Katakan Tidak Pada Body Shaming

Monday, August 13, 2018

Dear temans,
Beberapa waktu yang lalu saya membaca salah satu berita online yaitu tentang pernikahan Tasya Kamila. Tahu kan Tasya Kamila yang baru saja menikah dengan idaman hatinya, Randi Bachtiar setelah pacaran selama 5 tahun. Nah, karena termasuk selebritis papan atas Tasya Kamila para tamunya juga dong para selebritis papan atas, seperti Rossa, Raditya Dika dan lain-lain.
Ada salah satu foto yang diabadikan di instagram milik Rossa, ketika Rossa dan Tasya Kamila sedang berfoto berdua. Nah, di foto berdua tersebut ada salah satu netizen yang berkomentar. Kalian berdua "pendekwati".

Hari gini masih ada juga orang  yang melihat penampilan seseorang dari fisiknya. Bukan dari prestasi mereka yang sangat sangat gemilang.
Untunglah, mereka tidak terlalu terusik dengan komentar netizen yang usil tersebut.
Cerita lainnya adalah ada seorang dosen di Universitas Brawijaya bernama Maulina Pia Wulandari PHd, yang mengalami peristiwa tidak menyenangkan dari netizen yaitu ketika foto instagramnya diambil orang yang tidak bertanggung jawab, diedit dan disebarluaskan ke publik. Duh, kasihan banget ya...bagaimana rasanya jika itu adalah kita?Pia Wulandari bahkan mengancam untuk mempidanakan netizen yang telah mencemarkan nama baiknya sebagai seorang ibu, istri dan seorang dosen,

Image result for pia wulandari
Gambar diambil dari Tribunnews
Apa itu Body Shaming?

Body Shaming artinya adalah mencela penampilan luar seseorang/diri kita sendiri karena terlalu gemuk/terlalu kurus.
Orang yang mengalami Body Shaming akan menjadi orang yang tidak percaya diri dengan dirinya. Atau kalau tidak orang tersebut akan melakukan hal-hal yang agak absurd seperti misal melakukan operasi plastik, membeli kosmetik-kosmetik mahal yang belum tentu bahannya bagus untuk mencapai standar apa yang diinginkan orang lain.

Apa yang Harus Kita Lakukan Bila Mengalami Body Shaming?

Menikmati keragaman harus menjadi perhatian utama kita. Apa itu Kecantikan? Seperti yang mereka katakan,  cantik itu di mata yang melihatnya. Kita perlu mengajak gadis-gadis muda untuk mencintai diri mereka apa adanya. Gemuk, Kurus, Tinggi, Pendek tidak masalah selama Anda merasa nyaman dengan diri Anda sendiri. Benci Tubuh bukanlah tentang tubuh Anda - ini tentang pikiran Anda. Atau lebih tepatnya, pikiran dalam pikiran Anda. Dan apa yang Anda rasakan tentang diri Anda adalah apa yang cenderung Anda proyeksikan ke dunia. Kita menghabiskan begitu banyak waktu mengkritik diri sendiri, melihat semua produk ini di media untuk membuat pinggang Anda lebih kecil, lebih tinggi, kulit lebih ringan. Mengapa kita tidak mencoba dan memindahkan sebagian fokus dan mulai mensyukuri tubuh kita seperti itu. Ketika kita belajar untuk fokus pada aspek positif dari tubuh saya dan diri saya sendiri, itu menjadi jauh lebih mudah untuk merasa percaya diri, keluar dan diberdayakan. Kita semua unik, cukup indah, kita diberi tubuh yang kita miliki saat lahir. Kita tidak bisa mengubahnya. Jadi, mengapa kita memiliki rasa malu ini untuk tubuh kita yang indah? Kapan itu menjadi baik-baik saja bagi orang lain untuk memberikan penilaian tentang bagaimana penampilan kita?

Jadi, mari kita coba dan selangkah lebih dekat menuju kebebasan dari Body Shaming. Mari kita mencintai tubuh kita apapun itu ukurannya. Mari mencoba dan jatuh cinta pada diri kita sendiri. Karena jika kita tidak maka siapa yang akan melakukannya? Melayang tinggi di atas pemikiran :bahwa Anda tidak baik-baik saja seperti apa adanya. Ini adalah hidup Anda dan Anda bisa bermain sesuai aturan Anda. Bersyukur dengan ciptaan Tuhan dengan fisik Anda yang sempurna, karena menghargai diri sendiri berarti menghargai penciptanya.

Sumber : Let's Say No To Body Shaming





28 comments:

  1. Aku pernah mengalami body shaming, berkali-kali malah. Dibanding2kan secara fisik dg adik2ku yg kulitnya putih2 sedangkan aku hitam, dibilang gembrot (ya ini bener sih), dibilang udah nenek2 juga. Sakit hati sih, tapi sekarang aku fokus aja pada diriku sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. masak sih mbak ika dibilang hitam, n kayak nenek2?duh tega banget.pdhl mbak ika kan putih...malahan putihan mbak ika ketimbang aku. g usah didengerin mbak.mungkin mereka iri sama mbak ika.

      Delete
  2. emang netizen kalau komen ga pake mikir, ga pake kumur2 selalu yang pertama dikomenin fisik. Suamiku juga kurus mba segitu makannya dan kayak kuli eh ada aja dong yang komen kurus karena ga bahagia nikah sama aku dan itu yang ngomong orang yang dekatlah kesel aku :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku juga pasti dongkol kalau dikomen kyk gitu mbak....sebel deh ma netizen usil ya. yg lebih tahu kan kita sendiri ya mbak

      Delete
  3. Body shaming memang gak bagus ya buat kesehatan mental, dan jangan membandingkan juga mensyukuri apa adanya dengan merawat dan yang penting sehat ya mbak ning :)

    ReplyDelete
  4. Aku dari kecil udah kena body shaming karena aku kurus dan kecil. Pas SMK, aku gemuk. Eh, masih dikatain nggak baik terlalu gendut. Dimata mereka memang nggak ada yang bener deh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah iya mbak,, mmg orang itu selalu saja mencari kekurangan kita. berpikir positif aja mbak. mungkin mereka perhatian ma kita

      Delete
  5. Body shaming sih sepertinya ga akan ada habisnya kak, hehehe.
    Dulu aku sering dikatain karena terlalu kurus. Sekarang sekalinya badan gemukan, dikatain juga. Terserah aja deh netizen mau berkomentar apa. Saya lelah.

    Fajarwalker.com

    ReplyDelete
  6. Kadang-kadang film atau Buku juga membantu membuat pikiran lebih positif menghadapi body shaming.

    ReplyDelete
  7. Hari gini masih saja ada yg mencela org lain scr fisik..pdhl itu sm saja mencela Sang Pencipta ya ..

    ReplyDelete
  8. Hari gini masih saja ada yg mencela org lain scr fisik..pdhl itu sm saja mencela Sang Pencipta ya ..

    ReplyDelete
  9. Hargai diri sendiri maka orang lain akan menghargaimu. Perkarakan ke polisi saja

    ReplyDelete
  10. iya dulu aku cuek , enath mengapa sekarang aku suka sakit hati, apa krn usia ya sehingga lbh peka

    ReplyDelete
  11. Aku, dibilang pendek dan kurus kayak anak sd tuh sering bgt, krn aku mmg pendek dan kurus sih..
    Pernah ngerasa gg pede dan sering gg dihargai, tapi lama2 aku mikirnya yaudah... Awet mudalah kuanggap gt

    ReplyDelete
    Replies
    1. he he iya mbak witri...positif thinking aja ya

      Delete
  12. Begitulah netizen zaman now.
    Makin gaje hidupnya gegara sibuk stalking dan komen di IG orang 😂😂😂

    Body shaming emang bikin down, saya juga dulu sering digitukan, dibilang kutilangdarat.


    Tapi saya gak diam aja, saya balas ejek kalau enggak saya laporin guru hahaha

    ReplyDelete
  13. Mungkin krn aku pernah ngerasain diejek secara fisik, itu bikin aku lbh tertutup dan hati2 kalo bicara. Krn aku tau rasanya, dan itu sakiiit. So, aku ga mau ngeluarin kata2 yg bisa membuat org lain jg sedih dan malu.

    Kalo caraku sendiri mengatasi body shaming, kalo skr udh ga peduli sih. Udh lbh bisa menerima semua kekurangan fisik. Mungkin krn aku lbh banyak membandingkannya dgn orang2 yg lbh tidak beruntung. Itu bikin aku lbh banyak bersyukur dan jd bisa melihat kelebihan diri yg lain :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya yang penting menerima diri sendiri dan mencintai diri sendiri ya mbak

      Delete
  14. yang penting mencintai diri sendiri dulu ya :)

    ReplyDelete

Mana komentar HOREnya?..agar kita semakin akrab. Insya Allah pasti saya komen balik. Mohon maaf, karena banyaknya komentar spam, maka komentar yang masuk saya moderasi.
Terimakasih telah berkunjung, dan berkomentar dengan sopan ^_^
Jangan meninggalkan link hidup ya sis/bro



 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS