3 Tips Membeli Mainan Online

Friday, April 13, 2018


Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulilah hari ini sudah hari Jumat. Hari yang penuh barokah. Hari ini anak-anak pulangnya gasik setelah Senin-Kamis mereka pulang sore karena full day school. Makanya, kalau hari Jumat anak-anak selalu lebih sumringah dibanding hari-hari sebelumnya. Sabtu dan Minggu mereka bisa refreshing. Biasanya hari Minggu kita jalan-jalan ke tempat-tempat wisata atau pergi ke mall. Sayangnya, mereka kini sudah agak susah diajak keluar, apalagi si kakak yang sudah SMP. Merayunyapun harus setengah mati. Biasanya, adiknya terus ikut-ikutan si kakak. Kalau kakak tidak mau pergi, si adik juga tidak mau pergi. Hadeh.....

Beberapa hari ini si Lala lagi suka main sepatu roda, banyak teman-teman sekompleknya juga pada lagi suka main sepatu roda. Si Lala ngedrel minta dibelikan sepatu roda sudah sejak sebulan yang lalu. Apalah daya, bulan kemaren itu lagi banyak pengeluaran seperti membuat kartu SIM baru untuk si ayah, yang ternyata mahal bok sampai 800 ribu, membelikan baju untuk si kakak yang sudah mulai modis dan pengeluaran rumah tangga yang cukup menyita.
Karena bulan ini  lumayan longgar, makanya sayapun membelikan si Lala sepatu roda, karena hampir setiap hari tanya : Mah, kapan dibelikan sepatu roda...capek juga dengernya dan kasihan juga karena teman-teman dekatnya udah pada punya semua.

Awalnya saya ingin membeli sepatu roda secara online, namun niat tersebut saya urungkan dengan berbagai alasan. Ternyata, sepatu roda offline lebih mahal ketimbang membeli di online. Hiks..hiks....
Ada beberapa tips yang perlu Anda simak dalam membeli mainan anak-anak  di toko online. Diantaranya adalah :

1. Memilih toko online yang terpercaya
Dalam berbelanja online, pilihlah toko online yang bisa dipercaya seperti Tokopedia misalnya. Saya sudah beberapa kali juga membeli produk seperti baju renang dan tas sekolah untuk anak-anak  di Tokopedia. Dan hasilnya sangat memuaskan. Produknya sesuai gambar, selain itu  pengiriman dan respon penjualnya juga cepat.

2.Perhatikan Detail Mainan
Biasanya kalau kita berbelanja online, pasti deskripsi produknya mulai terbuat dari bahan apa, untuk usia anak  berapa dan seperti apa kualitasnya. Semuanya harus kita baca dengan teliti, karena barang online itu kita tidak bisa melihat langsung makanya kita harus jeli.

3. Untuk produk sepatu kita harus tahu benar ukuran sepatu anak-anak kita dan ada baiknya melebihkan ukuran. Seperti misalnya ukuran sepatu anak kita 34-35. Menurut pengalaman saya dulu ketika berbelanja online untuk produk sepatu, saya terlebih dahulu browsing-browsing tentang membeli sepatu online. Ada baiknya memang ukuran dilebihi 1 cm. Alhamdulilah, sepatu yang saya beli online bisa pas dikaki.

Baca Juga : Sagitarius dan Leo, Cocok Ga Sih? 

Beraneka mainan anak-anak yang bisa Anda beli di Tokopedia mulai dari boneka, squishy, sepatu roda dll
Baca Juga : From Zero To Beauty....Yuk Daur Ulang Sampahmu!

Selain itu bagi penggemar permainan olah raga air soft gun, Tokopedia juga menjual  airsoft gun mulai dari kaca mata pengaman, peluru, sarung tangan dan lain-lain. Seperti kita ketahui permainan airsoft gun beberapa tahun ini sedang hits di masyarakat. Permainan airsoft gun ini dibuat mirip dengan pistol asli yang sebenarnya dengan perbandingan 1:1. Pelurunya sebenarnya juga aman karena terbuat dari plastik. Beda dengan pistol sebenarnya yang terbuat dari gotri. Permainan ini menurut saya tetap lebih aman apabila dilakukan oleh orang dewasa. Karena, aman tidaknya untuk anak-anak, sedang menjadi perdebatan.
Telitilah dalam membeli produk AirSoft Gun, terutama bagi Anda yang masih dalam taraf pemula. Permainan ini memang sangat mengasyikkan karena melibatkan sejumlah tantangan menarik disertai koleksi senjata keren. Jangan lupa memperhatikan hal-hal berikut seperti merek, suku cadang, dan kualitas bahan airsoft gun.




Nah, selamat berbelanja online ya....Smoga bermanfaat ^^


Benar Ga Sih Kalau Wanita Itu Suka Nawar Kebangetan?

Monday, April 9, 2018

Assalamu'alaikum teman-teman,
Selamat hari Selasa, semoga hari ini membawa berkah bagi kita semua dan buat kalian yang lagi bekerja, selamat bekerja dan beraktivitas. Nah, hari ini adikku perempuan dari Papua mau pulang ke Jawa nih. Saya juga ikut senang tentunya. Bakalan bertemu 3 ponakan kecilku dengan logat Papuanya yang kental yang kadang bikin ketawa. Udah hampir 2 tahun kita tidak bertemu. Pastinya kangen banget. Dan hari ini juga bertepatan dengan ulang tahun adikku tanggal 9 April. Hbd my little sist.....

Saya mau bercerita tentang pengalaman saya beberapa minggu yang lalu. Ceritanya, saya itu lagi butuh banget pisau dapur. Eh, pas ke swalayan entah mengapa alat dapur itu selalu lupa beli. Singkat kata, sehari kemudian ada pedagang keliling lewat depan rumah menjajakan pisau. Langsung deh, saya panggil Bapak Penjual Pisau tersebut. Ternyata, dia tidak hanya berjualan pisau saja, dia juga menjual alat dapur yang lain seperti sendok sayur, susruk (alat penggorengan). Kebetulan saya juga lagi butuh alat penggorengan. Kualitasnya juga kelihatannya bagus dan awet. Kemudian, setelah itu saya tanya-tanya harga. Harganya murah juga untuk pisau dapur dengan gagang kayu Rp. 10.000,00 kalau gagang alumunium Rp. 15.000. Untuk alat penggorengannya Rp. 10.000,00 juga. Kemudian, saya memilih pisau dapur dengan gagang kayu sajalah.
Namanya wanita selalu tidak afdol bila tidak menawar. Padahal mampu lho beli segitu. Tetapi, selalu saja ditawar. Pak, aku beli pisau dapur 1, susruk 1 Rp. 15.000 ya? Bapaknya diam sebentar, lalu mengiyakan. Iya bu tidak apa-apa, buat penglaris. Alhamdulilah, berhasil juga tawar menawarnya.
Karena waktu itu saya habis menyapu halaman rumah, jadinya saya belum membawa uang sama sekali. Lantas, sayapun masuk ke dalam rumah untuk ambil uang.
Nah, kebetulan hari itu suami saya ada di rumah. Dia tanya berapa harganya? Rp. 15.000 mas, dua. Haruse Rp.20.000,00, tadi tak tawar.
Jawab suamiku : Kasihan, tidak usah ditawar dia kan butuh uang juga to. Udah Rp. 20.000,00 aja gpp. Iya ya, benar juga kata suami, aku jadi tidak tega juga.
Kemudian, Rp. 20.000,00 saya berikan kepada bapak penjual tersebut.

Diambil dari kaskus.co.id

Pernah tidak sih kalian seperti itu?
Kadang tanpa sadar kita menawar penjual keliling dengan harga yang kecil. Kasihan juga ya. Padahal, dia kan jalan kaki juga capek keliling kompleks. Terkadang, ada yang saya lihat pernah tidur di pos kompleks karena kecapaian. Habis itu saya jadi tidak tega kalau nawar penjual keliling. Anggap saja bersodaqoh saja.

Beda wanita beda pula dengan lelaki. Lelaki itu kan jarang banget menawar. Kayak suami saya, kalau belanja sendiri tidak tegaan dan jarang menawar. Makanya, pernah pas acara kantor di luar kota, kebetulan di acara itu sekalian jalan-jalan ke Marlboro. Saya berpesan anak-anak beliin baju ya yang murah-murah aja gpp. Pulangnya, saya dibelikan juga dompet dan anak-anak juga dibelikan baju, tapi kalau wanita kan biasanya menawar separo harga, seperti Rp. 50.000 jadi Rp. 25.000. Kalau tidak boleh, ya dinaikin sedikit. Kalau suamiku enggak pakai nawar-nawar. Katanya, sudah murah. Tapi, saya seneng juga sih dibeliin. Berarti dia juga perhatian sama istri.


Masak Sendiri Lebih Aman Dan Sehat

Monday, April 2, 2018

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Hai semua....pa kabarnya? Selamat Hari Senin dan selamat beraktivitas kembali setelah libur panjang Hari Paskah. Beberapa bulan ini selama trisemester pertama kehamilan saya tiba-tiba jadi males dengan kegiatan rumah tangga. Terutama memasak. Padahal, biasanya saya cukup rajin memasak sendiri, itupun lebih karena alasan memasak sendiri lebih sehat dan lebih hemat tentunya. Karena, saya ibu rumah tangga yang lebih banyak waktu di rumah, tentunya pilihan memasak sendiri adalah pilihan yang sangat tepat bagi saya. Meskipun, saya tidak bisa masak berbagai masakan dalam satu waktu. Biasanya, saya masak sayur dan bikin lauk, udah. Seandainya, anak-anak tidak terlalu suka masakan saya hari itu, misalnya pedas maka saya tetap beli sayur tambahan untuk anak-anak.
Kadang, kan bosen juga kalau kita bikin sayur yang terus menerus mengikuti selera anak-anak. Pinginnya kan juga bervariasi juga, jadi suami juga tidak bosan dengan sayur yang itu-itu saja.

Masak sendiri yuk
Saya kadang heran juga dengan anak-anak. Mereka itu tidak suka masanan laut seperti cumi dan udang (kalau ikan laut suka sih). Padahal, sudah saya paksa-paksa masih saja mereka berdua tidak mau. Kalau, si kakak masih mending kalau cumi dibumbu crispy dia masih mau, sementara adiknya sama sekali tidak mau. Bahkan, mulutnya selalu tertutup rapat bila saya cobain cumi. Mereka hanya suka ikan laut seperti kakap dibumbu tepung crispy, nila dan lele goreng. Menu lainnya ayam diopor dan digoreng, nugget itu saja.
Di masa hamil seperti sekarang ini saya tiba-tiba kok semakin suka dengan masakan ikan-ikan laut seperti cumi, udang  dan juga daging sapi. Apalagi, selera makan saya sudah kembali seperti semula. Hmmm...pingin nambah-nambah nih. Tapi, pesan bu dokter, pertambahan berat badan bumil, tidak boleh berlebihan. Minimal 1/2 hingga 1 kilo sebulan. Ya bu, siapp.

Beberapa hari ini ada kabar yang kurang mengenakkan dari dunia kesehatan yaitu mengenai temuan BPOM dimana terdapat 27 merek ikan kalengan makarel dan sarden positif mengandung parasit cacing Anikasis Sp. Produk-produk ini biasanya terdapat di swalayan-swalayan, pasar dan warung. BPOM telah memerintahkan importir dan produsen ikan kaleng untuk segera menarik produk dari peredaran dan segera melakukan pemusnahan.
Makanan ikan kalengan yang diduga terdapat cacing

Temuan tersebut tentunya membuat kita was-was dalam mengkonsumsi produk-produk kalengan. Kita sebagai konsumen harus selalu jeli dalam membeli sebuah produk, jangan lupa untuk selalu mengecek kadaluarsa sebuah produk. Untunglah, saya sama sekali belum pernah membeli produk-produk ikan kalengan tersebut. Meskipun, pernah terbetik pingin mencoba, namun sama sekali belum terlaksana he he. Soalnya, saya lebih suka masak sendiri sih untuk produk-produk ikan. Karena, menurut saya kalau ikan kalengan tentunya lebih banyak pengawetnya. Jadi, cari amannya saja.

Alasan-alasan lainnya mengapa saya lebih suka memasak sendiri :

  • Kita bisa memperoleh sayur dan lauk yang segar setiap hari
          Pernah lho saya membeli lauk di luar eh ternyata lauknya itu sepertinya lauk yang kemaren dan digoreng lagi. Wah, tentunya kurang segar ya. Jadi kurang selera makan. Selain itu kadang-kadang sayur yang kita beli diluar itu udah diangetin beberapa kali jadinya tambah asin
  • Kita bisa menularkan hobi memasak ke anak-anak
Terkadang anak-anak saya ikutkan kegiatan memasak di dapur, meskipun cuma memotong wortel dengan pisau yang bergerigi. Tentunya,  sambil saya awasi. Mereka, jadi suka aktivitas memasak. Selain itu, di sekolahnya kadang-kadang ada cooking class seperti membuat dan menghias donat, mengoles mentega dan menabur meses di roti dll. Jadi, setidaknya mereka sudah terbiasa dengan aktivitas di dapur. Ooh..ternyata mama juga bekerja keras di dapur untuk menyajikan makanan sehari-hari untuk mereka.
  • Kita bisa berhemat belanja bulanan
Menjadi seorang ibu menuntut kita untuk bisa multitasking. Pintar mengasuh anak-anak, suami, serta pandai juga mengelola keuangan. Seorang istri bisa diidentikkan sebagai sekretaris suami. Memang, ada kalanya bolehlah kita sesekali jajan di luar, ke pemancingan atau ke restoran-restoran. Tetapi, jangan keseringan. Nanti tahu-tahu di akhir bulan kita ngutang he he. Pokoknya kita harus memastikan jangan sampai besar pasak daripada tiang.  


Nah, itu saja tips-tips dari saya. Semoga bermanfaat ya.....










 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS