan orang lain.

Anak-anak saya bahkan berceloteh lucu. Duh, kalau ga ada mudik nanti ga dapat angpao dari Budhe Arum, Uti, Pakdhe Budi dong ma. Hehe. Jawab saya silaturahmi kan bisa kapan saja dek, Insyaallah mereka selalu ingat kamu meski kamu tidak pulang. Mudik tetap ada tapi ditunda. Gapapa kan?

Biasanya kalau Ramadhan tahun-tahun yang lalu hari pertama saya biasanya berkunjung ke rumah mertua di Tembalang, dan tidur sehari disana dan paginya sholat Ied di masjid terdekat mertua saya. Agak siang saya pulang ke Salatiga, rumah ibu saya. Disana sudah berkumpul kakak-kakak saya dan adik saya berikut ponakan-ponakan jadi sangat ramai. Malam harinya main mercon, dan bikin heboh tetangga-tetangga hehe. Paginya saya dan keluarga "ujung-ujung" atau berkeliling saling maaf memaafkan ke saudara-saudara terdekat ibu saya. Selain itu bertemu dengan saudara-saudara saya yang dari Jakarta. Kemudian jalan-jalan ke Boyolali, tempat saudara-saudara ibu saya. Benar-benar berkesan. Bagaimana dengan Ramadhan kalian teman?

 

 

 


2 Film Julia Roberts Ini Tidak Membosankan Ditonton Berkali-kali

Saturday, August 5, 2017

Julia Roberts Cannes 2016 3.jpg
Julia Roberts 

Assalamu'alaikum wr. wb.

Hai....
Anak-anak remaja generasi sekarang mungkin kurang mengenal bintang yang satu ini karena sudah jarang tampil di lebar dan sudah banyak regenerasi bintang film baru di Hollywood. Dari sekian banyak aktris Hollywood yang cakep-cakep dan jago akting di jamannya yaitu era 1990an seperti Sandra Bullock, saya paling suka Julia Roberts karena didasarkan alasan-alasan berikut :

  • Jarang mengumbar sensualitas 
  • Selektif memilih film
  • Dia adalah tipikal orang yang tidak suka over exploitasi anak-anak selebriti seperti bintang-bintang lainnya, dia selalu menjaga privasi anak-anak dan keluarganya.
  • Senyumnya bak monalisa.
Julia menjadi bintang terkenal setelah aktingnya yang menawan di Pretty Woman dimana dia beradu akting dengan Richard Gere. Film Pretty Woman sangat hits seantero dunia dan menjadikannya sebagai film terlaris sepanjang sejarah. Kebanyakan film-film Julia Roberts ini bergenre Drama, hanya beberapa yang bernuansa Thriller yaitu Sleeping With The Enemy, dan Steel Magnolias.
Penghargaan yang sudah pernah diterima Julia Roberts adalah menang 3 penghargaan bergengsi Golden Globe dan menang penghargaan Academy Awards untuk perannya di Erin Brockovich (2002).
Sebenarnya banyak sekali film-film Julia Roberts yang saya sukai seperti misalnya Monalisa Smile, Notting Hill, Conspiracy Theory, semuanya bagus-bagus. Disini saya akan menulis 2 saja yang pernah saya tonton berkali-kali yaitu Erin Brockovich dan My Best Friend's Wedding.  Tema film yang saya sukai ini juga merupakan tema arisan blogger Gandjelrel dengan pemenangnya adalah : Mbak Sri Untari dan Mbak Irasulistiana . Selamat ya...

Sinopsis Film Erin Brockovich
Image result
Film Erin Brockovich 
Erin Brockovich adalah seorang ibu tunggal dengan tiga orang anak yang tidak memiliki pekerjaan. Sudah dua kali dia ditinggalkan pacar dan suami begitu saja. Kemudian, ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga, dia pun gagal saat mengajukan tuntutan kepada dokter yang menangani kecelakaan mobil yang menimpa dirinya.
Dia akhirnya berhasil membuat pengacara yang tidak berhasil menolongnya itu untuk mempekerjakan dirinya di Firma Hukum tersebut. Walau tanpa background pendidikan yang sesuai, dia melaksanakan tugasnya sebagai admin di kantor itu dengan maksimal, demi keluarganya. Suatu hari, firma tersebut menerima kasus pro-bono.
Kasus terkait dengan real estate yang melibatkan satu perusahaan yang termasuk dalam Fortune 500 itu membuatnya tertarik dan akhirnya dia menyelidiki kasus tersebut dan menemukan beberapa kejanggalan. Berhasilkah dia menemukan dan menuntut perusahaan (Pacific Gas & Electric Company – PG & E) tersebut? diambil dari http://www.febriyanlukito.com
Ceritanya sangat menarik-dan tidak membosankan, mengajarkan kepada kita semua untuk bisa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang di tengah keterbatasan kita. Dan memperjuangkan hak-hak kita selagi kita pada posisi yang benar. 
Btw saya sudah melihat film Erin ini sebanyak 3 kali lho he he. 
Sinopsis Film My Best Friend's Wedding
Image result
Film My Best Friend's Wedding 
Film My Best Friend's Wedding adalah salah satu film yang berhasil membuat saya menangis. Karena menceritakan tentang cinta yang bertepuk sebelah tangan hiks..hiks...
Cerita awalnya adalah tentang Jules (Julia Roberts) yang hendak menghancurkan rencana pernikahan sahabatnya sendiri yaitu Mike (Dermott Mulroney) dengan Kimmy (Cameron Diaz). Jules dan Mike sebenarnya pernah menjalin cinta tetapi gagal lantaran sifat Jules yang ambisius dan Jules adalah kurang ekspresif dalam mengutarakan cintanya dibandingkan dengan Kimmy. 
Berbagai cara dilakukan oleh Jules agar pernikahan antara Mike dan Kimmy gagal. Diantaranya adalah dengan tidak menyampaikan surat-surat Mike kepada Kimmy dll. Jules baru menyadari bahwa dia benar-benar mencintai Mike ketika Mike berencana menikahi Kimmy. Film ini saya tonton 3 kali he..he....
Film diatas sangat cocok ditonton pada saat santai dan liburan. Sekarang sudah jarang ya persewaan VCD mungkin kalau Anda penasaran Anda bisa menonton film-film tersebut di Youtube. Udah ya.....bye.




5 Orang Yang Paling Ingin Aku Ajak Travelling

Saturday, July 15, 2017

Diambil dari pixabay
Assalamu'laikum....
Haiiii...semua 😇. Ketemu lagi. Semoga Anda dalam keadaan sehat wal afiat. Beberapa hari ini saya terserang batuk yang lumayan lama. Sudah sekitar 2 minggunan. Duh, saya takut kayak dulu lagi lantaran saya pernah kena bronkitis sekitar 2-3 tahun yang lalu. Saya malas ke dokter lantaran pas bronkitis itu saya diberi obat banyak sampai belenger. Yang ini jangan ditiru ya. Alhamdulilah, setelah saya meminum jeruk nipis dan kecap lumayan agak berkurang nih. 

Saya termasuk orang yang suka travelling. Mungkin sama dengan Anda semua. Begitu pula dengan suami. Kalau weekend tidak ada acara,  kita sukanya jalan-jalan atau ngemall. Lantaran setelah berkutat dengan  tetek bengek kegiatan rumah tangga kan ibu-ibu kadang suka boring. Makanya, suami suka mengajak saya jalan-jalan supaya saya bisa refreshing sejenak. Berhubung dengan tema arisan putaran ke 6 adalah orang-orang yang ingin saya ajak travelling. Makanya, kayaknya tulisan hari ini juga pas. Oia  pemenang arisannya adalah mbak  Winda Oetomo dan Mbak Dwi Septia . Secara pribadi saya sudah pernah bertemu mbak Winda yang juga berprofesi sebagai Arsitek. Beliau memiliki 2 anak cowok yang ganteng-ganteng lho. Boleh lah nanti besanan ha ha. Kalau mbak Dwi Septia belum pernah ketemu. Mungkin di lain waktu bisa bertemu kalau ada event-event blogger.

5 Orang Yang Akan Paling Ingin Aku Ajak Travelling 

1. Suami 
Sudah pastilah suami saya ajak karena  kalau tidak ya pasti tidak seru lantaran dia itu sudah seperti kompas berjalan bagi saya sementara saya tidak hapal jalan. Bisa dipastikan kalau tanpa suami kita bisa nyasar-nyasar dan tidak sampai. Tentunya akan ada yang kurang kalau tanpa suami, begitu juga sebaliknya menurutnya kalau pergi-pergi tanpa anak-anak dan istri maka perjalanan terasa sepi dan lama. Seperti tahun lalu ketika dia mendapat tugas kantor untuk pergi ke Australia. He looks so lonely. 
Ketika suami di Australia 

2. Anak-anak
Bepergian tanpa anak-anak itu pastinya akan terasa sunyi sepi lantaran merekalah yang suka membuat kehebohan dan kelucuan tersendiri. Suatu hari teman-teman di grup arisan sekolah mengajak piknik tetapi tanpa anak-anak. Saya tidak bisa seperti itu, lantaran kalau anak-anak tidak dibawa justru saya jadi kepikiran.
Ada cerita lagi di Amerika Serikat yaitu seorang Bapak yang pergi liburan tanpa keluarganya karena memang tidak diijinkan oleh pihak kantornya kemudian dia posting foto dengan ekpresi yang sedih, akhirnya atasannya membolehkannya pergi piknik dengan mengajak keluarganya. Ada-ada saja ya. 


Kebersamaan  kami ketika di Dieng 

3. Ibu saya 
Ibu saya kurang piknik.Lantaran kakak-kakak saya yang rumahnya dekat ibu pada sibuk bekerja. Karenanya, saya suka mengajaknya jalan-jalan ketika saya pulang kampung ke Salatiga. Ibu saya langsung sumringah kalau diajak jalan-jalan. Dia bisa melihat pemandangan baru dan berakrab-akrab dengan cucu-cucu.


Ibuku, usia 70 tahun

4 Kakak Perempuan Saya 
Kakak saya adalah orang yang homy (lebih suka di rumah) sejak kecil. Lantaran dia bekerja dari Senin sampai Sabtu. Dia adalah PNS di sebuah departemen pemerintah. Karena dia punya anak yang masih batita,makanya dia jarang banget travelling. Makanya, pingin deh sekali-sekali membujuk dia untuk jalan-jalan. Semoga berhasil. Lantaran dia gampang-gampang susah.

5. Kakak Ipar Perempuan Saya
Kakak ipar perempuan saya ini adalah yang sehari-hari tinggal dengan ibu saya. Dia adalah istri kakak laki-laki saya. Sehari-hari dialah yang menemani ibu saya. Mengingatkan ibu saya kontrol ke rumah sakit dan mengingatkan jadwal minum obat kala ibu sakit. Secara garis besar dialah orang yang mengurusi rumah ibu dan ibu saya. Makanya saya suka mengajak mereka jalan-jalan atau makan-makan. 

Nah, itulah orang-orang yang paling ingin/paling sering saya ajak jalan-jalan. Mungkin sama dengan Anda semua ya. Sebenarnya pingin mengajak tokoh-tokoh idola saya seperti Bruno Mars, Bapak Presiden Jokowi, Barack Obama, Ibu Susi Pudjiastuti Menteri Perikanan dan Kelautan ...masalahnya apa mereka mau he he.

Udah ya..bye-bye see u next time. 






Sambal Tumpang Masakan Favorit Kala Puasa

Friday, May 26, 2017

Hai semua....😎
Sebentar lagi kita akan kedatangan tamu istimewa yaitu Bulan Ramadhan yang telah lama kita nanti-nantikan kehadirannya. Sebelumnya saya minta maaf apabila selama ini dalam tulisan saya ada kata-kata yang mungkin menyinggung para pembaca blog saya. 

Image result for gambar maaf saat ramadhan

Maaf  Lahir Bathin ya ..... 
Anda pastinya punya masakan favorit kala puasa kan? Mungkin sebenarnya tak hanya pas bulan puasa saja sih he..he..Ini karena untuk memenuhi tema #Arisan Blogger GandjelRel, maka saya mencoba untuk menuliskan resep favorit saya yang mungkin bisa jadi inspirasi Anda di saat bulan puasa nanti. 

Bagi Anda yang memiliki lahir dan besar di kota Salatiga seperti saya pastinya mengenal masakan satu ini. Di kota Salatiga banyak lho warung-warung yang menyajikan menu sambal Tumpang. Namun, sebenarnya belum jelas benar juga darimana sebenarnya masakan ini berasal. Ada yang mengatakan sebenarnya masakan sambal Tumpang ini berasal dari Kediri, Jawa Timur. Kurang tahu juga mengapa dinamakan Sambal Tumpang. Pokoknya saya suka deh dengan rasanya. Rasanya gurih dan pedas-pedas gitu serta yang agak berbeda dengan masakan lainnya adalah adanya aroma tempe semangit/tempe kemaren. Kalau orang Salatiga mengatakannya tempe busuk. Sebenarnya bukan tempe yang benar-benar busuk tapi lebih tepatnya tempe kemaren. Jadi aman dikonsumsi. 

Sambal tumpang biasanya disajikan dengan tahu, daging sapi, bumbu-bumbu yang dikukus serta dengan kuah santan yang lezat. Si kakak juga sudah mulai suka masakan pedas apalagi sambal tumpang buatan ibu saya. Ibu saya kalau membuat sambal tumpang itu enak banget. Makanya sepulang dari Salatiga, kakak biasanya minta dibuatin sambal tumpang. 




Nah mungkin Anda sudah penasaran dengan resep Sambal Tumpang ala saya. Inilah resepnya :

Bahan :
  • 1/4 atau 1/2 kg daging sapi/thethelan
  • tahu kulit
  • 1/2 butir kelapa untuk santan 
Bumbu :
  • 4 siung bawang putih
  • 4 siung bawang merah
  • Lombok merah 4/5 biji 
  • kencur 
  • daun jeruk 
  • lengkuas
  • salam 
  • tempe semangit (tempe kemaren)
  • garam dan gula pasir secukupnya
Cara membuat :

1. Semua bumbu  kecuali daun jeruk, kencur, lengkuas, dikukus terlebih dahulu.
2. Daging direbus terlebih dahulu sampai empuk.
3. Lebih bagus lagi apabila tahunya juga dikukus. Namun, apabila Anda repot tidak usah dikukus juga tidak apa-apa.
3. Setelah dikukus bumbu yang dikukus tadi diuleng sampai halus dan diberi daun jeruk, kencur, dan lengkuasnya.
4. Masukkan bumbu dan tahu ke dalam rebusan daging yang sudah empuk tadi dan tunggu sampai bumbu meresap sekitar 20 menit.
5. Masukkan santan. 
6. Kalau Anda suka Anda bisa menambahkan krecek. 

Nah, sambal tumpangnya siap untuk dinikmati. Mungkin bisa jadi alternatif Anda kala bulan puasa ini. Selamat ya untuk pemenang arisan blogger Gandjelrel putaran kedua ini yaitu mbak Wati dan Mbak Ika Hardiyan Aksari, keduanya adalah blogger yang produktif dan ciamik. Selamat menjalankan puasa untuk semuanya. Semoga bermanfaat ^_^






Aku dan Lely

Friday, May 19, 2017

Hai....temans
Gimana kabarmu hari ini? Semoga baik-baik saja ya. Nah, memenuhi tema #Arisan Blog Gandjelrel, yang pemenangnya adalah mbak Andjar Sundari dan mbak Nia Nurdiansyah, maka saya akan menuliskan kisah masa kecil saya yang tidak bisa terlupakan. 
Btw saya juga sering bertandang ke blognya mbak Andjar lho yang mostly cerita-ceritanya tentang parenting yang inspiratif serta beliau ini juga pinter bikin cerpen lho. 
Sedangkan mbak Nia yang juga seorang psikolog serta sedang merintis bisnis kuliner, juga termasuk penulis yang produktif lho (*ehem*)--> (mbak, boleh dong dilemparin bukunya ha ha). Tulisan Mbak Nia ini  sangat mengalir dan mudah dicerna.

Kayaknya pembukaannya sudah cukup ya, nah selanjutnya adalah kisah masa kecil saya bersama teman kecil saya Lely. Nama panjangnya adalah Lelyana Chandra Krisnawati. Nama yang bagus dan saya ingat sampai sekarang. 
Dia adalah teman SD saya yang paling akrab. So pasti akrab soalnya sehari-hari dia dititipin ke neneknya yang letaknya berdekatan dengan rumah saya. Ayah ibunya bekerja. Rumahnya hanya berjarak 2 rumah dari rumah saya. Setiap hari saya dan teman-teman sekampung saya termasuk Lely berjalan kaki menuju sekolah SDN 5 Salatiga. Salah satu SD Negeri favorit di kota Salatiga. SD tersebut berjarak 1 KM dari rumah. Lumayan jauh kan. Namun, itu tidak terasa jauh karena berangkatnya bersama-sama dengan teman-teman sekampung yang kebetulan SDnya juga sama. Waktu itu juga jarang ada anak yang diantar jemput orang tuanya, karena orangtua jaman saya itu anaknya banyak. Minimal mereka memiliki 4 saudara. Jadi, bisa dimaklumi mengapa anak-anak dibiarkan berangkat sekolah sendiri lantaran si ibu biasanya sudah repot dengan adik-adik yang masih kecil-kecil. Biasanya ada kakak-kakak kelas sih yang ikut menyebrangkan. Kakak-kakak kelas itu juga tetangga-tetangga saya juga. 


Image result for berjalan kaki ke sekolah
Berjalan kaki ke sekolah (Google Image)

Setiap hari kami berjalan kaki melewati sungat kecil yang arusnya tidak terlalu deras, melewati jalan-jalan setapak berumput. Terkadang, sampai di sekolah baju saya terkena bulir rumput yang lengket-lengket itu. Serunya lagi kalau pulang sekolah kadang lepas sepatu dan masuk ke sungai kecil tersebut. Biasanya kami bersama teman-teman mencari ikan dan dimasukkan ke dalam plastik. Setelah itu pulang sekolah pasti deh dimarahi sama ibu karena tak jarang sepatu/bajunya basah.
Waktu itu kami malah jarang belajar lho, he he belajar kalau tes saja. Selebihnya hanya bermain dan bermain. Bahkan, kalau belum dibawain sapu oleh ibu saya belum pulang ke rumah. Ha ha ha.....


Image result for sungai kecil
Sungainya hampir mirip seperti ini, tidak dalam hanya 5 -20 cm (diambil dari google image)

Kembali ke cerita awal tentang Lely. Lely teman saya itu salah satu cewek idola di kelas selain saya he he. Asli ini memang ditambah-tambahi. Wajah Lely cantik, rambutnya panjang, kulitnya putih dan memiliki gigi gingsul. Kulit putihnya sepertinya menurun dari Ayahnya yang orang Menado. Sementara ibunya orang Jawa. Ayahnya adalah seorang joki kuda. Lely adalah seorang non muslim. Namun, kita saling menghormati.  
Ketika saya belum sholat dia akan mengingatkan saya. Bahkan, terkadang dia menunggui saya tatkala saya sedang sholat sampai selesai. Dia duduk persis di belakang saya. Begitu juga ketika dia saatnya ke gereja saya suka mengingatkan ke dia. Kami menganggap bahwa perbedaan itu bukanlah sesuatu yang harus dipersoalkan, bahkan itulah yang memberi warna di Indonesia. 

Suatu kebiasaan lucu kami saat SD adalah kami sukanya menginap ke rumah masing-masing. Bergantian. Selain itu kami sukanya tukar menukar baju. Saya memakai baju Lely dan Lely memakai baju saya. Dia juga yang mengajari saya untuk memanjat pohon, dia juga jago berlari. Larinya sangat kencang. Dia seringkali menang lomba lari. Karena dia suka berlari, saya juga jadi suka lari. Selain itu dialah yang mengajari saya bisa bersepeda roda dua. Dialah yang selalu memompa semangat saya untuk bisa belajar sepeda roda dua. Kamu pasti bisa. Saya masih mengingat saat ketika saya berlatih sepeda tua saya yang tidak ada remnya di depan rumah neneknya. Padahal, bahaya lho kalau tidak ada remnya. Tapi namanya aja anak kampung ndelul...

Lulus SD kami sudah berbeda SMP. Setelah itu dia pindah rumah dan kita berpisah. Dan kita tidak bertemu lagi setelah itu. Oia dia sekarang kabarnya telah bekerja sebagai teller di sebuah Bank. Kenangan tentang Lely akan selalu saya kenang selamanya. Semoga dia masih mengingat saya ya.......












 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS