Ingin Bisnis Onlinemu Lancar?, Yuk Download Aplikasi My JNE

Monday, August 22, 2016

Dear temans, 


Akhirnya, saya berjodoh juga dengan even spesial ini yaitu KOPDAR My JNE bersama teman-teman dari Komunitas GandjelRel dan IIDN pada hari Sabtu tanggal 20 Agustus 2016. Setelah sebelumnya mau ikutan even-even seru lainnya selalu terbentur banyak kepentingan, terutama kepentingan keluarga. Ya, maklumlah blogger kan juga manusia he..he..Tapi, saya selalu berusaha untuk komit datang bila sudah mendaftar. 

KOPDAR My JNE kali ini berlokasi di tempat yang cozy dan merupakan hotel baru berkonsep apartemen di kota Semarang yaitu di Hotel Louise Kienne (di Here and Now Skybarnya  Lantai 12, wow tinggi banget) yang beralamat di Jalan Jendral A. Yani no: 137 Semarang di kawasan Simpang Lima. Wiih, hotelnya ciamik loh. 
Mungkin banyak dari kalian yang belum mengerti tentang istilah kopdar. KOPDAR adalah singkatan dari kopi darat, yang merupakan ajang pertemuan para teman-teman blogger yang biasanya hanya bisa bertemu di dunia maya.



Image result for louis kienne apartment semarang
Hotel Louise Kienne tampak dari samping-Google Image

Ada kolam renang di roof  top (atap atas)  Hotel Louis Kienne, juga bisa melihat pemandangan kota Semarang di waktu malam. Sangat indah sekali bukan?-Foto pribadi 


Berselfie-selfie bersama Mbak Rahmi Aziza dan Mbak Indri
di Hotel Louise Kienne tempat Kopdar My JNE berlangsung 


Apa yang menjadi materi pokok dalam kopdar  kali ini? Materi kopdar kali ini  adalah membahas tentang aplikasi My JNE. Btw, apakah Anda sudah mendownload aplikasinya? Kalau saya sudah lama sih mendownloadnya dan caranya sangatlah mudah.  Saya yakin Anda pun langsung bisa mengoperasikannya.


Yeaay, saya sudah download !

Aplikasi ini akan sangat membantu tentunya bagi Anda yang memiliki bisnis online. Yap, bisnis online adalah salah satu bisnis yang terus akan  berkembang pesat di dunia terutama di Indonesia dan Jawa Tengah pada khususnya. Mengapa orang mulai melirik bisnis online? Dikarenakan bisnis ini jangkauannya sangat luas, karena bisa menembus benua dan semua yang sebelumnya sangat terbatas dilakukan di dunia off line. Apalagi, apabila Anda memiliki produk yang sangat unik, bermanfaat, dan tidak dimiliki pesaing bisnis Anda pastilah Anda akan memiliki banyak peluang untuk bisa sukses di dunia online.

Manajemen JNE yang hadir pada saat kopdar jne waktu itu adalah :
1.  Bapak Mayland, Head Marketing Communication of JNE Jakarta.
2.  Bapak Mashudi, Head  Marketing of JNE untuk wilayah Semarang
3.  Ibu Tari, Kepala Cabang JNE Semarang


Kemudian beliau bertiga berturut-turut menceritakan tentang sejarah terbentuknya JNE dan kiprahnya dalam menggandeng UMKM Indonesia, untuk saling bersinergi bersama.


Dari kiri ke kanan : Bapak Mayland, Bapak Mashudi dan Ibu Tari 

Dari pemaparan ketiganya, maka saya dapatkan kesimpulan berikut ini: 

Sejarah singkat terbentuknya JNE :
JNE didirikan oleh seorang anak bangsa pada tanggal 26 November 1990 oleh Bapak H. Suprapto Suparno. Merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengiriman dan logistik. Pertumbuhan penjualan JNE mulai terus berkembang dan di Semarang sendiri mulai Januari-Juli 2016 tumbuh dengan signifikan antara 25%-30%.

Cabang kantor JNE tersebar di seluruh Indonesia dan di Semarang sendiri terdapat :
  • Kantor Cabang : 9 kantor cabang
  • Kantor Cabang Mitra : 14 Kantor Cabang Mitra
  • Agen Counter di seluruh Jateng : 478 Agen Counter
Jumlah karyawan JNE Semarang sebanyak 563 orang.
Pengguna layanan JNE didominasi oleh online seller dengan jumlah lebih dari 600 member aktif.  Produk layanan yang paling sering digunakan oleh pelanggan adalah YES dan REGULER.

Produk yang paling sering mengalami perputaran uang dari Semarang adalah Produk Pesona (Pesanan Oleh-oleh Nusantara) yaitu Tahu Bakso, Bandeng  Juwana dan Lunpia. Wah, saya juga semua produk-produk olahan ini.

Jumlah vendor/supplier PESONA berjumlah lebih dari 15 vendor yang tersebar di wilayah Semarang. Banyak banget ya?

Jenis Kiriman JNE untuk pelanggan corporate/perusahaan didominasi oleh dokumen dan sample produk, sedangkan untuk pelanggan retail didominasi oleh berbagai produk online seller seperti pakaian, sepatu dan makanan.

Promosi-promosi apa saja yang dilakukan oleh JNE untuk menghadapi para pesaing?
Tak dipungkiri dalam sebuah bisnis pasti ada yang namanya kompetitor atau pesaing, karenanya JNE terus berinovasi untuk menghadapi para pesaing diantaranya dengan :
  • Promo JTR 
JNE Trucking muat lebih banyak, harga bisa lebih murah minimum 10 kg.
JTR (JNE Trucking) yang beroperasi di wilayah Jawa, Bali, Medan, Pekanbaru, Palembang hadir untuk membantu distribusi paket berukuran atau berjumlah besar serta tidak terkendala aturan penerbangan.
  • Rencana Peresmian Gedung Operasional JNE Semarang di Jalan Kumudasmoro Tengah no : 5 Semarang
Banyak kan inovasi-inovasi yang dilakukan JNE. Memang, untuk menjadi besar butuh usaha yang besar, betul tidak?

Saya dan JNE
Saya juga sudah lama memakai jasa JNE karena pertama kali mengenal jasa pengiriman ya memang JNE, dan juga banyak cabangnya di Semarang, terutama dekat dengan rumah. Saya memakai jasa JNE untuk urusan bisnis kecil-kecilan saya di rumah yaitu membuat sprei, mukena dewasa dan anak-anak. Kebanyakan off line tetapi online juga lumayan banyak yang order, diantara mereka adalah teman-teman kuliah dan teman yang hanya berkenalan di facebook. Biasanya pesanan banyak pada saat hari Raya. Sementara, paling jauh adalah pengiriman ke Kendari. Diestimasikan sekitar 3 hari untuk sampai ke Kendari. Dan, memang 3 hari baru sampai ke Kendari dengan JNE dan selama ini alhamdulilah belum ada keluhan. 


Beberapa produk buatan saya : Mukena dan Seprei, foto pribadi
Beberapa Resi  JNE sebelum era online yang masih saya simpan,
resi jne yang sekarang dengan no e note
Kalau dulu untuk mengestimasi berapa hari kira-kira paket kiriman kita akan sampai, kita harus bertanya dulu dengan petugas JNE,  terkadang petugas loket jne kan sibuk, maka dengan aplikasi my jne memudahkan kita untuk mengetahui kapan paket kita akan sampai.

Untuk mempermudah tracking/mengetahui sampai paket kita dibawa kurir kita bisa melakukan beberapa tahap berikut yaitu memasukkan no resi note semisal :CGK8NO51448225, di search air way bill dengan discan atau mengetikkan kodenya, selanjutnya ke my shipment akan mengetahui paket kita sudah sampai mana. 

memasukkan/menscan no resi ke search air way bill

Proses tracking sedang berjalan

My JNE adalah aplikasi berbasis android yang menghubungkan nomor telepon Anda dengan seluruh kiriman yang Anda kirim melalui JNE. 

Aplikasi My JNE memiliki beberapa fitur, seperti My Shipment untuk mengetahu tracking paket kita sudah sampai mana, Check Tariff untuk pengecekan ongkos kirim paket ke berbagai daerah.
JNE Nearby untuk mengetahui keberadaan gerai JNE terdekat dengan pengguna, My COD dan My Cod Wallet.


Apa itu MY Cod ?
My Cod My Cash on Digital adalah fitur aplikasi My JNE yang berguna sebagai alat mediasi transaksi online khususnya jual beli online dimana yang berperan sebagai mediator adalah JNE, mirip dengan rekening bersama.

Untuk My COD atau cash on digital merupakan aplikasi yang diunggulkan dalam My JNE. Berbeda dengan istilah COD pada umumnya, fitur ini memungkinkan pengguna memiliki rekening virtual untuk bertransaksi. Pengguna juga dapat menggunakan fitur ini sebagai catatan lengkap transaksi online yang mereka miliki.

Apa itu My COD Wallet ?
My COD Wallet merupakan fitur penyokong dari fitur My Cod, dimana My Cod wallet berperan sebagai dompet digital pengguna, kalau mau belanja online tapi dompet kosong tinggal TOP up dengan My Cod Wallet.

Cara mudah mendownload Aplikasi My JNE
1. Download aplikasinya di Google Play 



2. Pilih Aplikasi yang akan Anda gunakan yaitu JNE Near, JNE My Cod dan My Cod Wallet.

screenshot aplikasi my jne



Selamat mendownload. Terima kasih sudah membaca.

Salam hangat,


Ningrum







Lomba-lomba 17-an yang kece untuk Rekomendasi Kamu

Sunday, August 14, 2016




Dear temans, Aloha ...
Hari ini di komplekku sedang diadakan lomba 17 Agustusan tahap kedua, pastinya seru banget dong.  Tahap pertama sudah dilaksanakan seminggu yang lalu yaitu lomba anak-anak. Seperti biasa lomba seru-seruan ala anak-anak adalah lomba pecah air, lomba kipas balon, lomba mewarnai, lomba memasukkan pinsil dalam botol dan lomba holahop. Lala dan kakaknya juga ikut lo. Lala ikut semua lomba, sedang kakak ikut semuanya kecuali holahop. 

Kebetulan suami  jadi panitianya. Dia yang mendapat tanggung jawab untuk membeli alat-alat lomba seperti balon, tali rafia. Pokoknya rempong deh. Tapi senang tentunya.
Untuk lomba tahap kedua ini adalah lomba yang diperuntukkan untuk bapak-bapak dan ibu-ibu. Baru tahun ini loh ada lomba kayak gini. Tak kalah serunya lombanya adalah memukul air, memecahkan balon dan menggiring bola dengan terong dan menangkap belut. Tapi, sayangnya belutnya sudah dicari-cari di semua pasar di Semarang tidak ada. Hingga jam 1 malam, suami ditemani tetangga mencari-cari belut tapi stoknya kosong. Akhirnya, paginya surprise sekali belut sudah siap tersedia di tempat lomba, entah bapak-bapak kreatif itu cari dimana, mungkin di sawah belakang komplek. 

Kalian pasti ingin tahu saya ikut lomba apa ?
Akhirnya, saya ikut lomba menangkap belut, memecah air, dan memecah balon. Sebelumnya sempet tidak yakin mau ikut nangkap belut, soalnya jujur baru kali ini saya pegang belut yang super licin itu. Hampir mirip lele tapi tidak bersungut. Ternyata si belut mau juga diajak "kerjasama" atau barangkali sudah pusing lantaran dipegangi oleh banyak orang secara bergantian dan pasrah ditangkap saya. Saya berhasil memasukkan 4 ekor belut ke dalam botol. Not so bad lah hi--hi. Sayangnya, fotonya tidak ada yang kece, kebanyakan agak burem karena mendung habis hujan. Jadi, maaf ya foto saya tidak dapat ditampilkan, semoga kalian tidak kecewa. 




Lala in Action 
Belutnya sudah ready stok 


Suasana lomba mewarnai anak-anak 


Sesaat sebelum kakak ikut lomba memasukkan pinsil ke dalam botol,
sayang fotonya kurang sip  tapi cuman ini yang ada ....




Beginilah ekspresifnya si Lala kalau lagi capek sehabis latihan memainkan holahop hi..hi..lucu ya

Sesaat sebelum lomba tangkap belut

Selfie-selfie dulu jelang lomba memecah balon dengan topi yang diujungnya di beri jarum



Ibu-ibu beraksi di lomba pecah balon

Keriuhan suasana lomba tangkap belut



Lomba seperti ini banyak manfaatnya loh, karena dapat  menjadi ajang silaturahmi buat para tetangga untuk saling bertukar sapa setelah sebelumnya mereka disibukkan oleh rutinitas sehari-hari yaitu bekerja dan aktivitas sebagai ibu rumah tangga. Hampir semua orang di komplek sepertinya sangat ecxited dengan lomba ini terbukti banyak sekali yang ikut lomba baik dari ibu-ibu maupun dari bapak-bapak. Ada satu lomba yang menuntut kerja sama antara suami istri yaitu memukul air. Aturan mainnya adalah si ibu ditutup matanya dengan penutup kain, dan membawa pemukul yaitu gedebog pisang. Si bapak dituntut untuk menuntun si ibu agar dapat memukul bungkusan plastik berisi air yang digantung di belakangnya. Kode-kodean gitu ceritanya. Kalau suami saya mempunyai teknik tersendiri. Dia menepuk bahu saya. Kalau dia menepuk kiri berarti pukul kekiri dan kalau yang ditepuk bahu kanan berarti pukul sebelah kanan. Hasilnya, saya jadi juara dan basah kuyup bajunya. he..he...

Nah, bisa jadi ajang romantisme untuk kalangan suami istri nih. 

Lomba memecah balon juga tidak kalah serunya, lomba ini diikuti oleh bapak-bapak dan ibu-ibu. Di  lomba ini peserta dituntut untuk bisa memecahkan balon yang digantung di atas, dengan topi yang didesain panjang dan ujungnya diselip jarum. Sedang didalam balonnya diisi dengan gandum, jadi kalau balonnya pecah otomatis gandum meluncur ke baju-baju peserta. Belepotan deh, tapi lucu.

So, jika lingkungan Anda hendak menyelenggarakan lomba 17 Agustusan, kayaknya lomba-lomba diatas bisa jadi pilihan loh. Selamat berlomba. Selamat ulang tahun yang ke 71 untuk Indonesia, saya bangga menjadi bangsa Indonesia. Merdeka !!!!


Salam hangat,


Ningrum

Gara-gara Tidak Fokus di Jalan

Saturday, August 6, 2016

Image result for ibu-ibu naik motor
Ini siapa ya ?


Dear temans,


Sebenarnya cerita ini agak memalukan untuk diceritakan, tapi ga papa deh sekali-kali memalukan diri sendiri. he..he..
Ceritanya begini,
Suatu hari, saya hendak menjemput sekolah si kecil Lala. Sudah dandan cantik, all out deh pokoknya. Memang, hari itu lagi mood untuk dandan. Berangkat memakai gamis, jilbab dan sepatu flat. Biasanya sih agak tomboy, celana panjang, pake sepatu, jaket berhook (penutup kepala). Selain itu saya memang tidak bisa pergi kemanapun tanpa si mungil lipstik, apalagi lipstik keluaran Wardah atau Sari Ayu. Dua merek  itulah yang setia menemani kalau aku bepergian. Tentunya tidak sempurna tanpa sedikit pulasan bedak tipis.


Seperti hari-hari biasanya, saya mengeluarkan sepeda motor saya lewat pintu belakang. Kalau pintu belakang dibuka, akan terlihat tanah lapang rumput-rumput hijau yang sejuk. Lumayan menyejukkan untuk tempat sepanas Klipang. Kebetulan di belakang rumah saya itu ada jalan kecil (setapak) sekitar 1.5 meter yang merupakan jalan pintas untuk menjemput anak-anak sekolah. Entah mengapa dari sejak semalam saya mimpinya kok aneh-aneh banget. Mulai ketemu almarhum bapak saya, selanjutnya ketemu almarhum nenek saya. Astaghfirullah, apa mungkin karena saya kurang mendoakan mereka ya. Pikir saya waktu itu. Mau berangkat jemput sekolah pun pikirannya sudah tidak enak. 

Sepeda motor saya jalankan seperti biasa, melewati jalan-jalan kompleks yang biasa saya lalui. Waktu itu secara tidak sengaja saya agak menunduk karena melihat baju saya kok agak kotor kena apa ya?pikir saya. Itu saja cuman 1 detik, tidak lama tiba-tiba dari depan ada motor yang juga dia seorang ibu-ibu melaju kencang bak angin tornado. Alay banget yah he..he..Bemper depan saya hancur berkeping-keping. Begitu pula dengan si ibu tadi, kalau dia tidak di bempernya tetapi di bagian paling depan motor (kap) hancur.
Spontan, kami saling minta maaf karena juga saya tidak tahu yang salah siapa. Waktu itu untunglah ada saksi pak satpam komplek yang melihat kalau saya yang benar. Si Ibu itu sebenarnya berlawanan arah dengan saya, tetapi menjalankan motornya kok satu sisi dengan saya, seharusnya di disisi kanan kok malah  di sisi kiri dengan saya. Usut punya usut, ternyata si ibu tadi lagi belajar naik motor kata tetangga saya, padahal sepeda motornya masih baru gres. 

Selanjutnya saya minta ganti rugi dengan ibu itu. Tadinya, sebenarnya tidak tega wong sama-sama hancur di bagian depannya, sudahlah toh saya yang benar.Lumayan 5 hari motor saya terpaksa "diopname" di bengkel, terpaksa memakai motor satunya yang notabene sering dibawa suami saya. Saya juga agak takut waktu cerita dengan suami. Suami saya sampai berkomentar,"Wong, dikomplek kok bisa kecelakaan, dengan setengah marah, setengah geli. Padahal, waktu itu kerjaan kantornya lagi banyak. Jadi, enggak enak sendiri.
Akhirnya, urusan dengan Bu A sudah klir. Namun, masih menyisakan "tanda petik" (setengah kurang ikhlas he3) lantaran bempernya tidak bisa yang asli dari pabrikan begitu juga dengan stikernya. Ya, sudahlah saya menganggapnya teguran dari Allah swt agar saya lebih berhati-hati dan saya mengiklaskan semuanya. 

Image result for tidak fokus
Gambar diambil dari google.com

Bukan hanya kali ini saja ada emak-emak kalau nyetir nyelonong. Beberapa waktu yang lalu juga kejadian ada emak-emak yang belok tidak menghidupkan lampu, atau kadang kita sudah memakai lampu terkadang si emak menyalip atau kadang reting kiri beloknya ke kanan. Enggak tahu kenapa kayaknya lebih banyak perempuan deh yang kayak gini. Anda mungkin masih ingat beberapa waktu yang lalu di Jakarta pernah ada kecelakaan mobil matic di area parkir mall juga pelakunya adalah seorang wanita. Pesen saya : Maks, hati-hati ya di jalan, ingat keluarga menunggu di rumah. See you.

Salam hangat,


Ningrum




 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS