Masak Sendiri Lebih Aman Dan Sehat

Monday, April 2, 2018

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Hai semua....pa kabarnya? Selamat Hari Senin dan selamat beraktivitas kembali setelah libur panjang Hari Paskah. Beberapa bulan ini selama trisemester pertama kehamilan saya tiba-tiba jadi males dengan kegiatan rumah tangga. Terutama memasak. Padahal, biasanya saya cukup rajin memasak sendiri, itupun lebih karena alasan memasak sendiri lebih sehat dan lebih hemat tentunya. Karena, saya ibu rumah tangga yang lebih banyak waktu di rumah, tentunya pilihan memasak sendiri adalah pilihan yang sangat tepat bagi saya. Meskipun, saya tidak bisa masak berbagai masakan dalam satu waktu. Biasanya, saya masak sayur dan bikin lauk, udah. Seandainya, anak-anak tidak terlalu suka masakan saya hari itu, misalnya pedas maka saya tetap beli sayur tambahan untuk anak-anak.
Kadang, kan bosen juga kalau kita bikin sayur yang terus menerus mengikuti selera anak-anak. Pinginnya kan juga bervariasi juga, jadi suami juga tidak bosan dengan sayur yang itu-itu saja.

Masak sendiri yuk
Saya kadang heran juga dengan anak-anak. Mereka itu tidak suka masanan laut seperti cumi dan udang (kalau ikan laut suka sih). Padahal, sudah saya paksa-paksa masih saja mereka berdua tidak mau. Kalau, si kakak masih mending kalau cumi dibumbu crispy dia masih mau, sementara adiknya sama sekali tidak mau. Bahkan, mulutnya selalu tertutup rapat bila saya cobain cumi. Mereka hanya suka ikan laut seperti kakap dibumbu tepung crispy, nila dan lele goreng. Menu lainnya ayam diopor dan digoreng, nugget itu saja.
Di masa hamil seperti sekarang ini saya tiba-tiba kok semakin suka dengan masakan ikan-ikan laut seperti cumi, udang  dan juga daging sapi. Apalagi, selera makan saya sudah kembali seperti semula. Hmmm...pingin nambah-nambah nih. Tapi, pesan bu dokter, pertambahan berat badan bumil, tidak boleh berlebihan. Minimal 1/2 hingga 1 kilo sebulan. Ya bu, siapp.

Beberapa hari ini ada kabar yang kurang mengenakkan dari dunia kesehatan yaitu mengenai temuan BPOM dimana terdapat 27 merek ikan kalengan makarel dan sarden positif mengandung parasit cacing Anikasis Sp. Produk-produk ini biasanya terdapat di swalayan-swalayan, pasar dan warung. BPOM telah memerintahkan importir dan produsen ikan kaleng untuk segera menarik produk dari peredaran dan segera melakukan pemusnahan.
Makanan ikan kalengan yang diduga terdapat cacing

Temuan tersebut tentunya membuat kita was-was dalam mengkonsumsi produk-produk kalengan. Kita sebagai konsumen harus selalu jeli dalam membeli sebuah produk, jangan lupa untuk selalu mengecek kadaluarsa sebuah produk. Untunglah, saya sama sekali belum pernah membeli produk-produk ikan kalengan tersebut. Meskipun, pernah terbetik pingin mencoba, namun sama sekali belum terlaksana he he. Soalnya, saya lebih suka masak sendiri sih untuk produk-produk ikan. Karena, menurut saya kalau ikan kalengan tentunya lebih banyak pengawetnya. Jadi, cari amannya saja.

Alasan-alasan lainnya mengapa saya lebih suka memasak sendiri :

  • Kita bisa memperoleh sayur dan lauk yang segar setiap hari
          Pernah lho saya membeli lauk di luar eh ternyata lauknya itu sepertinya lauk yang kemaren dan digoreng lagi. Wah, tentunya kurang segar ya. Jadi kurang selera makan. Selain itu kadang-kadang sayur yang kita beli diluar itu udah diangetin beberapa kali jadinya tambah asin
  • Kita bisa menularkan hobi memasak ke anak-anak
Terkadang anak-anak saya ikutkan kegiatan memasak di dapur, meskipun cuma memotong wortel dengan pisau yang bergerigi. Tentunya,  sambil saya awasi. Mereka, jadi suka aktivitas memasak. Selain itu, di sekolahnya kadang-kadang ada cooking class seperti membuat dan menghias donat, mengoles mentega dan menabur meses di roti dll. Jadi, setidaknya mereka sudah terbiasa dengan aktivitas di dapur. Ooh..ternyata mama juga bekerja keras di dapur untuk menyajikan makanan sehari-hari untuk mereka.
  • Kita bisa berhemat belanja bulanan
Menjadi seorang ibu menuntut kita untuk bisa multitasking. Pintar mengasuh anak-anak, suami, serta pandai juga mengelola keuangan. Seorang istri bisa diidentikkan sebagai sekretaris suami. Memang, ada kalanya bolehlah kita sesekali jajan di luar, ke pemancingan atau ke restoran-restoran. Tetapi, jangan keseringan. Nanti tahu-tahu di akhir bulan kita ngutang he he. Pokoknya kita harus memastikan jangan sampai besar pasak daripada tiang.  


Nah, itu saja tips-tips dari saya. Semoga bermanfaat ya.....










22 comments:

  1. Iyanih, sempat rame banget ya kalau dalam makarel ada cacingnya. Untung aku gak suka makan ikan kaleng gitu.

    ReplyDelete
  2. Mungkin makarel makanan kaleng yang ada cacingnya itu pengolahannya kurang bersih dan mungkin udah mau kadaluwarsa kali ya

    ReplyDelete
  3. Wah iya, temuan tadi bikin ibu2 deg2an ya, apalagi kalau pas putra-putrinya suka mackarel. Semoga lekas clear ya masalah ini agar masyarakat tidak bertambah resah.

    ReplyDelete
  4. Kalo aku suka sarden, beda ya sama mackarel. Tapi ya belum tentu sebulam sekali beli. Sama deh, aku lebih suka ikan segar. Dibakar atau dimasak lombok ijo, sedaaap

    ReplyDelete
    Replies
    1. katanya mmg bagus yang sarden mbak ...yg mmakarel itu kebanyakan impor

      Delete
  5. Selamat ya, Mbak, ternyata baru hamil ya.
    Soal masak sendiri, aku yg termasuk pengikut jalan ini nih. Hihihi.
    Selain lebih murah meriah, memang jarang banget jajan di luar.

    ReplyDelete
  6. Waduh ... sebisa mungkin endak utang, mending berhemat aja

    ReplyDelete
  7. Selamat ya mbak atas kehamilannya. Aku juga belum pernah makan ikan kalengan. Lebih suka beli ikan di tempat pelelangan ikan terus masak sendiri di rumah. Biar lebih hemat. Hehehe. Nice sharing mbak.

    ReplyDelete
  8. Semoga lancar kehamilannya mba ningrum..iya masak sendiri itu irit dan sehat..

    ReplyDelete
  9. masak sendiri memang lebih banyak manfaatnya ya mbak. apalagi masakan sendiri punya ibu, banyak kenangan di dalamnya hihihi
    semoga lancar ya mbak kehamilannya

    ReplyDelete
  10. Semoga sehat trs sampe lahiran bumil dan debay nya. Masak sendiri emang paling bener. Udh sehat, irit juga cuma kadang males hehehhr

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin yra mksh mbak muna.....iya yang terakhir itu bener bgt

      Delete
  11. Selamat atas kehamilannya ya mbak Ningrum, semoga sehat-sehat selalu sampai kelahiran nanti dan bayi serta ibunya sehat dan cepat pulih, aamiin :)

    Iya mbak yang kasus ikan dalam kaleng itu mengerikan ya, kita jadi was-was nih. Sebaiknya memang tidak mengkonsumsi dulu yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. amiin mksh doanya mbak andjar smoga kebaikan menyertai mbak andjar...iya mbak...mungkin itu udah kadaluarsa kali ya

      Delete

Mana komentar HOREnya?..agar kita semakin akrab. Insya Allah pasti saya komen balik. Mohon maaf, karena banyaknya komentar spam, maka komentar yang masuk saya moderasi.
Terimakasih telah berkunjung, dan berkomentar dengan sopan ^_^
Jangan meninggalkan link hidup ya sis/bro



 
FREE BLOGGER TEMPLATE BY DESIGNER BLOGS