Partnership

Thursday, May 5, 2016


"Blog Mama Lala membuka kerjasama dengan Agency, Brand,  ataupun perorangan yang ingin mempromosikan produk/jasanya dalam bentuk  job review, article placement, pemasangan iklan, affiliate, kompetisi, dan aneka bentuk kerjasama lainnya sesuai dengan kesepakatan para pihak. 


"Sebagai imbalan dari kerjasama di atas, maka Blog Mama Lala mendapatkan kompensasi yang besarnya mempengaruhi konten, topik, dan postingan yang ditayangkan pada blog ini. 


"Blog Mama Lala akan selalu mengedepankan opini yang jujur, seimbang, dan terpercaya, atau sesuai dengan pengalaman dari penggunaan produk/jasa yang di review, serta akan selalu menayangkan tulisan-tulisan hasil pemikiran dan kreatifitas milik sendiri.


"Adakalanya  Blog Mama Lala  menayangkan konten berupa review produk atau jasa sebagai konten tidak berbayar alias free, ditulis secara sukarela dikarenakan rasa puas terhadap suatu produk yang dipakai, membantu teman, atau memang karena saya senang untuk menuliskannya. 

Untuk mengajukan klaim produk, penawaran, pertanyaan, dan hal lain yang berkaitan dengan produk/jasa yang direview harus ditujukan kepada pemilik produk/jasa tersebut. Blog ini hanya memberikan opini dan review. 





More Info,  dapat  menghubungi saya melalui :
Email :prananingrum.fikri@gmail.com
Twitter: @prananingrum_s
Instagram:Prananingrum1

5 Karakter Emosi Dalam Film Inside Out

Image result for film inside out
Diambil dari Google.com


Assalamu'alaikum Wr. Wb,


Dear My Readers,


Yeayy, kayaknya minggu ini adalah minggu yang menyenangkan buat semua orang.  Baik itu anak-anak, yang masih jomblo, atau yang sudah berkeluarga macam kita nih.  Liburnya puanjang banget mulai hari Kamis, Jumat...(bablas aja ke Sabtu he..he...)-------> Mulai jadi kompor nih. 


Makanya beberapa hari sebelum libur tiket kereta api ludes terjual, jalan-jalanan sudah mulai macet. Di sekolahnya anak-anak juga telah menjadikan liburan minggu ini sebagai "trending topic".  Bu, besok libur kemana? Mudik ya?

Kalau saya sih rencananya hari Jumat saja mudiknya karena berdasarkan pengalaman-pengalaman tahun lalu, kalau mudik pas hari pertama liburan pasti jalanan akan macet. Apalagi kalau harus berlama-lama antre di tol. Males banget.  Makanya saya dan suami berencana mudik ke Salatiga pada hari Jumat saja. Hari kamisnya, saya dan suami puasa. Tetapi, memang berencana mampir sebentar di rumah mertua di Banyumanik (biar adil he..he..) yang hanya berjarak 30 menit dari rumah.  Benar saja, baru naik ke Sigar Bencah, kemacetan sudah mulai terlihat.  Baik itu mobil dari arah masuk atau keluar Semarang. 

Image result for gambar mobil macet
Macet, cet ~ Google.com

Karena puasa, saya hanya sebentar saja di rumah mertua selanjutnya pulang ke rumah. Setelah berbuka puasa, sholat,  anak-anak meminta nonton film Inside Out. Kebetulan di rumah kami memakai fasilitas Indihome yang dulunya bernama Speedy. Enaknya, memakai TV kabel Indihome itu, film-film yang kita sukai bisa diset untuk diputar ulang, atau ditunda. Sebenarnya film Inside Out ini sudah ditonton anak-anak berkali-kali,  tiap akhir pekan. Tetapi mereka meminta untuk menontonnya lagi.  Tidak ada alasan lain, memang bagus banget.  Saya aja suka kok. 


Inside out bercerita tentang seorang gadis kecil bernama Riley berumur 11 tahun, yang memiliki daya khayal yang tinggi.  Suatu hari, ayahnya berencana untuk pindah rumah tetapi Riley tidak terlalu suka dengan rencana ayahnya itu hingga dia berencana untuk kabur dari rumah dan mengambil kartu kredit ibunya. Selanjutnya pulau kejujurannya runtuh. Pokoknya seru deh, tonton sendiri ya. Kayaknya kurang seru kalau saya ceritakan. Inside out diproduksi pada tahun 2015 dan dibuat oleh perusahaan film besar di Amerika yaitu Pixar Studios yang selalu menghasilkan film-film anak berkualitas seperti Finding Nemo, A Bug's Life. Film ini juga melibatkan para psikolog anak dan jujur saya terpukau dengan film-film garapan Hollywood ini. 

Film ini mengajarkan pentingnya kita sebagai orang tua untuk mengajarkan anak tentang 5 karakter emosi yaitu rasa senang, rasa sedih, rasa marah, rasa takut, dan rasa jijik. Kelima karakter ini di wujudkan dalam bentuk manusia untuk memudahkan anak memahaminya. Menurut saya ini adalah salah satu bentuk kepedulian insan film Hollywood untuk mengajarkan parenting ke orang tua dan anak-anak dengan cara yang sangat menyenangkan.  Kelima karakter itu Joy, Sadness, Anger, Anger dan Fear saling melengkapi, dengan gambar kartun yang sangat bagus dan nyaris sempurna..

Perlukah kita mengenalkan macam-macam karakter emosi pada anak?
Perlu sekali.  Apalagi untuk anak-anak  balita, terlebih lagi untuk anak-anak di usia golden age (0-7 tahun). Pernah sekali saya membaca sebuah artikel parenting dalam sebuah surat kabar bahwa sebagai orang tua kita harus mengenalkan kelima karakter emosi ini, supaya anak-anak memiliki kecerdasan emosi yang baik, serta pandai untuk mengelola emosi sendiri.  Selama ini orang seringkali berpendapat bahwa IQ (Inteligence Quotient) adalah segalanya padahal IQ bila tidak ditunjang oleh EQ(Emosional Quotient)  maka ibarat nasi tanpa lauk. Keduanya harus berjalan seimbang. Anak yang memiliki IQ yang tinggi saja, akan menjadi anak yang pandai tetapi terkadang memiliki kecemasan atau tingkat emosi yang tinggi. 

1. Joy (rasa senang, bahagia)
Image result for about inside out


2.  Sadness (rasa sedih)
Image result for about inside out



3.  Anger (rasa Marah)

Image result for about inside out


4.  Fear (rasa Takut)
Image result for about inside out

5. Disgust (rasa Jijik)
Image result for about inside out


Di dalam film Inside Out ini digambarkan apabila salah satu sifat mendominasi maka akan tidak baik akibatnya.  Misal marah mendominasi, atau takut yang mendominasi. Beruntunglah Riley memiliki kedua orang tua yang bijak yang sangat mengerti kebutuhan anak.  Semoga kita bisa mencontoh dari film ini.  Apabila Anda liburan ini tidak kemana-mana maka Anda bisa melihat film ini untuk anak-anak Anda. Tak harus lewat tv kabel kok Anda bisa meminjam CDnya. Selamat berlibur !!

Salam hangat,





Mah, Mengapa Hidungku Pesek?

Tuesday, May 3, 2016




Assalamu'alaikum wr. wb.

Dear my readers,


Hari yang cerah.  Matahari bersinar dengan teriknya. Waktu itu jam menunjukkan jam 03.30. Yeay, waktunya kakak pulang sekolah dan seperti biasa  dijemput Ayahnya naik motor, karena sekolahnya dekat dari rumah hanya berjarak 1 km. Dengan wajah sedikit memerah dan keringat yang membasahi tubuh, kakak memasuki rumah. Seperti biasa pulang sekolah, dia sudah capek. Maklumlah, dia bersekolah di sekolah Islam yang dominan banyak bacaan hafalan dan ngajinya, jadi pulangnya tidak bisa sama dengan sekolah-sekolah lainnya. Untuk hari Senin-Kamis pulangnya sore, mulai si kakak kelas 3. Biasanya di setiap pagi aktivitas sekolahnya diawali dengan Sholat Dhuha, Sholat Dzuhur dan Ashar di sekolah serta makan siang di sekolah. 

Awal-awalnya sih kasihan melihatnya pulang sore.  Sampai pernah saya mules-mules ketika memikirkan si kakak pulangnya sore. Saya sebelumnya juga curhat dengan beberapa teman yang usianya lebih senior dari saya.  Mereka mengatakan: "Ga Papa Mah, insya Allah, semua akan dimudahkan oleh Allah swt. Mendengarnya saya menjadi tenang. Alhamdulilah semua bisa dilalui dengan sempurna.  Memang, sudah menjadi keinginan kami berdua untuk memberikan pendidikan dasar agama kepada anak-anak. Tentunya, kami tidak pernah memaksa.  Karena dulu waktu TKnya juga satu yayasan dengan SDnya yang sekarang. 

Dulu, sebelum memasukkannya ke SD yang sekarang, saya dan suami terlebih dulu mengajak si kakak jalan-jalan ke  3 SD: 2 SD swasta dan 1 SD negeri. Dan kami menyuruhnya memilih.Ternyata, si kakak memilih SD Islam yang sekarang. Alhamdulilah, dia justru banyak mengingatkan kami berdua tentang sholat dan amalan-amalan. Terkadang, ada hafalan surat yang berjumlah 40 ayat, dia bisa hafal di luar kepala. Kami sering dibuatnya terharu. 

Hari berlalu seperti biasa. Jam berlalu seperti biasa. Beberapa jam setelah istirahat sepulang sekolah.  Kakak bertanya :  Mah, Mengapa Hidungku Pesek?
Semakin mereka bertambah besar terkadang saya kewalahan dengan pertanyaan-pertanyaan mereka yang kritis. Gelagapan saya ketika itu.  Padahal, selama ini saya tidak pernah mengata-ngatai dirinya pesek. Meski memang, dia tidak semancung adiknya. Tetapi, saya tidak pernah menyinggung hal itu. Mau mancung, mau pesek tidak ada masalah.
Karena tak kunjung dijawab dia bertanya lagi.  Ayah mancung, mamah mancung, adik mancung mengapa aku tidak ??
Entahlah, apa yang ada di benak anak umur 10 tahun  waktu itu? Mungkin, dia takut kalau dia bukan anak saya atau gimana. 

Saya kemudian memutar otak mencari-cari jawaban yang pas. Selanjutnya, saya menyuruhnya duduk.  Kemudian saya bertanya : Siapa yang bilang kalau hidungmu pesek?
Kata teman-teman mah jawabnya.  
Kemudian saya bercerita kalau saya mempunyai seorang adik yang hidungnya juga pesek. Tante Chandra namanya. Tetapi tetap cantik kok. Yang penting itu yang ada di sini. Saya pegang dadanya, namanya kecantikan hati.
Saudara mamah ada lima. Mungkin salah satunya ada yang sifatnya menurun ke kamu. Dan satu lagi, yang penting bisa bernapas kok. Coba kalau hidung kamu pilek pasti tidak enak kan rasanya.  #bijak banget aku waktu itu. 

Kemudian kakak tersenyum, sepertinya dia puas dengan jawaban saya. 


Kakak Lia
Image result for kecantikan hati
diambil dari Google.com


Hari-hari berikutnya si kakak tidak pernah menanyakan hal itu lagi kepada saya.  Demikian cerita saya untuk hari ini.  Terima kasih sudah membaca ^_^


Salam hangat 




















 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS