Saturday, June 4, 2016

Mah, Aku Tak Sabar Pingin Puasa !!



Assalamu'alaikum wr. wb.

Dear temans,


Alhamdulilah, sebentar lagi kita akan menemui bulan mulia yaitu bulan Ramadhan yang penuh berkah yang senantiasa kita tunggu kedatangannya. Mendengar kata Ramadhan saja hati ini selalu mendadak bahagia, karena hanya setahun sekali dan sudah pasti suasananya akan berbeda dengan bulan-bulan biasa.  Berjamaah bersama tetangga-tetangga kompleks menjalankan sholat trawih, berburu takjil di sore hari, menyiapkan buka puasa,  tadarusan. Momen-momen itulah yang membuat kita selalu merindukan bulan ini. Karenanya, akan rugi apabila kita tidak memanfaatkannya sebaik mungkin, karena semua amal ibadah di bulan ini dilipatgandakan. Subhanallah, betapa mulianya Allah swt.

Alhamdulilah lagi, tahun ini adalah tahun ke 2 buat Kakak Lia bisa puasa full. Sementara si kecil Lala masih puasa bedhug (puasa hanya sampai jam 12 siang pas Sholat dhuhur) Meski kalau sahur Kakak Lia agak susah untuk dibangunkan. Tapi, menjadi tantangan tersendiri buat saya dan juga suami.  Biasanya jelang puasa sudah saya jadwalin menu-menu yang dia suka seperti nugget, abon, ayam goreng crispy, ayam goreng dibumbu kecap. Kalau sahur kita sekeluarga jarang pake sayur. Enggak tahu kenapa lebih suka pakai sayur  kalau pas berbuka aja. Soalnya, saya juga tidak terlalu suka sayur dari kecil. (Tapi, hobinya maksa-maksain anak pake sayur he..he..ya kan mereka masih masa pertumbuhan).

Si kakak sudah mulai puasa full semenjak dia kelas 3 SD.  Sebelumnya sih puasa juga mulai kelas satu tapi hanya sampe bedhug saja. Si Kakak kelas 5 sekarang. Di sekolahnya juga teman-temannya sudah banyak yang sudah puasa full. Suatu hari, kakak membawa jajan ke sekolah, eh teman-temannya ternyata banyak yang puasa full jadilah dia malu sendiri. Akhirnya mulai itu dia puasa full. Selain itu, biasanya di sekolahnya kalau puasa Ramadhan, kantin ditutup selama sebulan. Untuk membiasakan anak-anak berpuasa. Sehari sebelum puasa, sekolahnya mengadakan pawai ramadhan dengan membawa manggar dan botol aqua diisi pasir sebagai alat musik. Mereka berkeliling mengitari kompleks sekitar sekolahan. Sepulang pawai mereka diberi spaghetti sama ustadahnya. Mungkin sekalian perpisahan, karena kelas 6 mereka akan diajar ustad/ustadah yang berbeda. Kalau si Lala, kemaren ustadahnya mengadakan makan bersama ayam goreng yang uangnya diambil dari uang kas kelas, begitu juga dengan si Kakak. Jujur, saya terharu banget dengan cara ustad/ustadahnya memperlakukan anak-anak.  Sampai-sampai anak saya yang kecil menangis katanya kelas 2 sudah tidak diajar Ustadah Mia lagi. Lala dan Ustadah Mia itu sudah seperti mamah kedua deh temans. Kemana-mana lengket banget dengan Ustadah Mia. Orangnya juga sangat sabar, lemah lembut, penyayang tapi tegas.


Image result for gambar manggar
Seperti inilah manggar yang dibawa kakak dan adik hari ini, sayang saya tidak sempat memfoto mereka. kalau pagi rempong banget jelang sekolah.


Jauh-jauh hari si Kakak udah heboh tentang puasa. Di sekolahnya, juga menjelang puasa biasanya ustad dan ustadahnya sudah bercerita banyak hal tentang manfaat puasa. Diantaranya dengan dibuatkan rumah di surga, bisa masuk surga Royyan. Sehingga, ketika pulang biasanya si kakak antusias dengan oleh-oleh ceritanya. 
Kakak : Mah, kalau puasa itu siang laper banget ya, tapi kalau sudah minum satu gelas teh kok langsung kenyang ya?ceritanya. 
Saya : Iya, memang itulah kak nikmat orang berpuasa kak jawab saya.  
Kakak:  Aku sudah tak sabar pingin puasa Mah," katanya. 
Saya : Mamah juga tak sabar ingin puasa.
Seneng banget dan terharu mendengarnya.
Kakak : Mah, nanti kalau aku bangun sahurnya susah piye?
Saya: Nanti mamah bangunin, kata saya. Kan, mamah punya beker.
Itulah obrolan-obrolan saya dengan bocah polos bernama Lia. Love You.

Oia, karena hari ini spesial maka saya dan keluarga juga turut mengucapkan selamat menjalankan ibadah bulan suci Ramadhan bagi temans yang merayakan ya. Mohon maaf bila selama saya menulis ada tutur kata yang kurang mengenakkan.  Jangan lupa follow blogku ya kalau bermanfaat. Nantikan postingan selanjutnya ya. See You Soon...




Salam hangat,


Ningrum







Wednesday, June 1, 2016

Belajar Berenang Setelah Menjadi Mommy, Why Not?





Assalamu'alaikum wr wb.

Dear temans,


Suatu hari, aku bertemu dengan teman kuliah di sebuah mall di Semarang. Wah, sekarang makmur ya (sambil pegang perut)...bikin baper ya. Memang, semenjak menikah nih perut susah banget untuk dibikin kurus...sudah jalan-jalan tiap pagi, sudah mencoba mengurangi ngemil, belum juga turun BBnya. Dulu, sebelum menikah BB saya kisaran 45 an. Sekarang, lima puluh kiloan keatas.  

Kadang, pertanyaan-pertanyaan macam gini bikin cewek (ibu kaleeee) baper? Perlukah? Tak usah dibikin baper ya temans, karena mungkin ini wujud perhatian orang-orang ke kita. Berarti kita disayang ma teman-teman kita. 

Kalo kita memang baper, kita harus cepat-cepat singsing lengan olah raga.  Kayak aku nih.
Daripada manyun nungguin anak-anak pada renang, aku ikutan aja renang ma mereka. Biasanya, aku berangkatnya kalo pagi-pagi sekalian, kalo sore-sore sekalian.  Pagi, biasanya jam 07.00 aku dan keluarga udah sampai di kolam renang. Karena, kalau kesiangan sedikit, selain sudah panas juga anak-anak pasti tidak mau mentas. Tempatnya, juga tidak terlalu jauh dari rumah.  Aku kalau berenang pindah-pindah. Kadang di Semawis, kadang di Tamansari, Majapahit, Semarang. Anak-anak lagi pingin ke Tamansari, Majapahit. 

Sebenarnya baru 6 bulan ini aku bisa berenang, dulunya sama sekali tidak bisa berenang. Bisanya, gaya batu. he..he...
Namun, dalam kamusku tidak ada kata terlambat untuk belajar apapun termasuk dalam urusan berenang, meski usia saya tidak ABG lagi. Anak sudah 2. 
Aku belajar berenang, selain ingin berolahrga juga lantaran si Kakak Lala takut banget berenang. Si kakak sudah kelas 5 masih pake pelampung.  Sudah diajari ayahnya juga, masih saja takut. Disuruh les ga mau. Bikin mati gaya nih.

Trus, aku kepikiran gimana kalau aku belajar berenang aja, mungkin akan mendorong si kakak untuk mau belajar berenang.
Nah, tekat sudah bulat maka akupun belajar berenang dengan suami aja biar hemat. Kan temannya mak irits.
Untunglah, aku termasuk quick learner (suombong ya). Dalam waktu 3 bulan langsung bisa berenang. Sekarang, aku sudah bisa gaya katak dan kupu-kupu.
Mungkin melihat mamahnya semangat, si kakak jadi ikut semangat untuk bisa berenang.  

Berenang banyak manfaatnya buat anak-anak lho seperti :

  • Membuat jantung sehat
  • Menguatkan otot-otot tangan
  • Membuat anak pintar bersosialisasi, karena bila berenang di luar anak bertemu dengan banyak orang
  • Melatih pernapasan
  • Menghilangkan stress
Sedangkan untuk orang dewasa/lebih tua :

  • Menjaga agar tidak pikun
  • Mencegah stroke
  • Menjaga fungsi jantung dan paru paru
  • Membuat tubuh rileks
  • Mencegah kematian mendadak
  • Agar tidak mudah terserang penyakit
Jika, Anda ingin berenang di kolam renang perhatikan tips-tips berikut :

  • Lakukan pemanasan 10-15 menit
  • Memakai krim anti surya, supaya kulit tidak mudah terpapar sinar matahari
  • Membawa minyak kayu putih untuk anak-anak, sisir, peralatan mandi
  • Jika di kolam umum, bilas anggota tubuh setelah selesai berenang
  • Selain bilas, sebaiknya mandi dengan sabun dan air bersih pada saat selesai berenang.
My Two Angel 

Di kolam renang juga ketemu cemilan..hadehh



Belajar menyelam dan pernapasan di kolam pendek dulu ^_^










Senang sekali rasanya bisa berenang. Ternyata, untuk bisa berenang itu sangatlah mudah. Berenang sebenarnya lebih mengandalkan intuisi kita. Alhamdulilah, si kakak sekarang sudah bisa sedikit-sedikit berenang tanpa menggunakan pelampung.  Aku yakin sebentar lagi dia pasti bisa. Berenang sebaiknya dilakukan teratur untuk Anda yang ingin berat badannya turun.  Sebenarnya, ada banyak olah raga lain yang bila dilakukan secara teratur akan cepat menurunkan BB Anda seperti jalan cepat, badminton, senam, basket dll. Kuncinya, adalah teratur dan konsisten misalnya seminggu 2 kali secara terus menerus diiringi dengan pola makan yang banyak sayur namun sedikit karbohidrat.  

Salam hangat,



N.i.n.g.r.u.m














Saturday, May 28, 2016

Setuju Atau Tidak Setuju Bila Kaos Turn Back Crime Dikomersilkan

Image result for kaos turn back crime



Dear my lovely readers,

Anda tentu mengenal Bapak Polisi ganteng yang satu ini? yaitu Bapak Kombes Pol Krishna Murti. Kalau belum kenal ya, kenalan dulu dong ma saya,  saya kan mantannya.  Please, jangan muntah ya...
  
Bagi Anda yang belum mengenal Kombes Polisi Krishna Murti, beliau adalah Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirskrimum) Polda Metro Jaya. Beliau  menangani banyak kasus yang menyita perhatian publik,  seperti kasus pembunuhan Dirut PT. Asaba, kasus mahasiswa yang diduga tewas bunuh diri Akseyna, kasus Jessica "kopi beracun", kasus pembunuhan sadis Enno, seorang wanita muda buruh pabrik.  Kata beliau, selama beliau membidangi bagian kriminal kasus ini adalah kasus yang paling sadis.


Mau lihat aksinya ?? Lihat gambar-gambar di bawah ini.  Dalam beraksi dia dan anak buahnya menggunakan kaos yang berlogo TURN BACK CRIME
Sudah ganteng, jadi tambah ganteng pak.  Pasti deh ibu-ibu atau remaja-remaja yang pada lihat tayangan Bapak Kombespol pada ngeces....
Melihat sosoknya yang lumayan humoris, dan cekatan tak butuh waktu lama beliau menjadi salah satu sosok yang diidolakan banyak orang Indonesia (termasuk saya--> ngacung).

Saya jadi inget film-film tentang detektif kesukaan saya jaman dulu seperti Hunter, Mission Imposible, Remington Steel dll.  Ternyata, ada juga sosoknya di dunia nyata. Sejak dulu saya memang suka cerita-cerita detektif gitu, pingin juga jadi polisi atau polwan tapi kok tumbuhnya enggak ke atas tapi kesamping he..he...Selain itu aku juga suka baca buku-buku berbau detektif seperti LIMA SEKAWAN, AGATHA CHRISTIE, TINTIN. Kalau sudah baca buku-buku ini lupa segalanya deh.










Baru-baru ini kaos Turn Back Crime mendadak menjadi trending topic lantaran diperdagangkan secara bebas di masyarakat.  Sebenarnya apa sih arti dari Turn Back Crime? (Walah,  enggak tahu lagi??)
Oke sini tak bisikin.
Turn Back Crime artinya adalah "hilangkan kejahatan". Merupakan komitmen dari Polisi sebagai pengayom masyarakat untuk melindungi masyarakat dari kejahatan.


Sempat dilarang peredarannya oleh Bapak Kapolri Badrodin Haiti, kemudian diperbolehkan lagi beredar karena banyak pedagang yang komplain dengan omset penjualan yang merosot tajam.


Menurut saya sebagai seorang warga Indonesia, sah-sah saja kaos Turn Back Crime dikomersilkan atau diperdagangkan, namun untuk ukuran anak-anak saja. Anak-anak kan cenderung mengimitasi/meniru figur yang menurut mereka dan orang tua baik seperti profesi polisi misalnya.  Mereka jadi tahu tugas polisi yang mulia, memberantas kejahatan, narkoba dan lain-lain. Jadi, mereka memiliki role model untuk dicontoh seperti Bapak Kombespol Krishna Murti ini. Kalau untuk ukuran dewasa saya memiliki kekhawatiran apabila disalahgunakan, misalnya untuk modus penipuan, atau kejahatan lain. Kan, ada tuh di teve yang kasus seorang pria yang mengaku-ngaku menjadi polisi dan menipu banyak wanita. 

Harapan saya ke depan sih semoga kaos TBC ini tidak menjadi modus kejahatan baru deh. 
Ini aja pendapat saya, mungkin pendapat saya terlalu berlebihan.  Bagaimana dengan Anda? Share komen disini yaaah.



Salam hangat,



N.i.n.g.r.u.m





Wednesday, May 25, 2016

Please Deh, Jangan Bebani Anak




Assalamu'alaikum wr. wb.

Dear readers,


Minggu-minggu ini saya sedang sibuk dengan anak-anak.  Mereka sedang menjalani tes semesteran untuk SD. Kakak Lia kelas 5 SD dan adiknya Lala kelas 1 SD.  Karena mereka bersekolah di sekolah swasta Islam, tesnya lebih awal. Jadi, bisa dibayangkan bagaimana repotnya menemani belajar mereka berdua.  Pusing kepala berbie nih. Untungnya, suami mau membantu menemani belajar. Minta doanya ya readers semoga mereka bisa mengerjakan dengan baik. 

Kalau menurut saya pelajaran SD sekarang jauh lebih sulit dibanding waktu saya masih SD dulu.  Sekarang pelajaran matematika kelas 3 SD saja sudah seperti pelajaran matematika ketika saya SMP.  Kalau matematika kelas 1,2,3 saya masih bisa mengajari anak-anak tapi kalau sudah kelas 4 keatas saya pasrah aja sama ayahnya anak-anak.  Ayahnya lumayan jago matematika dan eksak-eksak gitu. Ya, bagi-bagi tugas dong.

Biasanya kalau lagi tes, untuk  sementara waktu anak-anak tidak saya ijinkan main baik main di luar atau main gadget seperti laptop, hp dll. Kalau belajar sudah selesai, baru saya bolehkan main gadget sebentar.  

Percaya atau tidak, dulu saya juga  termasuk orang tua yang perfeksionis soal nilai .Maunya ya semua angka di rapot itu yang minim 8 atau 9 lah. Terkadang, saya juga marah pada anak-anak bila nilainya jelek. Soalnya di sekolah anak-anak, persaingan nilai sangat ketat. Suami yang terkadang berbalik memarahi saya.  Maksudnya baik sih.  Intinya besok kalau kuliah banyak pelajaran di SD yang tidak digunakan lagi (tidak up to date). Yang penting anak-anak sudah mau belajar, itu sudah bagus kata suami. Justru semangat belajar itulah yang harus ditumbuhkan dari seorang anak.

Contoh kasus  lain adalah ada seorang ibu sebut saja namanya Nina mempunyai anak Novi.  Novi ini dikelasnya termasuk anak yang pandai rangkingnya 5 besar. Bu Nina ingin agar nilai matematika Novi selalu bagus, diatas 8.  Novi dileskan ke guru les privat. Ternyata, dileskanpun nilai matematikanya tidak terkatrol.  Cuman hanya pada angka 8. Itupun, Bu Nina masih melabeli Novi dengan kata-kata "payah".  

Karena sifat saya yang perfeksionis di "angka", dan tahu saya hobi baca, maka suami suatu saat pulang kerja suami menghadiahi buku ini.  Buku positive Parenting karya Muhammad Fauzil Adhim.  Bukunya enak banget untuk dibaca.  Bahasanya sangat cerdas dan mengalir, diselingi gambar-gambar yang sangat ilustratif ala parenting.




Bagian dari bab-bab di buku ini semua saya sukai, namun kata-kata yang sampai sekarang saya ingat adalah :

Apa perbedaan mengejar anjing dan dikejar anjing ?

Mengejar anjing, meski anjingnya sudah jauhpun kita akan semangat terus, biasanya sambil membawa batu, kayu atau apapun yang ada di sekitar kita. Perasaan kita akan selalu senang karena merasa menang.

Sementara dikejar anjing, kita akan selalu merasa ketakutan dan perasaan kita menjadi tidak senang, takut dan kalah.  

Begitulah perumpamaan apabila kita terlalu membebani anak dengan angka-angka dan nilai-nilai sekolah yang terlalu tinggi. Bisa jadi, kitalah yang berubah menjadi "anjing". Bukankah masih banyak kecerdasan lain-lain yang dimiliki seorang anak (multiple inteligence). Anak yang tak pandai di bidang matematika, boleh jadi dia memiliki kecerdasan di bidang verbal seperti bahasa Inggris. Sebaliknya, anak yang pandai di bidang matematika boleh jadi dia agak "kurang" di bidang verbal. Namun, bukan berarti lantas kita membiarkan anak tidak belajar. Bukan itu. Berilah anak semangat belajar, namun jangan dibebani. Nilai harus 9, nilai harus 100.  Bayangkan, bila kita di posisi mereka. Bisa stress deh.

Buku Muhammad Fauzil Adhim ini sangat fenomenal dan best seller pada masanya.  Saya masih ingat benar waktu itu si kakak baru kelas 1 SD.  Sementara Lala masih 1 tahun. Terakhir, waktu ke Gramedia beberapa bulan yang lalu.  Buku ini masih nangkring di rak toko-toko Gramedia. 

Terus terang saya berterima kasih kepada Muhammad Fauzil Adhim yang telah membuat buku ini.  Karena membaca buku ini saya makin mencintai anak-anak, jarang marah, mencintai dan mensyukuri profesi saya sekarang sebagai seorang ibu rumah tangga. Meski, dulunya saya pernah bersekolah hingga Diploma, namun saya lebih memilih untuk menemani anak-anak karena mereka harta saya, dan kelak akan dipertanyakan pertanggungjawaban saya sebagai seorang ibu.



Salam hangat,


N.i.n.g.r.u.m















Sunday, May 22, 2016

Anda Kalah Lomba ?Cabut Linknya




Assalamu'alaikum wr. wb.

Dear my readers,


Arrgghh..maaf dah lama engga nulis.  Lagi males tingkat dewa nih. 
Eh, tahu enggak readers ternyata menulis blog itu asyik lo.  Bisa menjadi kegiatan untuk mengusir kejenuhan kita di rumah dan juga bisa menyalurkan hobi menulis kita. Saya menyukai menulis blog sejak tahun 2014. Awalnya, saya sama sekali tidak tahu tentang blog, bahkan buta sama sekali.  Perkenalan saya dengan aktivitas ngeblog berawal dari suami saya. Suami saya menulis blog hanya untuk iseng-iseng saja sih.  Dia menulis tentang hobinya di design mesin teknik. Sempat sudah ada akun Adsensenya juga di blog misua, tapi karena penasaran diklik sendiri Adsensenya, yaa langsung dibanned dong ma Mbah Google. Tetapi, karena memang pada dasarnya cuman iseng ya sampe sekarang blog itu tidak diurusi lagi. Padahal, pengunjungnya udah buaanyak lo.

Dari tahun 2014 saya mulai menulis di blog menggunakan fasilitas Blogspot. Jangan ditanya, tulisannya waktu itu acak adul pokoknya.  Saking rajinnya menulis blog, sebulan cuma sekali aja nulisnya (pelit ya he..he..). Karena kesibukan mengurusi si kecil Lala, yang waktu itu berumur 3 tahun, saya vakum dulu dari dunia perbloggeran. Walah, baru mulai sudah vakum.  Jadi, resminya sih baru satu setengah tahun menulis blog. Yang tahun 2014 itu cuman pencitraan ha..ha..

Prestasi saya di bidang blogging masih biasa-biasa aja.  Karena sadar diri masih cupu dan batita banget. Beberapa kali ikut lomba belum pernah hoki. Bukan karena kalah lomba juga lho lantas frustasi bikin postingan ini.  Bukan juga...


Jujur, menurut saya alasan pokok saya ikut lomba :
Yang pertama adalah saya tidak mau munafik yang pertama karena hadiahnya (ya pasti dong), alasan kedua ingin mengasah ketrampilan menulis, alasan ketiga ingin menambah ilmu, alasan keempat ingin mengharumkan nama komunitas tentunya.

Tetapi seandainya saya kalah saya tidak pernah kecewa tuh. Tidak lantas nangis-nangis sambil ngekep bantal gitu. Menurut saya ya memang belum rejeki, atau belum hoki aja. Masih ada kesempatan-kesempatan lain. Betul tidak readers?


Image result for gambar aku rapopo


Setelah Anda serius untuk menekuni ngeblog ada baiknya Anda mempunyai komunitas. Mempunyai komunitas ada banyak manfaatnya loh. Ada teman-teman baru,  ada info-info lomba, ada info-info tentang seminar parenting buat Anda yang sudah berumahtangga, pokoknya seabreg deh manfaatnya.  Apalagi bila Anda ingin menjadi blogger profesional. Saya ikut 3 komunitas yaitu Komunitas Gandjelrel, Komunitas IIDN dan KEB (Komunitas Emak-emak Blogger).  Selain itu saya juga memiliki grup WA komunitas Gandjelrel.  Banyak komunitas Gandjelrel yang sama-sama menjadi anggota Komunitas IIDN dan KEB.
Di Gandjelrel juga saya mengenal banyak penulis terkenal seperti mbak Dedew (Dewi Rieka) Penulis Buku Anak Kos Dodol, Mbak Dian Nafi, Mbak Keisya Avicenna dll.  Buku-bukunya sangat terkenal loh.

Kalau Anda seorang bloggger, Anda tentunya pernah ikut lomba blog kan? Nah biasanya nih saya lupa mencabut link yang mengarah ke sebuah situs.  Ternyata, mbak Dedew bilang, sebaiknya setelah kita kalah lomba, link yang mengarah ke sebuah situs yang merupakan sponsor lomba kita di cabut aja.  Kalau tidak ya, mereka (brand) akan beruntung dong.  Sementara kita tidak dapat apa-apa. Hiks..

Demikian tips blogging saya untuk Anda hari ini.  Tunggu postingan saya berikutnya yaaaa

Salam hangat,



N.i.n.g.r.u.m



















Tuesday, May 17, 2016

Ingin Seperti Budi ? Cek Resolusi Tanggal Tua Berikut

Dear temans, 

Thik..Thok..Thik...Thok
Waaah, dari tadi kok jam segitu aja. Perasaan waktu terasa lama bila tanggal tua. Betul engga sih? 
Lihat dompet..eh tinggal 10 ribu....
Mah, jalan-jalan yuk ini kan hari Minggu. 
"Enggak sayang, Mama lagi tanggal tua."
Tanggal tua itu apa sih Mah ?? 
Tanggal tua itu berarti Mama tidak punya uang, dan Ayah belum gajian.
Thik..thok...Thik..Thok
OOOh begitu ya Mah..
Keluar sebentar lihat tetangga sebelah lagi menjemur baju.
Bu, enggak jalan-jalan nih ?(biasa basa-basi)
Enggak bu, lagi tanggal tua, sambil tersipu-sipu malu.
Inilah pengalaman tanggal tua saya, mungkin Anda juga pernah mengalaminya.
Image result for tanggal tua
Meme lucu buat hiburan yang lagi galau belum gajian he..he..he...


Bagi para pekerja kantoran, ibu rumah tangga, anak kos seperti Budi, pasti mengenal yang namanya tanggal tua. Si Budi anak kos mensiasati  tanggal tuanya dengan makan mie instan melulu, numpang wifi gratisan yah, gak papa deh asal jangan sampai ngutang ya. Di komplek saya kalau tanggal tua semua orang pada di rumah semua, beda kalau pas tanggal muda sepi banget, semua pada pergi entah itu ke mall atau ke tempat-tempat wisata. 

Kalau saya sebagai seorang ibu rumah tangga menyikapi tanggal tua sebagai hal yang biasa. Itu adalah bagian dari Circle Of Life/Siklus Kehidupan. Ada malam ada siang, ada cowok ada cewek, ada uang ada tidak ada uang. Saat kita punya uang kita harus pandai menyisihkan uang dengan menabung, sehingga dikala tidak ada uang kita bisa mengambil cadangan uang kita, tentunya untuk hal-hal yang benar-benar kita butuhkan. 

Dalam mengelola keuangan keluarga saya sebenarnya banyak belajar dari ibu saya.  Beliau murni seorang ibu rumah tangga, tanpa embel-embel apapun.  Pendidikannya saja hanya sampai SD. Namun, beliau banyak mengajarkan saya untuk pintar mengelola uang baik itu sebelum berumah tangga ataupun setelah berumah tangga.  Saya masih ingat benar ketika saya masih pengantin baru, ibu saya banyak berpesan untuk membeli barang-barang yang kamu butuhkan, dan jangan berhutang.  Kalau terpaksanya harus kredit ya harus cepat-cepat dilunasi.  

Mumpung saya lagi baik hati, maka saya akan membagikan tips-tips resolusi tanggal tua ala saya :




Image result for makan di luar



1.  Mengurangi makan di luar 
Kalau Anda sedang tanggal tua usahakan jangan makan di luar seperti cafe atau resto. Makan diluar selain bisa menambahkan kolesterol di dalam tubuh Anda, juga akan menambah bujet pengeluaran Anda. 






Image result for kartu kredit
2.  Jangan terlalu sering menggunakan Kartu Kredit 
Segala hal pasti ada sisi positif dan negatifnya.  Meskipun memiliki  kartu kredit sepertinya menguntungkan namun ada dampak negatif juga dari produk perbankan ini.  Karenanya kita harus berhati-hati dalam menggunakannya. Dampak negatif dari penggunaan kartu kredit ini adalah membuat kita konsumtif. Dengan memiliki kartu kredit membuat kita seringkali tanpa sadar membeli barang atau jasa yang sebenarnya tidak kita butuhkan atau inginkan. Membuat kita merasa mampu membeli apa saja, padahal utang mulai melilit.  Jangan sampai terjebak ya, pikir dan hitung dulu uang kita sebelum menggesek.


Image result for gambar koin di wadah3.  Menyediakan tempat koin 
Saya sejak dari dini mengajari anak-anak untuk menabung. Karenanya saya menyediakan tempat khusus bagi anak-anak untuk menyimpan koin-koin sisa jajan mereka atau sisa belanja saya.  Kadangkala, koin-koin ini sangat membantu saya apabila tengah tanggal tua seperti membeli snack, uang jajan sekolah anak-anak atau pengemis lewat.









4.  Mencari pundi-pundi lain
Saya seorang ibu rumah tangga. Meski suami sudah punya penghasilan yang insya Allah cukup, namun saya lebih suka menjadi wanita yang mandiri yang bisa  menghasilkan uang sendiri yaitu dengan menekuni dua hobi saya yaitu menjahit dan menulis blog. Di rumah saya menerima pesanan seprei, mukena karakter anak, mukena dewasa, jilbab dan saya sedang memperdalam untuk membuat gamis sendiri. Meski masih saya kerjakan sendiri tapi lumayanlah.  Hasil dari menjahit saya masukkan dalam rekening pribadi saya sendiri dan saya tabung dan dipakai hanya untuk  kebutuhan mendesak saja. Sedang untuk menulis blog saya sudah mulai memonetize blog saya. 



dua hobi kesukaan saya, menjahit dan menulis blog 

Akhir kata mari kita sebagai seorang ibu rumah tangga, bapak dan ibu pekerja, mahasiswa, pintar-pintar dalam mengelola uang tak hanya pada akhir bulan tapi juga di awal bulan. Jadilah ibu rumah tangga yang kreatif dan jadilah mahasiswa kreatif seperti Budi. Satu lagi pesan saya hindari berhutang. Semoga bermanfaat ^_^






Courtesy : Google.com




Back to Top